- Dokter Tirta menyarankan pelari berbadan gemuk menggunakan sepatu dengan bantalan penuh untuk melindungi lutut dari beban berlebih.
- Pemilihan sepatu lari wajib mempertimbangkan faktor kenyamanan, stabilitas, ukuran, serta karakter kaki masing-masing pengguna secara tepat.
- Terdapat beberapa pilihan merek lokal dan internasional seperti Ortuseight, Mills, ASICS, serta HOKA yang direkomendasikan untuk pelari gemuk.
Suara.com - Memilih sepatu lari untuk orang gemuk tidak cukup hanya melihat harga atau desain. Pelari dengan berat badan berlebih sebaiknya mempertimbangkan sepatu yang nyaman, memiliki bantalan memadai, stabil, serta sesuai dengan bentuk kaki.
Dokter Tirta sebelumnya pernah menyarankan penggunaan sepatu full cushion bagi pelari overweight maupun obesitas. Menurutnya, bantalan yang tebal diperlukan agar beban saat berlari tidak terlalu bertumpu pada lutut.
"Prinsip sepatu lari untuk orang overweight dan obesitas adalah yang full cushion. Agar mencegah beban berlebihan pada lutut," tulis Dokter Tirta melalui akun X miliknya, sebagaimana dikutip Suara.com.
Namun, rekomendasi tersebut sebaiknya tidak dipahami bahwa sepatu dengan bantalan paling tebal otomatis paling aman untuk semua orang.
Penelitian mengenai biomekanik pelari dengan obesitas menunjukkan bahwa tubuh dapat beradaptasi terhadap beban ketika berlari. Pelari dengan obesitas dalam sebuah studi memiliki impuls gaya reaksi tanah yang lebih tinggi dibandingkan kelompok nonobesitas.
Karena itu, pemilihan sepatu sebaiknya mempertimbangkan cushioning, stabilitas, kenyamanan, ukuran, dan karakter kaki masing-masing.
Penelitian terhadap 848 pelari rekreasional menemukan bahwa kelompok yang menggunakan sepatu dengan bantalan lebih keras memiliki risiko cedera lebih tinggi dibandingkan kelompok yang menggunakan sepatu lebih lunak. Namun, efek perlindungan bantalan tersebut tidak sama pada semua kelompok berat badan.
Studi lain juga menunjukkan bahwa teknologi midsole yang berbeda dapat mengubah beban mekanis pada kaki, pergelangan kaki, dan lutut. Artinya, karakter sepatu tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.
Sepatu untuk jalan kaki santai belum tentu ideal untuk lari. Begitu pula sepatu untuk lomba belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk pemula yang baru mulai berolahraga.
Rekomendasi sepatu lari untuk orang gemuk dari Dokter Tirta
Beberapa model yang pernah masuk rekomendasi Dokter Tirta berasal dari merek lokal maupun internasional. Daftar ini menjadi referensi awal, bukan pengganti pemeriksaan atau rekomendasi tenaga kesehatan secara personal.
1. Ortuseight Hyperblast 2.0

Ortuseight Hyperblast 2.0 merupakan salah satu sepatu lokal yang pernah direkomendasikan Dokter Tirta untuk pelari dengan berat badan berlebih.
Model ini mengedepankan konsep full cushion, sehingga cocok dipertimbangkan oleh pengguna yang mencari sepatu dengan bantalan cukup tebal.
Hyperblast 2.0 juga menggunakan sejumlah teknologi pada bagian upper dan midsole untuk memberikan kombinasi kenyamanan, bantalan, serta respons saat digunakan berlari.
Model ini dapat menjadi pilihan menarik bagi pemula yang ingin mencari sepatu lokal dengan karakter cushioning yang terasa tebal.
2. Mills Enermax Full Cushion

Mills Enermax Full Cushion juga termasuk rekomendasi lokal yang pernah disebut Dokter Tirta.
Sesuai namanya, model ini mengutamakan bantalan untuk memberikan rasa nyaman ketika kaki menerima beban berulang.
Bagi pelari berbadan besar yang baru mulai berolahraga, karakter full cushion dapat menjadi salah satu pertimbangan, terutama jika sepatu akan digunakan untuk jogging atau easy run.
Namun, pastikan ukuran dan bentuk sepatu benar-benar sesuai dengan kaki sebelum membeli.
3. Unerd Sombra

Unerd Sombra menjadi pilihan lokal lainnya dalam rekomendasi Dokter Tirta.
Model ini menawarkan konstruksi yang relatif tebal dengan fokus pada kenyamanan. Sombra dapat dipertimbangkan untuk pelari pemula yang membutuhkan sepatu dengan rasa empuk untuk aktivitas lari ringan.
Ketiga rekomendasi lokal tersebut menjadi populer karena menawarkan alternatif sepatu full cushion dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan sebagian model global.
4. ASICS Novablast 4

