- Stres diduga dapat memicu melasma.
- Kurang tidur dapat memengaruhi kondisi kulit.
- Sunscreen tetap penting untuk mencegah flek makin gelap.
Suara.com - Stres dan kurang tidur sering dikaitkan dengan masalah flek hitam. Meski demikian, keduanya tidak bisa disebut sebagai penyebab tunggal munculnya flek hitam.
Menyadur dari laman American Academy of Dermatology (AAD), stres disebut sebagai salah satu faktor yang diduga dapat memicu melasma.
Saat mengalami stres, tubuh dapat meningkatkan hormon kortisol yang diduga berpengaruh terhadap aktivitas sel penghasil pigmen. Namun, hubungan antara stres dan melasma masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Sementara itu, kurang tidur dapat memengaruhi kesehatan kulit. Penelitian menunjukkan bahwa pembatasan waktu tidur dapat menurunkan hidrasi kulit, meningkatkan kehilangan air melalui kulit, serta membuat tampilan wajah mengalami perubahan. Namun, bukti mengenai kaitan langsung kurang tidur dengan flek hitam masih terus berkembang.
Benarkah stres dan kurang tidur berpengaruh terhadap kemunculan flek hitam di wajah?

Apakah stres bisa menyebabkan flek hitam?
Stres tidak otomatis menyebabkan semua jenis flek hitam. Namun, kondisi ini dapat menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan melasma, yaitu gangguan pigmentasi yang biasanya ditandai bercak kecokelatan atau keabu-abuan pada wajah.
Saat tubuh mengalami stres, produksi kortisol dapat meningkat. Perubahan tersebut diduga dapat memengaruhi aktivitas melanocyte, yaitu sel yang menghasilkan melanin atau pigmen
Oleh karena itu, flek hitam yang muncul ketika sedang mengalami banyak tekanan tidak selalu berarti stres adalah penyebab utamanya. Paparan sinar matahari, perubahan hormon, obat-obatan tertentu, dan faktor lain juga dapat berperan.
Apa pengaruh kurang tidur terhadap flek hitam?
Kurang tidur dapat membuat kondisi kulit terlihat lebih buruk, tetapi belum ada bukti kuat bahwa kurang tidur secara langsung menyebabkan flek hitam pada semua orang.
Sebuah penelitian menemukan bahwa tidur hanya 3 jam selama dua malam berkaitan dengan penurunan hidrasi kulit, peningkatan kehilangan air melalui kulit, serta perubahan tampilan wajah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi fungsi dan penampilan kulit.
Penelitian lain juga menemukan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan kekuningan pada kulit wajah. Temuan ini lebih menunjukkan adanya perubahan warna kulit akibat kurang tidur, bukan berarti setiap perubahan warna tersebut merupakan flek hitam.
Mengapa stres dan kurang tidur bisa berpengaruh pada kulit?
Stres dan kurang tidur sama-sama dapat memengaruhi proses biologis dalam tubuh yang berkaitan dengan kulit. Gangguan tidur juga diketahui dapat menghambat pemulihan skin barrier.
Ketika pelindung kulit terganggu, kulit dapat kehilangan lebih banyak air dan menjadi lebih mudah mengalami perubahan kondisi. Penelitian pada manusia menunjukkan bahwa pembatasan tidur dapat memperlambat pemulihan skin barrier setelah terjadi kerusakan.
Meski demikian, hubungan sebab-akibatnya masih belum sepenuhnya jelas karena terdapat berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi pigmentasi.
Faktor lain yang bisa membuat flek hitam semakin terlihat
Sinar matahari tetap menjadi salah satu faktor penting dalam masalah pigmentasi. Paparan sinar UV dapat merangsang produksi melanin sehingga melasma atau noda gelap pada kulit menjadi semakin terlihat.
Selain sinar matahari, perubahan hormon, penggunaan obat tertentu, kondisi medis, hingga iritasi kulit juga dapat berhubungan dengan munculnya atau memburuknya pigmentasi.
Karena penyebabnya beragam, munculnya flek hitam sebaiknya tidak langsung dikaitkan dengan stres atau kebiasaan tidur yang kurang.
Cara membantu mencegah flek hitam semakin gelap
1. Gunakan sunscreen setiap hari
Perlindungan terhadap sinar matahari merupakan salah satu langkah penting untuk membantu mencegah pigmentasi semakin terlihat. Gunakan sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Untuk kulit yang mengalami melasma, sunscreen berwarna dengan kandungan iron oxide juga dapat menjadi pilihan karena visible light diketahui dapat memperburuk kondisi tersebut.
2. Perbaiki pola tidur
Usahakan memiliki waktu tidur yang cukup dan jadwal tidur yang lebih teratur. Tidur yang baik tidak secara otomatis menghilangkan flek, tetapi dapat membantu menjaga fungsi kulit secara keseluruhan.
3. Kelola stres
Mengatur waktu istirahat, melakukan aktivitas yang menyenangkan, berolahraga, atau menggunakan teknik relaksasi dapat membantu mengurangi stres. Langkah ini bukan pengobatan khusus untuk flek, tetapi dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang mendukung kesehatan tubuh dan kulit.
4. Hindari skincare yang menyebabkan iritasi
Produk yang terasa perih atau menyengat saat digunakan dapat menyebabkan iritasi. Pada kulit yang rentan mengalami pigmentasi, iritasi dapat membuat noda gelap semakin terlihat. Karena itu, pilih produk perawatan yang lembut dan sesuai dengan kondisi kulit.
Jadi, apakah stres dan kurang tidur bisa menyebabkan flek hitam?
Stres dan kurang tidur bisa berhubungan dengan kondisi pigmentasi kulit, tetapi keduanya bukan penyebab tunggal flek hitam. Stres diduga dapat menjadi salah satu pemicu melasma, sedangkan kurang tidur lebih jelas terbukti memengaruhi fungsi skin barrier dan sejumlah karakteristik tampilan kulit.
Jika flek hitam semakin banyak, semakin gelap, atau tidak membaik meski sudah menjaga pola tidur dan melindungi kulit dari sinar matahari, pemeriksaan dokter kulit dapat membantu mengetahui jenis dan penyebab pigmentasinya.