- Tekanan air shower di lantai dua rumah sering melemah akibat gravitasi, posisi toren rendah, dan pipa terlalu banyak belokan.
- Masalah tersebut dapat diatasi dengan membersihkan endapan kotoran, menaikkan posisi toren air, atau menggunakan pompa pendorong khusus.
- Pemasangan pompa pendorong efektif menjaga kestabilan distribusi air dan memastikan seluruh peralatan mandi berfungsi secara optimal.
Suara.com - Mandi setelah seharian beraktivitas memang paling segar jika menggunakan pancuran air hangat dari shower.
Namun, apa jadinya jika air shower di lantai dua rumah Anda tiba-tiba mengalir sangat kecil bahkan hanya berupa tetesan lirih?
Tekanan air yang lemah di lantai atas sering kali membuat aktivitas mandi terganggu dan membuat peralatan seperti water heater tidak bisa bekerja secara optimal karena kekurangan tekanan minimum.
Masalah ini biasa terjadi pada rumah bertingkat di mana distribusi air harus melawan gaya gravitasi bumi.
Mengapa pancuran shower di kamar mandi lantai dua bisa loyo? Tekanan air normal di dalam rumah idealnya berada di kisaran 1 hingga 2 bar agar seluruh aliran tetap lancar.
Sementara itu, alat mandi seperti shower membutuhkan tekanan minimal sekitar 0,7 bar agar pancuran airnya keluar dengan deras dan stabil.
Faktor Penyebab Tekanan Air Shower Kecil
Ketika posisi shower berada di lantai dua, tekanan air alami dari gravitasi akan menurun drastis jika penempatan tandon atau toren air di rumah Anda masih terlalu rendah atau bahkan sejajar dengan ketinggian kamar mandi atas tersebut.
Selain faktor ketinggian toren, penurunan tekanan ini juga dipengaruhi oleh instalasi pipa air yang kurang efisien.
Pemasangan diameter pipa yang tidak sesuai atau jalur pemipaan yang terlalu rumit bisa menjadi dalang utama.
Menurut panduan dari situs resmi produsen penampungan air Penguin:
"Setiap belokan pada jalur pipa dapat menurunkan tekanan air sekitar 0,1 bar".
Jadi, semakin banyak belokan dan sambungan pipa yang dipasang untuk mencapai lantai dua, semakin lemah pula semburan air yang tersisa di ujung shower Anda.
Masalah lain yang kerap mengintai adalah adanya tumpukan kotoran, kerak, dan endapan mineral pada pipa air serta kepala shower, hingga kebocoran tersembunyi pada selang flexible shower.
Mengatasi Tekanan Air Shower Kecil

Lalu, bagaimana cara mengatasi masalah yang mengganggu kenyamanan harian ini?
Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengukur kekuatan pancuran air terlebih dahulu dengan menyalakan shower pada tekanan maksimal dan menampung airnya di sebuah wadah sambil mencatat waktu pengisiannya.
Anda bisa mengulangi pengukuran ini saat tidak ada keran lain yang menyala untuk melihat perbedaannya.
Setelah itu, lakukan pembersihan kepala shower secara rutin. Endapan kapur atau kotoran sering menyumbat lubang-lubang kecil pancuran hand shower maupun head shower.
Selang flexible shower juga harus dirawat dengan baik agar tidak terbentur dinding atau ditarik terlalu keras yang bisa memicu kebocoran.
Langkah kedua, atur ulang posisi toren air Anda. Untuk mendapatkan tekanan air yang kuat tanpa bantuan alat tambahan, letakkan toren air di posisi yang jauh lebih tinggi dari titik shower lantai dua demi memanfaatkan gaya gravitasi bumi secara maksimal.
Jika menaikkan posisi toren dirasa sulit karena keterbatasan struktur dak bangunan, solusi praktis ketiga adalah dengan memasang pompa pendorong air atau pompa booster.
Alat ini dihubungkan langsung ke saluran air utama untuk mendorong air dari tandon atas menuju instalasi pipa lantai dua.
Penggunaan pompa pendorong ini sangat efektif untuk menjaga kestabilan tekanan air di seluruh titik keran rumah, termasuk mengaktifkan sistem pemanas otomatis pada water heater.
Terakhir, pastikan instalasi pemipaan di rumah dibuat seefisien mungkin dengan meminimalkan sambungan berbelok agar distribusi tekanan air mengalir lancar tanpa hambatan berarti.
Berikut adalah dua opsi pompa booster awet biar tekanan air meningkat:
Shimizu PS-128 BIT

- Spesifikasi: 125 W, Head 18 m, flow ±30 L/mnt
- Harga: Rp 800.000 – 950.000
Panasonic GA-130

- Spesifikasi: 125 W Head 14 m, flow ±30 L/mnt
- Harga: Rp 1.100.000 – 1.400.000