Studi Ungkap Kebiasaan Mandi yang Diam-diam Membuat Konsumsi Air Lebih Tinggi

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:15 WIB
Studi Ungkap Kebiasaan Mandi yang Diam-diam Membuat Konsumsi Air Lebih Tinggi
Ilustrasi Mandi. (Pexels)

Suara.com - Kebiasaan sederhana saat mandi, seperti menggunakan sampo dua kali atau terlalu sering mematikan dan menyalakan pancuran, ternyata dapat membuat seseorang menghabiskan lebih banyak air.

Studi terbaru dari para peneliti University of Surrey menemukan bahwa aktivitas mandi menyumbang sekitar 25-45 persen dari total penggunaan air di dalam rumah. Angka tersebut menjadikan pancuran sebagai salah satu penyumbang terbesar konsumsi air rumah tangga.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Environmental Management itu melibatkan 319 rumah tangga di Jerman. Para peneliti memasang sensor pintar di kamar mandi selama 40 hari dan merekam 8.550 aktivitas mandi.

Dikutip dari Phys.org, Kamis (31/7), sensor tersebut mencatat durasi mandi, jeda aliran air, serta kondisi lingkungan. Data kemudian dipadukan dengan survei setelah mandi untuk melihat hubungan antara kebiasaan mandi dengan karakteristik responden dan penggunaan produk perawatan tubuh.

Ilustrasi mandi (Freepik/jcomp)
Ilustrasi mandi (Freepik/jcomp)

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang menggunakan sampo dua kali atau lebih dalam satu kali mandi menghabiskan waktu sekitar 27 persen lebih lama di bawah pancuran dibandingkan mereka yang menggunakan sampo sekali.

Kebiasaan mematikan dan kembali menyalakan pancuran juga berkaitan dengan durasi mandi yang lebih panjang. Mereka yang menghentikan aliran air tiga kali atau lebih menghabiskan waktu sekitar 20 persen lebih lama dibandingkan orang yang tidak melakukan jeda.

Pablo Pereira-Doel, salah satu penulis studi sekaligus peneliti di Institute for Sustainability, University of Surrey, mengatakan faktor yang paling menentukan lama mandi bukan terutama siapa seseorang atau tempat tinggalnya, melainkan kebiasaan selama berada di bawah pancuran.

"Rutinitas kecil seperti mengoleskan sampo dua kali atau membiarkan air mengalir saat mengoleskan sabun dapat memperpanjang waktu mandi jauh lebih lama daripada yang disadari," katanya.

Peneliti juga menemukan kondisi air berpengaruh terhadap durasi mandi. Orang yang tinggal di wilayah dengan air lebih lunak cenderung mandi sekitar 23 persen lebih lama dibandingkan mereka yang menggunakan air dengan kandungan kapur tinggi.

baca juga

Kondisi tersebut diduga karena air yang lebih lunak dapat menghasilkan lebih banyak busa sehingga pengalaman mandi terasa lebih nyaman.

Para peneliti berharap temuan ini dapat menjadi dasar untuk merancang strategi penghematan air yang lebih efektif. Menurut mereka, upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan teknologi atau kebijakan, tetapi juga perlu mendorong perubahan perilaku.

Penggunaan sampo secukupnya, mematikan air saat mengoleskan sabun, serta penggunaan perangkat yang memberikan informasi tentang konsumsi air dapat menjadi bagian dari upaya tersebut.

“Jika kita ingin mengurangi konsumsi air rumah tangga, kita perlu merancang solusi yang selaras dengan kebiasaan masyarakat,” ujar Pereira-Doel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap, Ratusan Senjata Angin di Sekolah Jaksel Berawal dari Olahraga Air Rifle

Terungkap, Ratusan Senjata Angin di Sekolah Jaksel Berawal dari Olahraga Air Rifle

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:58 WIB

Intelijen AS Evakuasi Donald Trump Diam-diam dengan Truk Katering Bandara Turki

Intelijen AS Evakuasi Donald Trump Diam-diam dengan Truk Katering Bandara Turki

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:02 WIB

4 Rekomendasi  Parfum Wangi Sabun Mandi Segar Sesuai Review Pembeli, Aroma Tahan Lama

4 Rekomendasi Parfum Wangi Sabun Mandi Segar Sesuai Review Pembeli, Aroma Tahan Lama

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Terkini

Menua Tanpa Kehilangan Karakter, Ini Wajah Baru Kecantikan Masa Depan

Menua Tanpa Kehilangan Karakter, Ini Wajah Baru Kecantikan Masa Depan

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:36 WIB

Review KIPRUN Kipstorm Tempo, Sepatu Lari Long Run dan Tempo Run Pecinta Pace Ngebut

Review KIPRUN Kipstorm Tempo, Sepatu Lari Long Run dan Tempo Run Pecinta Pace Ngebut

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:36 WIB

Usai Tersandung Kasus Korupsi, BGN Gandeng Kejagung Kawal Tata Kelola MBG

Usai Tersandung Kasus Korupsi, BGN Gandeng Kejagung Kawal Tata Kelola MBG

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Career Break Bukan Penghalang, Mengapa Dunia Kerja Sulit Memahaminya?

Career Break Bukan Penghalang, Mengapa Dunia Kerja Sulit Memahaminya?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Jaga Hutan dengan Kearifan Lokal, Pemerintah Genjot Status Hukum Masyarakat Adat Gunung Kong

Jaga Hutan dengan Kearifan Lokal, Pemerintah Genjot Status Hukum Masyarakat Adat Gunung Kong

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Kasus Robert Alberts Belum Beres, Manajemen Persib Buka Suara Soal Sanksi FIFA

Kasus Robert Alberts Belum Beres, Manajemen Persib Buka Suara Soal Sanksi FIFA

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Bakal Pindah Kantor, Ini Daftar Lengkap OPD Pemkot Bogor yang Bergeser ke Pusat Baru

Bakal Pindah Kantor, Ini Daftar Lengkap OPD Pemkot Bogor yang Bergeser ke Pusat Baru

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Orang Kaya Masih Nikmati Subsidi BBM, Bahlil Cari Cara Pangkas Kebocoran Ratusan Triliun

Orang Kaya Masih Nikmati Subsidi BBM, Bahlil Cari Cara Pangkas Kebocoran Ratusan Triliun

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Saepul Pelaku Mutilasi Depok Ternyata Idap HIV, Bawa Obat Saat Jalani Rekonstruksi

Saepul Pelaku Mutilasi Depok Ternyata Idap HIV, Bawa Obat Saat Jalani Rekonstruksi

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Menkum Supratman: Hukuman Mati Koruptor Bukan Lagi Perdebatan, Tapi Eksekusi

Menkum Supratman: Hukuman Mati Koruptor Bukan Lagi Perdebatan, Tapi Eksekusi

Jatim | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:26 WIB

×