-
Syahnaz Sadiqah resmi dilantik menjadi Bunda PAUD KBB masa bakti 2025-2030.
-
Syahnaz Sadiqah mengemban tugas strategis pendorong akses layanan PAUD inklusif KBB.
-
Tugas Syahnaz Sadiqah meliputi advokasi kebijakan hingga peningkatan kesejahteraan guru.
Suara.com - Beberapa hari lalu, adik bungsu Raffi Ahmad resmi mengemban amanah baru sebagai Bunda PAUD Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk masa bakti 2025–2030.
Pengukuhan Syahnaz Sadiqah dilakukan berbarengan dengan pelantikan pengurus Dekranasda KBB serta Bunda PAUD tingkat kecamatan dan Pokja Bunda PAUD.
Momen ini diharapkan menjadi motor penggerak untuk membangun generasi Bandung Barat yang
lebih cerdas, berkarakter, dan mendukung kemajuan ekonomi kreatif daerah.
Lantas, apa sebenarnya tugas dan tanggung jawab yang harus dijalankan Syahnaz Sadiqah sebagai Bunda PAUD?
Figur Sentral Pendidikan Anak Usia Dini
Syahnaz sebagai Bunda PAUD Kabupaten kini menjadi tokoh sentral sekaligus figur "ibu" dalam gerakan PAUD berkualitas.
Tugas utamanya adalah memotivasi masyarakat serta memastikan akses layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang inklusif, berkualitas, dan menyeluruh dapat dinikmati oleh seluruh anak di
Bandung Barat.
Predikat Bunda PAUD sendiri merupakan posisi strategis yang diberikan kepada istri kepala daerah atau tokoh yang ditunjuk sebagai penggerak utama dalam pembinaan layanan pendidikan anak usia 0-8 tahun.
Daftar Tugas Strategis Syahnaz Sadiqah
Berdasarkan pedoman PAUDPEDIA Kemendikdasmen, berikut adalah rincian tugas berat yang menanti Syahnaz Sadiqah di Bandung Barat:
1. Advokasi dan Kebijakan
Syahnaz memiliki peran untuk mendorong pemerintah daerah dan pemerintah desa agar menjadikan layanan PAUD sebagai program prioritas.
Termasuk di dalamnya mendukung program wajib belajar prasekolah satu tahun serta pencegahan stunting pada anak.
2. Koordinasi dan Kemitraan
Membangun sinergi lintas sektor menjadi kunci. Syahnaz diharapkan mampu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, Posyandu, PKK, hingga tokoh masyarakat.
Selain itu, ia bertugas mengukuhkan Bunda PAUD tingkat kecamatan dan membentuk Kelompok Kerja
(Pokja) Bunda PAUD.
3. Pembinaan dan Pengawasan
Melakukan pemantauan langsung ke satuan-satuan PAUD untuk memastikan lingkungan belajar yang ramah anak dan bermutu.
Syahnaz juga wajib menyusun rencana program kerja tahunan dan melaporkan perkembangannya
secara berkala.
4. Kesejahteraan Guru dan Sarana Prasarana
Salah satu poin krusial adalah melakukan advokasi agar ada peningkatan dukungan anggaran (APBD) bagi kesejahteraan, kualifikasi, dan perlindungan guru PAUD.
Tak hanya itu, pemenuhan sarana dan prasarana sekolah yang sesuai standar juga menjadi fokus utamanya.
Membangun Generasi Emas dari Bandung Barat
Kehadiran Syahnaz sebagai figur publik diharapkan mampu meningkatkan partisipasi
orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Dengan pengaruh yang dimilikinya, ia diharapkan dapat mensosialisasikan pentingnya pendidikan
prasekolah secara lebih luas dan menarik.
Amanah ini bukan sekadar gelar seremonial, melainkan dedikasi untuk memastikan masa depan anak-anak di Kabupaten Bandung Barat mendapatkan pondasi pendidikan yang kuat melalui penyelenggaraan PAUD yang Holistik Integratif.