Saat Membeli Rumah, Mengapa Jejak Karbon Sering Tak Jadi Pertimbangan?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:06 WIB
Saat Membeli Rumah, Mengapa Jejak Karbon Sering Tak Jadi Pertimbangan?
Ilustrasi Perumahan Komersial (dok.Pexels/ Nazim Zafri)

Suara.com - Ketika mencari rumah, calon pembeli biasanya memperhatikan harga, luas bangunan, jumlah kamar tidur, kamar mandi, hingga lokasi. Namun, ada satu informasi yang kerap luput dari pertimbangan: seberapa besar jejak karbon rumah tersebut.

Padahal, keputusan membeli rumah bukan hanya menentukan tempat tinggal, tetapi juga kebutuhan energi dan pola perjalanan penghuninya selama bertahun-tahun. Rumah yang membutuhkan banyak energi untuk pendinginan, misalnya, dapat menghasilkan emisi lebih besar. Begitu pula rumah yang berada jauh dari tempat kerja dan membuat penghuninya harus lebih sering menggunakan kendaraan.

Di Kanada, sekitar 18 persen emisi karbon berasal dari bangunan. Kondisi ini mendorong sejumlah peneliti menguji sejauh mana faktor keberlanjutan memengaruhi keputusan seseorang ketika membeli rumah.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Building and Environment dengan judul “Do homebuyers prioritize sustainability? Examining the GHG emission impact of housing choices” dilakukan terhadap 317 warga Ottawa pada musim gugur 2024.

Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan pendapatan. Mereka kemudian diperlihatkan 10 daftar properti di wilayah Ottawa dengan harga yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing kelompok.

Daftar tersebut dibuat menyerupai iklan properti pada situs real estat, lengkap dengan foto, harga, lokasi, perkiraan luas bangunan, jumlah kamar tidur dan kamar mandi, serta usia rumah.

Namun, informasi mengenai peringkat energi, perkiraan jejak karbon, dan kinerja energi rumah sengaja tidak dicantumkan.

Peneliti kemudian memperkirakan konsumsi energi tahunan dan emisi gas rumah kaca dari setiap rumah, termasuk emisi yang berasal dari perjalanan pulang-pergi penghuni.

Hasilnya menunjukkan mayoritas peserta justru memilih rumah dengan jejak karbon lebih tinggi.

baca juga

Rumah yang dipilih menghasilkan sekitar 6,93 ton emisi karbon per tahun. Sementara itu, pilihan dengan emisi paling rendah hanya menghasilkan sekitar 1,6 ton per tahun.

Artinya, emisi rumah yang dipilih peserta lebih dari empat kali lipat dibandingkan pilihan dengan emisi terendah.

Sebanyak 54% peserta mengatakan efisiensi energi sama sekali tidak memengaruhi keputusan mereka. Mereka lebih banyak mempertimbangkan harga, lingkungan sekitar, dan luas bangunan. Sebagian lainnya melihat pajak properti serta biaya kondominium.

Temuan tersebut tidak berarti calon pembeli rumah tidak peduli terhadap perubahan iklim. Peneliti melihat keputusan membeli rumah sebagai persoalan yang kompleks. Harga dan kebutuhan ruang tetap menjadi pertimbangan utama, terutama ketika seseorang harus menyesuaikan pilihan dengan kemampuan finansial.

Persoalannya, informasi mengenai konsumsi energi dan emisi rumah belum tersedia secara mudah bagi calon pembeli.

Karena itu, peneliti mengusulkan label standar untuk properti hunian. Label tersebut dapat mencantumkan perkiraan penggunaan energi tahunan, emisi gas rumah kaca, dan biaya energi. Informasi itu dapat dilengkapi dengan usia serta kondisi sistem utama bangunan.

Dengan informasi tersebut, pembeli dapat membandingkan bukan hanya harga rumah ketika transaksi dilakukan, tetapi juga perkiraan biaya dan dampak lingkungan dalam jangka panjang.

Transparansi ini juga dapat mendorong pemilik rumah memperbaiki bangunan yang boros energi agar lebih menarik bagi calon pembeli.