Seri Novablast dikenal sebagai sepatu lari dengan karakter cushioning yang nyaman dan responsif. Model ini dapat digunakan untuk latihan sehari-hari maupun lari dengan jarak tertentu.
Namun, karena Novablast 4 bukan model terbaru pada 2026, calon pembeli yang mengutamakan teknologi generasi terkini dapat mempertimbangkan lini ASICS yang lebih baru.
5. New Balance Fresh Foam

New Balance memiliki berbagai model yang menggunakan teknologi Fresh Foam.
Teknologi tersebut dirancang untuk memberikan rasa empuk pada pijakan. Salah satu model yang pernah muncul dalam rekomendasi untuk pelari berbadan besar adalah Fresh Foam Arishi.
Untuk pembeli pada 2026, sebaiknya tidak hanya terpaku pada nama seri lama. Lihat pula generasi Fresh Foam yang sedang tersedia karena spesifikasi dan konstruksi dapat berubah antar-generasi.
6. 910 Hiroshi 2.0

910 Hiroshi 2.0 menarik bagi pelari yang mencari sepatu lokal dengan karakter max-cushion.
Berdasarkan informasi pada laman resmi 910, Hiroshi 2.0 dirancang untuk easy run dan recovery. Bagian midsole menggunakan SwiftFoam, sedangkan outsole memakai Rubber Tech Outsole dengan karakter high traction untuk permukaan jalan.
Karakter tersebut membuat Hiroshi 2.0 layak dipertimbangkan oleh pelari berbadan besar yang lebih banyak melakukan easy run daripada mengejar kecepatan.
Harga yang tercantum di laman resmi 910 saat artikel ini disusun adalah sekitar Rp699.900, meski harga dan ketersediaan dapat berubah.
7. ASICS GEL-NIMBUS 28 Nature Bathing

Jika mencari sepatu dari merek global dengan fokus pada cushioning, ASICS GEL-NIMBUS 28 dapat menjadi alternatif.
ASICS memperkenalkan GEL-NIMBUS 28 pada Januari 2026 sebagai generasi terbaru lini Nimbus. Seri ini memang sejak awal dikenal sebagai salah satu lini ASICS yang menitikberatkan kenyamanan dan cushioning.
Varian Nature Bathing bisa dipilih jika tersedia di pasar atau toko resmi. Namun, warna bukan faktor utama dalam menentukan apakah sebuah sepatu cocok untuk pelari berbadan besar. Yang lebih penting adalah ukuran, fit, kenyamanan, dan respons sepatu ketika digunakan.
8. HOKA Bondi 9

HOKA Bondi 9 merupakan salah satu alternatif yang layak dipertimbangkan bagi pencari sepatu dengan cushioning tebal.
Model ini mempunyai karakter max-cushion yang membuatnya populer untuk aktivitas yang membutuhkan kenyamanan di bawah kaki. Bondi 9 juga dapat digunakan untuk road running dengan karakter yang lebih mengutamakan kenyamanan dibandingkan kecepatan.
Namun, jangan membeli Bondi 9 hanya karena solnya terlihat tebal. Pelari tetap perlu mencoba apakah bentuk midsole, heel, dan toe box sesuai dengan kaki.
9. Ortuseight Hypersonic 2.0
![Ortuseight Hypersonic 2.0. [Shopee]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/23/11579-ortuseight-hypersonic-20.jpg)
Bagi yang ingin tetap menggunakan brand lokal, Ortuseight Hypersonic 2.0 dapat menjadi alternatif generasi lebih baru.
Model ini berada di kelas performa yang berbeda dibandingkan Hyperblast 2.0. Karena itu, pembeli perlu menentukan terlebih dahulu apakah sepatu akan digunakan untuk jogging santai atau latihan dengan target pace tertentu.
Untuk pelari berbadan besar yang baru mulai olahraga, cushioning dan kenyamanan sebaiknya tetap menjadi prioritas dibandingkan mengejar sepatu berorientasi kecepatan.
10. Mills Enermax Cushion M2

Mills Enermax Cushion M2 menjadi alternatif lokal lain yang bisa dilirik.
Menurut laman resmi Mills, Enermax Cushion M2 dirancang untuk aktivitas lari sekitar 30 hingga 90 menit di lintasan umum atau treadmill. Model tersebut direkomendasikan untuk easy run, recovery run, dan long run hingga sekitar 10 kilometer.
Harga yang tercantum di laman resmi Mills saat penelusuran adalah Rp419.300 dari harga normal Rp599.000, tetapi status stok dan harga dapat berubah sewaktu-waktu.
Karakter tersebut membuatnya menarik bagi pelari pemula yang lebih banyak melakukan latihan dengan intensitas ringan hingga sedang.