Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:17 WIB
Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi
Kasman La Jaani saat wisuda Pelita batch 3. (Dok. Harita Nickel)

Suara.com - Di tengah aktivitas industri pengolahan nikel di Pulau Obi, Bahasa Mandarin menjadi salah satu bahasa yang terdengar dalam keseharian, tetapi banyak pekerja yang kesulitan memahaminya.

Tidak demikian bagi Kasman La Jaani yang sudah nyaris mengambil keputusan itu: berhenti dari pelatihan Bahasa Mandarin yang sedang dijalaninya, dan mulai bekerja mencari nafkah.

Sebagai anak bungsu dari Desa Soligi, Pulau Obi, ia merasa gilirannya sudah tiba. Saudara-saudaranya yang lain sudah menikah dan hidup mandiri, dan kini tanggung jawab menafkahi orang tua ada di pundaknya.

"Saya adalah anak yang terakhir, dan anak-anak yang lain sudah menikah semua, jadi saya yang bertanggung jawab untuk orang tua saya. Jadi pada saat itu saya memutuskan untuk berhenti karena saya mau menafkahi orang tua saya," kenang Kasman.

Padahal, saat itu ia baru beberapa bulan menjalani Program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda (PELITA) yang merupakan pelatihan vokasi Bahasa Mandarin yang ia ikuti setelah mendapat informasi dari gurunya di sekolah. Angkatan ketiga PELITA pada 2025 diikuti 22 peserta, dibekali 90 buku modul pembelajaran HSK Level 1 hingga 3; pada akhirnya 15 peserta lulus mencapai HSK Level 3 dan tujuh lainnya HSK Level 2. Dengan bekal tersebut, peserta tidak hanya belajar percakapan sehari-hari, tetapi juga membangun kemampuan Bahasa Mandarin secara bertahap.

Bagi Kasman, perjalanan mengikuti pelatihan selama enam bulan tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesarnya adalah perjalanan menuju tempat pelatihan yang berada di desa terpisah. Ia tidak memiliki kendaraan sehingga harus meminjam kendaraan milik orang lain untuk dapat mengikuti kelas.

Kondisi infrastruktur juga menjadi tantangan tersendiri. Saat hujan turun dan sungai yang dilewati mengalami banjir, perjalanan menuju tempat pelatihan bahkan bisa terhenti.

“Yang pertama, karena saya kan tidak mempunyai kendaraan. Jadi, saya itu pinjam kepada orang lain untuk dapat sampai ke kelas ini. Yang kedua adalah infrastruktur yang ada,” tuturnya.

Tantangan tersebut kemudian bertambah ketika kondisi ekonomi keluarga membuat Kasman harus mempertimbangkan kembali keputusannya untuk mengikuti pelatihan. 

baca juga

Ketika Tim CSR Datang ke Rumah

Keputusan tersebut kemudian diketahui oleh tim Corporate Social Responsibility (CSR) Harita Nickel. Tim berdialog dengan Kasman dan orang tuanya, sekaligus memberikan gambaran mengenai peluang yang bisa terbuka dari kemampuan Bahasa Mandarin.

“Kakak-kakak CSR itu datang ke rumah saya dan meyakinkan saya dan orang tua saya bahwa Bahasa Mandarin itu sangat penting, sehingga orang tua saya itu lebih menyemangati saya, bahkan sudah membiarkan saya untuk ikut Bahasa Mandarin agar peluang kerjanya semakin besar untuk menafkahi dia,” kata Kasman.

Dukungan tersebut membuat Kasman kembali ke ruang kelas. Ia kemudian menyelesaikan pelatihan bersama peserta lainnya dan menjadi salah satu dari 22 peserta yang berhasil lulus.

Bahasa yang Kini Jadi Alat Kerja Sehari-hari

Motivasi awal Kasman sebenarnya sederhana: ia melihat Bahasa Mandarin sebagai keterampilan yang bisa membuka peluang karier yang lebih besar. "Saya percaya, dengan kita bisa berbahasa Mandarin, otomatis peluang kita untuk ke depannya akan semakin besar," katanya.

Keyakinan itu kini terbukti. Di tengah aktivitas industri pengolahan nikel Pulau Obi, tempat Bahasa Mandarin terdengar dalam keseharian, namun sulit dipahami banyak pekerja lokal, Kasman berperan sebagai translator di Departemen Occupational Health and Safety Harita Nickel. Bahasa yang dulu sempat ia relakan demi menafkahi keluarga, kini justru menjadi alat kerjanya setiap hari: menjembatani instruksi dan komunikasi antara pekerja lokal dan rekan kerja berbahasa Mandarin, termasuk soal keselamatan kerja.

"Saya senang bahwa saya bisa berkomunikasi langsung dengan semua orang di sini. Saya mengetahui apa yang mereka bicarakan, dengan bahasa Mandarin sekalipun," ujarnya.

Bagi Kasman, jalan panjang yang nyaris ia tinggalkan itu kini menjadi bukti bahwa asalnya bukan penghalang. "Saya akan membuktikan kepada orang-orang di luar sana bahwa kami sebagai anak Obi, putra daerah, bahwa kami bisa menunjukkan yang terbaik kepada orang sekitar maupun kepada perusahaan yang ada di sini," tuturnya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Harita Nickel (NCKL): Pemilik, Kinerja Perusahaan dan Saham

Profil Harita Nickel (NCKL): Pemilik, Kinerja Perusahaan dan Saham

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Harita Nickel Dukung Pemkab Halsel Perkuat Akses Air Bersih di Desa Kawasi

Harita Nickel Dukung Pemkab Halsel Perkuat Akses Air Bersih di Desa Kawasi

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:18 WIB

Pendapatan Harita Nickel (NCKL) Naik 21,2 Persen di Semester I 2026

Pendapatan Harita Nickel (NCKL) Naik 21,2 Persen di Semester I 2026

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Harita Nickel Kembangkan Pendekatan Pengelolaan Tailing Sesuai Karakteristik Indonesia

Harita Nickel Kembangkan Pendekatan Pengelolaan Tailing Sesuai Karakteristik Indonesia

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:28 WIB

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×