Data untuk membuat label tersebut sebenarnya sudah tersedia. Informasi mengenai ukuran, usia, jenis, dan lokasi bangunan, misalnya, dapat digunakan untuk memperkirakan konsumsi energi, emisi, serta biaya operasional rumah.

Sejumlah negara telah menerapkan pendekatan serupa. Uni Eropa mewajibkan sertifikat kinerja energi ketika rumah dijual atau disewakan dan informasi tersebut dicantumkan dalam iklan properti. Kanada juga tengah mengembangkan pendekatan nasional untuk pelabelan kinerja rumah.

Pada akhirnya, harga, luas, dan lokasi tetap akan menjadi pertimbangan penting ketika seseorang membeli rumah. Namun, calon pembeli juga membutuhkan informasi yang lebih lengkap mengenai berapa banyak energi yang digunakan, berapa besar emisi yang dihasilkan, dan berapa biaya yang mungkin muncul selama rumah tersebut dihuni.

Dengan begitu, jejak karbon tidak lagi menjadi informasi yang tersembunyi dalam salah satu keputusan finansial terbesar dalam hidup seseorang.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelayanan JKN Cepat dan Mudah, Titik Rasakan Manfaat Saat Anak Dirawat

Pelayanan JKN Cepat dan Mudah, Titik Rasakan Manfaat Saat Anak Dirawat

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Rumah Subsidi Danantara Tersebar di Jawa hingga Luar Jawa, Ada di Bekasi dan Sumbawa

Rumah Subsidi Danantara Tersebar di Jawa hingga Luar Jawa, Ada di Bekasi dan Sumbawa

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli: Kesalahan Administrasi Tak Batalkan Status Tersangka

Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli: Kesalahan Administrasi Tak Batalkan Status Tersangka

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Terkini

KSPI Terima UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Wanti-wanti 3 Celah yang Bisa Rugikan Buruh

KSPI Terima UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Wanti-wanti 3 Celah yang Bisa Rugikan Buruh

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Penasihat Prabowo Khawatir UU Perlindungan Ketenagakerjaan Buka Celah Magang Jadi Outsourcing

Penasihat Prabowo Khawatir UU Perlindungan Ketenagakerjaan Buka Celah Magang Jadi Outsourcing

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Pintu Pemakzulan Terbuka, Begini Alur Konstitusional Copot Gibran Usai Putusan MK

Pintu Pemakzulan Terbuka, Begini Alur Konstitusional Copot Gibran Usai Putusan MK

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Wapres Gibran Usai Putusan MK soal Ijazah SMA

Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Wapres Gibran Usai Putusan MK soal Ijazah SMA

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:16 WIB

28 Tahun Bank Mandiri, Selalu Hadir bagi Masyarakat dan Tumbuh Bersama Majukan Indonesia

28 Tahun Bank Mandiri, Selalu Hadir bagi Masyarakat dan Tumbuh Bersama Majukan Indonesia

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Belajar dari Sejarah: Membedah Canggihnya Pengorganisasian Akar Rumput PKI

Belajar dari Sejarah: Membedah Canggihnya Pengorganisasian Akar Rumput PKI

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Haji Isam Ingin Kuasai BYAN, Tiba-tiba Ada Transaksi Rp26 Triliun di Pasar Nego

Haji Isam Ingin Kuasai BYAN, Tiba-tiba Ada Transaksi Rp26 Triliun di Pasar Nego

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Sedih Jika Harga Minyak Turun, Adik Presiden Prabowo: Enggak Apa-apa, Masih Cuan

Sedih Jika Harga Minyak Turun, Adik Presiden Prabowo: Enggak Apa-apa, Masih Cuan

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Bahlil Ungkap Struktur Kemenko Hilirisasi Belum Rampung

Bahlil Ungkap Struktur Kemenko Hilirisasi Belum Rampung

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Tayang 18 Oktober, Ashida Mana Bintangi Extraordinary Attorney Minami

Tayang 18 Oktober, Ashida Mana Bintangi Extraordinary Attorney Minami

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:10 WIB

×