Dampak Gempa NTT Meluas Hingga ke Bima, 400 Bangunan Sekolah Dilaporkan Rusak

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:55 WIB
Dampak Gempa NTT Meluas Hingga ke Bima, 400 Bangunan Sekolah Dilaporkan Rusak
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. (Suara.com/Bagas)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian melaporkan sekitar 400 sekolah rusak akibat gempa di NTT dan NTB pada Rabu (19/8/2026).
  • DPR RI dan kementerian terkait telah membentuk Satgas Bencana serta memulai revitalisasi sekolah rusak berat untuk mempercepat pemulihan.
  • Komisi X menekankan pentingnya mendirikan sekolah darurat agar proses belajar mengajar tetap berjalan di tengah gempa susulan.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengungkapkan bahwa ratusan bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat bencana gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini.

Hingga kekinian, tercatat sedikitnya 400 sekolah terdampak gempa NTT, dan jumlah tersebut diprediksi masih akan terus berkembang.

Lalu Hadrian menjelaskan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta pemerintah daerah untuk memutakhirkan data serta mengklasifikasikan tingkat kerusakan bangunan.

"Ya, per hari ini kami sudah menerima data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tentunya serta dari Pemerintah Daerah kurang lebih sekolah yang terdampak itu 400 sekolah kurang lebih per hari ini. Ah ini masih terus berkembang karena kami meminta untuk diklasifikasikan rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan," ujar Lalu di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Lebih lanjut, ia menyebut dampak gempa ternyata meluas hingga ke wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di wilayah Bima.

"Nah saya rasa ini masih terus berkembang karena dampak gempa ini ternyata tidak hanya di Nusa Tenggara Timur, ada sebagian Nusa Tenggara Barat terutama di Kabupaten Bima, kemudian Kota Bima yang mengalami dampak dari terjadinya gempa NTT beberapa waktu yang lalu," tambahnya.

Sebagai langkah cepat, DPR RI bersama pemerintah mulai melakukan upaya revitalisasi bangunan, terutama bagi sekolah yang dikategorikan mengalami kerusakan berat.

Selain infrastruktur, pendataan terhadap personel pendidikan juga menjadi prioritas.

"Nah upaya yang dilakukan hari ini selain memutakhirkan data, tentu langkah-langkah cepat dalam rangka merevitalisasi bahkan membangun kembali bangunan-bangunan yang tergolong bangunan sekolah ini yang tergolong rusak berat itu terus dilakukan. Kemudian di samping melihat bangunan sekolah, kami juga meminta untuk menginventarisir guru, siswa, dan tenaga pendidik lainnya yang terdampak akibat gempa," jelasnya.

baca juga

Lalu Hadrian juga mengonfirmasi bahwa DPR RI telah membentuk Satgas Bencana yang dipimpin langsung oleh pimpinan DPR untuk terjun ke lokasi memberikan bantuan. Hal senada juga dilakukan oleh kementerian terkait pascagempa.

"Sekarang sedang dihitung, tetapi DPR sudah membentuk Satgas Bencana dan langsung dipimpin oleh pimpinan DPR sendiri sudah meninjau langsung ke Nusa Tenggara Timur dan sudah memberikan bantuan. Pemerintah juga melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga sudah turun untuk langsung bergerak memberikan bantuan yang dibutuhkan pasca dari gempa tersebut," tegasnya.

Mengenai kelanjutan proses belajar mengajar, Komisi X menekankan agar pendidikan tidak terhenti meskipun gempa susulan masih terjadi. Solusi sekolah darurat pun disiapkan untuk memastikan anak-anak tetap bisa belajar.

"Ya tentu kami tidak menginginkan adanya bencana ini kemudian pendidikan kita akan terhenti lama. Kami ingin bahwa proses belajar mengajar terus berjalan di saat gempa yang sampai dengan hari ini memang masih berlangsung gempa susulan. Tetapi kami menginginkan baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah agar proses belajar mengajar untuk anak-anak kita yang ada di NTT terus berjalan. Seperti itu," tuturnya.

Terkait teknis sekolah darurat, Lalu Hadrian menyebutkan bahwa penempatannya akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, baik menggunakan tenda maupun mengungsi ke bangunan yang lebih aman.

"Nah jumlah sekolah daruratnya ya tentu menyesuaikan. Kalau ternyata sekolah existing-nya masih bisa dilakukan ya tentu diinventarisir, tetapi lagi-lagi bahwa kami menyarankan agar belajar di sekolah darurat terlebih dahulu. Apakah nanti disiapkan berupa tenda atau ditempatkan di sekolah yang memang tidak terdampak oleh gempa tersebut," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BNPB Siapkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Gempa NTT, Segini Nominalnya

BNPB Siapkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Gempa NTT, Segini Nominalnya

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:44 WIB

Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta

Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:38 WIB

Hari Kelima Gempa NTT, 5 Pesawat TNI AU Bawa 65 Ton Logistik

Hari Kelima Gempa NTT, 5 Pesawat TNI AU Bawa 65 Ton Logistik

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:22 WIB

Gempa NTT Ganggu 91 BTS, XLSMART Percepat Pemulihan hingga Tersisa 5 BTS

Gempa NTT Ganggu 91 BTS, XLSMART Percepat Pemulihan hingga Tersisa 5 BTS

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:17 WIB

253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh

253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Gempa Flores Ganggu Layanan Indosat, IM3 dan Tri Masih Dalam Proses Pemulihan

Gempa Flores Ganggu Layanan Indosat, IM3 dan Tri Masih Dalam Proses Pemulihan

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Pertamina Pastikan Pasokan BBM NTT Aman Usai Gempa, 11 Truk Tangki Dikirim via Kapal Feri

Pertamina Pastikan Pasokan BBM NTT Aman Usai Gempa, 11 Truk Tangki Dikirim via Kapal Feri

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:36 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

×