- Panitia masjid perlu menyusun agenda peringatan Maulid Nabi agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib dan khidmat.
- Rangkaian acara umumnya meliputi pembukaan, pembacaan Al-Qur'an, berbagai sambutan, pembacaan selawat, tausiah, serta doa bersama.
- Penyusunan jadwal yang jelas bertujuan agar jamaah merasa nyaman dan kegiatan berlangsung sesuai dengan rencana awal.
Suara.com - Susunan acara Maulid Nabi di masjid perlu dipersiapkan dengan baik. Tujuannya agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, khidmat, dan sesuai dengan tujuan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Penyusunan agenda yang teratur juga membantu panitia mengatur waktu sehingga setiap kegiatan dapat berlangsung tanpa mengurangi kesempatan jamaah untuk mengikuti acara dengan nyaman.
Rangkaian Maulid Nabi umumnya memadukan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan, selawat, tausiah, serta doa sebagai bentuk penghormatan dan upaya meneladani kehidupan Rasulullah SAW.
Dengan susunan yang jelas, jamaah dapat mengetahui alur kegiatan sejak acara dimulai hingga ditutup sehingga peringatan Maulid Nabi dapat berlangsung lebih terarah.
Contoh susunan acara berikut dapat digunakan panitia dan disesuaikan dengan kondisi masjid, jumlah jamaah, serta durasi kegiatan.
1. Pembukaan
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara sebagai tanda dimulainya peringatan Maulid Nabi.
Pembawa acara dapat menyampaikan salam, mengajak jamaah membaca basmalah, kemudian menjelaskan secara singkat rangkaian kegiatan yang akan berlangsung.
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh qari atau qariah yang telah ditunjuk. Pilihan ayat dapat disesuaikan dengan tema kegiatan dan diharapkan menjadi pengantar yang menenangkan sebelum memasuki agenda berikutnya.
3. Sambutan Ketua Panitia
Ketua panitia menyampaikan sambutan yang berisi ucapan terima kasih kepada jamaah, tamu undangan, pengisi acara, serta pihak yang membantu penyelenggaraan kegiatan. Sambutan juga dapat memuat tujuan pelaksanaan Maulid Nabi dan harapan terhadap manfaat acara bagi masyarakat.
4. Sambutan Pengurus Masjid atau Tokoh Masyarakat
Agenda berikutnya dapat diisi dengan sambutan dari ketua takmir masjid, tokoh masyarakat, atau perwakilan pihak yang menaungi kegiatan. Bagian ini dapat menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kebersamaan dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
5. Pembacaan Selawat atau Maulid
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pembacaan selawat atau maulid yang dipimpin oleh ustaz, kelompok pengajian, atau tim yang telah ditentukan panitia. Jamaah dapat mengikuti pembacaan tersebut secara bersama-sama sesuai tata cara yang telah disiapkan.
6. Ceramah atau Tausiah Maulid Nabi
Tausiah menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan Maulid Nabi karena memberikan kesempatan kepada jamaah untuk memahami keteladanan Rasulullah SAW.
Penceramah dapat membawakan materi mengenai akhlak, kepemimpinan, kepedulian terhadap sesama, kehidupan keluarga, atau nilai-nilai Rasulullah yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
7. Doa Bersama
Setelah tausiah selesai, acara dapat dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustaz atau tokoh agama. Doa menjadi bagian penutup kegiatan inti sekaligus momentum bagi jamaah untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kebaikan bagi keluarga serta masyarakat.
8. Penutup
Pembawa acara menyampaikan bahwa seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi telah selesai, kemudian mengajak jamaah mengucapkan hamdalah. Jika panitia menyediakan konsumsi, pembagian makanan dapat dilakukan setelah acara resmi ditutup agar berlangsung tertib.
Susunan tersebut dapat dibuat lebih sederhana apabila kegiatan berlangsung dalam waktu singkat atau diperluas dengan agenda tambahan, seperti penampilan anak-anak, pembacaan puisi Islami, santunan anak yatim, atau kegiatan sosial lainnya.
Hal terpenting dalam menyusun acara Maulid Nabi di masjid adalah memastikan setiap kegiatan memiliki alokasi waktu yang jelas dan tetap mengutamakan suasana khidmat, kebersamaan, serta pesan keteladanan Rasulullah SAW.