- Desle Magnum adalah sepatu lari lokal seharga Rp480.000 yang menawarkan rentang ukuran besar hingga 47.
- Sepatu ini dilengkapi berbagai teknologi sol dan material khusus untuk menunjang kenyamanan serta kestabilan saat berlari.
- dr. Tirta menilai Desle Magnum sangat cocok digunakan untuk latihan lari jarak jauh seperti easy run.
Suara.com - Pilihan sepatu lari lokal untuk pria dengan ukuran kaki besar atau big size masih tergolong terbatas.
Desle Magnum hadir sebagai salah satu sepatu lari lokal yang menawarkan rentang ukuran hingga 47 sehingga dapat menjadi alternatif bagi pelari dengan kaki berukuran besar.
Menariknya, sepatu ini tidak hanya mengandalkan pilihan ukuran yang luas, tetapi juga dibekali sejumlah teknologi untuk menunjang kenyamanan, kestabilan, dan daya tahan ketika digunakan berlari.
dr. Tirta turut memberikan penilaian terhadap Desle Magnum melalui kanal YouTube Tirta PengPengPeng, termasuk mengenai konstruksi outsole, karakter pijakan, hingga kecocokannya untuk berbagai gaya foot strike.
Detail Sepatu Lari Desle Magnum

Desle Magnum merupakan sepatu running lokal dengan harga Rp480.000 yang dirancang untuk memberikan kombinasi kenyamanan, stabilitas, dan responsivitas saat berlari.
Salah satu keunggulan yang cukup menarik perhatian adalah pilihan ukurannya yang luas, yakni mulai size 36 hingga 47.
Untuk pria, Desle Magnum tersedia dari ukuran 38 sampai 47, sedangkan ukuran untuk wanita berada pada rentang 36 hingga 41. Rentang tersebut membuatnya cukup relevan bagi pelari yang selama ini kesulitan menemukan sepatu lokal dalam ukuran besar.
Pada bagian outsole, Desle Magnum menggunakan Non-Marking Rubber yang memberikan cengkeraman sekaligus membantu meningkatkan ketahanan permukaan sepatu terhadap gesekan. Solnya juga dilengkapi Stabilizer Plate yang berfungsi membantu menjaga kestabilan kaki ketika berlari.
Bagian midsole menggunakan CellFit Foam yang memberikan bantalan empuk dan responsif untuk membantu meredam benturan ketika kaki menyentuh permukaan.
Teknologi Ultimate Force turut dirancang untuk memberikan dorongan tambahan pada setiap langkah, sementara penggunaan Light TPU menjaga konstruksi sol tetap ringan sekaligus kokoh.
Untuk bagian atas, Desle Magnum menggunakan kombinasi Engineered Mesh yang membantu sirkulasi udara selama berlari.
Sepatu ini juga memiliki Soft Microfiber Collar untuk memberikan rasa lebih lembut di sekitar pergelangan kaki dan membantu mengurangi gesekan.
Review Desle Magnum dari dr. Tirta

Dalam ulasannya di kanal YouTube Tirta PengPengPeng, dr. Tirta terlebih dahulu menyoroti keunggulan Desle Magnum dari sisi pilihan ukuran.
Ia menyebut sepatu tersebut memiliki rentang size 36 hingga 47 dan menilai pilihan ukuran seluas itu masih jarang ditemukan pada produk sepatu lokal.
“Menurutku sepatu lokal yang range-nya seluas itu jarang,” katanya.
Selain ukuran, dr. Tirta mengapresiasi penggunaan material rubber pada outsole Desle Magnum.
Menurutnya, penggunaan rubber pada sepatu lokal tidak selalu umum karena produsen dapat mengurangi biaya produksi dengan memilih material lain, sehingga keberadaan rubber pada sepatu seharga Rp480.000 menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan.
Namun, ia juga memberikan catatan bahwa lapisan rubber pada outsole Desle Magnum tidak terlalu tebal. Meski demikian, keberadaan material tersebut dinilai membantu meningkatkan ketahanan sepatu ketika digunakan secara rutin.
dr. Tirta juga menjelaskan bahwa konstruksi sol Desle Magnum membuatnya relatif fleksibel untuk berbagai pola pendaratan kaki.
Menurut penilaiannya, keberadaan rubber pada area tertentu membuat sepatu ini dapat digunakan oleh pelari dengan gaya heel strike, midfoot, maupun toe strike, termasuk pengguna yang memiliki kecenderungan pronasi.
“Dia aman buat yang toe strike, dia aman juga buat midfoot, dan dia juga aman yang buat pronasi,” katanya.
Pada bagian tengah sol, dr. Tirta menemukan penggunaan TPU plate yang menurutnya sudah menjadi komponen penting pada sepatu lari masa kini. I
a kemudian mengamati karakter midsole Desle Magnum dan menilai konstruksinya cenderung stabil dibandingkan sepatu dengan bentuk sol yang lebih membulat.
Menurut dr. Tirta, karakter tersebut membuat Desle Magnum lebih mengarah pada sepatu untuk easy run dan long run dibandingkan sepatu yang secara khusus mengejar kecepatan.
Ia bahkan menilai penggunaan untuk easy run dalam jarak sekitar 15 hingga 20 kilometer masih memungkinkan.
Aspek lain yang mendapat apresiasi adalah konstruksi bagian belakang sepatu. dr. Tirta memperhatikan bahwa lining pada area heel dibuat lebih minimal, tetapi tetap terdapat bantalan di bagian dalam untuk menjaga kenyamanan.
Material tekstil pada area sekitar engkel juga dinilai membantu mengurangi gesekan yang berpotensi memicu blister.
Sementara itu, kombinasi material mesh dan knit pada upper memberikan keuntungan dari sisi sirkulasi udara. Menurut dr. Tirta, perpaduan tersebut membantu proses penguapan keringat sehingga kaki lebih nyaman ketika sepatu digunakan dalam sesi latihan.