Harita Nickel Kembangkan Pendekatan Pengelolaan Tailing Sesuai Karakteristik Indonesia

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:28 WIB
Harita Nickel Kembangkan Pendekatan Pengelolaan Tailing Sesuai Karakteristik Indonesia
Fasilitas pengolahan HPAL Harita Nickel. (Dok: Harita Nickel)

Suara.com - Pengelolaan tailing menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perkembangan industri pengolahan nikel berbasis High Pressure Acid Leaching (HPAL). Besarnya volume sisa hasil pengolahan, ditambah karakteristik Indonesia yang memiliki curah hujan tinggi dan rawan gempa membuat penerapan sistem penyimpanan membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan negara lain. Di sisi lain, kondisi tersebut juga mendorong lahirnya berbagai inovasi, baik dalam pengelolaan maupun pemanfaatan sisa hasil pengolahan di masa depan.

“Dry stacking memang telah terbukti diterapkan di berbagai negara, tetapi mengoperasikannya secara aman di wilayah tropis dengan curah hujan tinggi dan aktivitas seismik seperti Indonesia membutuhkan perpaduan teknologi dan keahlian yang sangat spesifik," ujar VP of ESG Transformation Harita Nickel, Zahedi Zakaria.  

Pada umumnya, kadar nikel dalam bijih limonit hanya berkisar 0,8–1,5 persen. Artinya, sebagian besar material yang diolah akan menjadi sisa hasil pengolahan setelah kandungan nikelnya dipisahkan. Besarnya volume tersebut membuat pengelolaan tailing menjadi salah satu aspek paling krusial dalam operasional fasilitas HPAL.

Filter press untuk memisahkan fraksi padat dan cair dari tailing HPAL. (Dok: Harita Nickel)
Filter press untuk memisahkan fraksi padat dan cair dari tailing HPAL. (Dok: Harita Nickel)

Salah satu pendekatan yang kini semakin banyak diterapkan dalam pengelolaan tailing adalah Dry Stack Tailings (DST). Berbeda dengan metode penyimpanan tailing konvensional, DST menempatkan tailing yang telah melalui proses pengurangan kadar air (dewatering) sehingga memiliki karakteristik yang lebih stabil untuk ditata dan dipadatkan secara bertahap. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan aspek keselamatan sekaligus mendukung pengelolaan tailing yang lebih bertanggung jawab.

Namun, berbeda dengan banyak negara lain yang telah lebih dahulu menerapkan pendekatan ini, Indonesia memiliki karakteristik berupa curah hujan tinggi, iklim tropis, serta aktivitas kegempaan yang tinggi. Kondisi tersebut membuat penerapan dry stacking di Indonesia tidak cukup hanya mengadopsi teknologi yang telah digunakan di negara lain.

Sebagai salah satu perusahaan yang menerapkan DSTF, Harita Nickel mengembangkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan sistem filtrasi. Menurut Zahedi, fasilitas tersebut juga didukung pengelolaan kadar air, rekayasa penempatan dan pemadatan material, sistem pengelolaan air yang efektif, serta pemantauan geoteknik secara berkelanjutan guna menjaga kinerja fasilitas dalam jangka panjang.

"Kami tidak sekadar membeli teknologi yang sudah tersedia di pasar. Kami mengembangkan solusi pengelolaan kadar air (moisture management) dan metode pemadatan material yang harus dapat bekerja secara optimal, bahkan dalam kondisi musim hujan dengan curah hujan tinggi." kata Zahedi.

Tantangan lainnya adalah proses lokalisasi pengetahuan dan pengembangan kapasitas operator. Menurutnya, operator perlu membangun keahlian teknis di dalam perusahaan, tidak hanya bergantung pada kontraktor eksternal. Ia juga menilai semakin cepat pelaku industri berbagi pengalaman dan pengetahuan yang sesuai dengan karakteristik lokal, semakin cepat pula dry stacking dapat menjadi standar dalam pengelolaan tailing di Indonesia.

Filter press untuk memisahkan fraksi padat dan cair dari tailing HPAL. (Dok: Harita Nickel)
Filter press untuk memisahkan fraksi padat dan cair dari tailing HPAL. (Dok: Harita Nickel)

Sirkular Ekonomi

baca juga

Zahedi turut menjelaskan, pengelolaan sisa hasil pengolahan perlu diarahkan pada pendekatan yang lebih sirkular.

Harita Nickel saat ini tengah mengeksplorasi berbagai potensi pemanfaatan sisa hasil pengolahan HPAL seperti pengembangan fasilitas yang memungkinkan pemanfaatan kandungan besi yang masih terdapat pada tailing sebagai bahan baku bernilai tambah. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi volume sisa hasil pengolahan yang perlu dikelola, tetapi juga turut berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.

"Sebagai industri, kita perlu berhenti memandang sisa hasil pengolahan HPAL hanya sebagai material yang harus disimpan, dan mulai melihatnya sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Alternatif terbaik dari penyimpanan adalah ekonomi sirkular," katanya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi

Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:44 WIB

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:15 WIB

Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara

Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 12:04 WIB

Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah

Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:04 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×