- Batavia PIK akan menyelenggarakan kegiatan lari keluarga bertajuk Baba Lili Tata Run 2026 pada 16 Agustus 2026.
- Acara ini menyediakan kategori Pre-School sejauh 1,5 kilometer dan kategori Kids sejauh 3 kilometer dengan pendampingan orang tua.
- Rangkaian kegiatan tanggal 6 hingga 16 Agustus 2026 juga menghadirkan pertunjukan komunitas, zumba, serta lokakarya seni.
Suara.com - Mengenalkan gaya hidup aktif kepada anak tidak selalu harus dilakukan melalui latihan olahraga yang serius. Berlari bersama, berjalan kaki, bermain di ruang terbuka, hingga mengajak anak mengeksplorasi lingkungan sekitar bisa menjadi cara sederhana untuk membangun kebiasaan tersebut sejak dini.
Di sisi lain, aktivitas bersama keluarga juga dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan anak pada tempat-tempat menarik di kotanya. Jakarta, misalnya, tidak hanya identik dengan gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan.
Di sejumlah kawasan, anak-anak masih dapat menemukan jejak sejarah, arsitektur tempo dulu, hingga ruang terbuka yang bisa dieksplorasi bersama keluarga.
Konsep tersebut coba dihadirkan dalam Baba Lili Tata Run 2026 yang akan berlangsung di Batavia PIK pada 16 Agustus 2026. Mengusung konsep Family Fun Run, kegiatan ini menggabungkan aktivitas fisik dengan pengalaman bermain dan eksplorasi bersama keluarga.
Anak-anak tidak sekadar diajak berlari, tetapi juga menikmati suasana kawasan Batavia PIK yang memiliki arsitektur dan nuansa terinspirasi dari Batavia tempo dulu. Dengan cara ini, aktivitas olahraga dapat menjadi pintu masuk bagi orang tua untuk mengenalkan anak pada lingkungan dan sejarah kota secara lebih menyenangkan.
Kategori lari pun dibuat berdasarkan kelompok usia. Anak usia 3-5 tahun dapat mengikuti kategori Pre-School dengan jarak 1,5 kilometer, sementara anak usia 6-12 tahun tersedia kategori Kids sejauh 3 kilometer.
Orang tua turut mendampingi selama kegiatan berlangsung sehingga aktivitas dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak.
Event Advisor JPT Event Partner, Jesica Aprilliana, mengatakan pengalaman positif bersama keluarga dapat membantu membentuk kebiasaan aktif pada anak.
“Kami percaya bahwa mengenalkan gaya hidup aktif kepada anak dapat dimulai dari pengalaman yang menyenangkan bersama keluarga,” kata Jesica.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata menempatkan lari sebagai kompetisi. Interaksi antara anak dan orang tua justru menjadi bagian penting dari pengalaman yang ingin dibangun.
“Kami ingin menciptakan ruang bagi anak dan orang tua untuk berlari, bermain, dan menikmati waktu bersama,” ujarnya.
Menariknya, aktivitas keluarga tidak berhenti setelah menyelesaikan lintasan. Batavia PIK menawarkan sejumlah tempat yang dapat dieksplorasi bersama, mulai dari Jembatan Kota Intan hingga Alun-Alun Batavia PIK.
Keluarga juga dapat menikmati pengalaman menyusuri kanal dengan kapal atau bersepeda di kawasan waterfront. Bagi anak, perjalanan semacam ini dapat menjadi pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mereka dapat melihat bentuk bangunan, mengenal suasana kawasan, sekaligus memahami bahwa sebuah kota memiliki cerita dan karakter yang berbeda-beda.
Project Manager Baba Lili Tata Run 2026, Jessica, mengatakan kegiatan tersebut memang diarahkan untuk menciptakan momen berkualitas bagi keluarga.
“Kami ingin membawa Baba, Lili, dan Tata untuk mengajak keluarga Indonesia memiliki quality time yang lebih baik,” kata Jessica.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung 6-16 Agustus 2026 juga diisi berbagai aktivitas, seperti pertunjukan komunitas, pound fit, zumba, kompetisi anak, lokakarya seni, hingga gelar wicara. Kehadiran karakter lokal Baba, Lili, dan Tata turut memberikan unsur bermain yang dekat dengan dunia anak.
Pada akhirnya, mengenalkan anak pada gaya hidup aktif tidak harus selalu dimulai dari target atau pencapaian olahraga.
Berlari bersama orang tua, berjalan menyusuri kawasan bersejarah, bersepeda, atau sekadar bermain di ruang terbuka dapat menjadi pengalaman sederhana yang membangun kebiasaan sehat sekaligus memperluas wawasan anak tentang kotanya sendiri.
Ketika olahraga dan eksplorasi kota dilakukan bersama keluarga, anak tidak hanya mendapatkan tubuh yang lebih aktif, tetapi juga cerita, pengalaman, dan kenangan tentang Jakarta yang bisa dibawa hingga dewasa.