- Bangkok raih peringkat pertama sebagai kota Workcation terbaik di dunia.
- Kebijakan Work from Anywhere efektif tingkatkan produktivitas dan keseimbangan hidup pekerja.
- Koneksi internet stabil menjadi syarat mutlak dalam memilih destinasi bekerja.
Suara.com - Bangkok resmi menduduki posisi pertama sebagai destinasi Workcation terbaik di dunia untuk tahun 2026. Prestasi ini dirilis melalui edisi keempat Indeks Work from Anywhere yang disusun oleh IWG, mengukuhkan dominasi ibu kota Thailand tersebut di kancah global.
Pencapaian ini mencerminkan keunggulan Bangkok sebagai kota global yang menawarkan keterjangkauan biaya hidup dan konektivitas tinggi. Selain itu, kota ini juga memiliki daya tarik yang kuat sebagai salah satu pusat perjalanan utama bagi para pelancong internasional.
Faktor Penentu Kota Workcation Ideal
Peringkat indeks ini disusun berdasarkan sejumlah indikator penting yang dirancang khusus untuk menilai kelayakan sebuah kota bagi pekerja nomaden.
Beberapa faktor utama tersebut meliputi kondisi iklim, kecepatan internet, kualitas akomodasi, hingga kelancaran sistem transportasi umum.
Selain infrastruktur dasar, aspek gaya hidup seperti ragam kuliner, kekayaan budaya, dan ketersediaan ruang kerja fleksibel juga menjadi pertimbangan penting.
Indikator-indikator ini selaras dengan temuan riset IWG yang menyoroti peningkatan popularitas tren bekerja sambil bepergian.
Daftar 10 Kota Workcation Terbaik 2026
Pada edisi sebelumnya, gelar kota Workcation terbaik sempat dipegang secara bergantian oleh Barcelona, Budapest, dan Tokyo. Kini, posisi teratas tersebut telah diambil alih oleh Bangkok.
Berikut adalah sepuluh kota yang dinilai paling ideal bagi para pekerja jarak jauh pada tahun 2026:
- Bangkok
- Tokyo
- Barcelona
- Porto
- Vancouver
- Budapest
- Naples
- Medellin
- Lisbon
- Seoul
Keberagaman destinasi dalam daftar ini membuktikan bahwa pekerja masa kini mencari lokasi yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan indah.
Kota-kota yang masuk ke dalam sepuluh besar tersebut mampu memadukan kebutuhan kerja praktis dengan pengalaman gaya hidup yang memuaskan.
Tren Kebijakan Work from Anywhere
Penelitian yang diprakarsai oleh IWG menemukan bahwa 51 persen perusahaan kini telah mengadopsi kebijakan Work from Anywhere (WFA). Langkah progresif ini terbukti memberikan dampak yang sangat positif bagi para tenaga kerja modern.
Sebanyak 90 persen karyawan merasa bahwa sistem kerja jarak jauh ini sukses meningkatkan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan mereka.
Lebih dari itu, 80 persen responden bahkan menyatakan bahwa fleksibilitas ini turut mendongkrak tingkat produktivitas harian mereka secara signifikan.
Kebijakan ini juga memiliki pengaruh besar terhadap keputusan karier seorang profesional. Tercatat sebanyak 62 persen responden bersedia mempertimbangkan tawaran pindah kerja demi mendapatkan kebijakan WFA yang lebih menguntungkan.
Durasi Perjalanan Semakin Panjang
Adanya fleksibilitas dalam bekerja membuat banyak orang mulai mengubah pola perjalanan wisata mereka. Hampir separuh atau sekitar 48 persen pekerja berencana untuk memperpanjang masa liburan mereka pada 2026 agar bisa tetap bekerja dari jarak jauh.
Tren ini sebenarnya sudah mulai terbentuk di kalangan para profesional saat ini. Sebanyak 43 persen pekerja mengaku pernah menuntaskan kewajiban profesional mereka dari lokasi liburan tanpa harus memotong jatah cuti tahunan.
Alasan utama di balik tren ini adalah keinginan untuk mencegah kelelahan mental, sebagaimana disebutkan oleh 54 persen responden.
Faktor lainnya meliputi keinginan untuk berkumpul bersama keluarga serta tekanan biaya hidup yang membuat mereka memilih bekerja dari lokasi dengan biaya lebih terjangkau.
Konektivitas dan Harapan Karyawan
Koneksi internet yang andal masih menjadi prioritas utama bagi 38 persen responden saat memilih destinasi untuk bekerja. Kebutuhan akan Wi-Fi yang stabil ini bahkan mengalahkan faktor lain seperti kualitas akomodasi dan makanan yang hanya dipilih oleh 12 persen pekerja.
Meskipun tren ini terus berkembang, data menunjukkan bahwa karyawan tetap mengharapkan adanya pedoman tertulis yang jelas mengenai Workcation dari tempat mereka bekerja.
Sebanyak 44 persen pekerja merasa lebih termotivasi jika ada jaminan bahwa bekerja saat liburan tidak akan merugikan penilaian kinerja mereka di kantor.
"Kami melihat semakin banyak pekerja yang memperpanjang perjalanan mereka untuk bekerja secara jarak jauh atau memilih menghabiskan waktu lebih lama di luar negeri sebagai pekerja jarak jauh atau digital nomad. Berkat sistem kerja hibrida dan teknologi cloud, karyawan kini memiliki kebebasan untuk bekerja di mana pun dan kapan pun yang paling sesuai bagi mereka, baik itu di ruang kerja fleksibel lokal maupun di pusat coworking di belahan dunia lain. Bagi banyak orang, masa-masa perjalanan panjang untuk pulang-pergi kerja setiap hari telah berakhir, dan kini ada lebih banyak kebebasan untuk bekerja di lokasi-lokasi baru," ungkap Mark Dixon, Executive Chairman and Founder of IWG.
"Tren ini akan terus berlanjut seiring semakin banyak perusahaan menerapkan kebijakan kerja fleksibel dan WFA dalam jangka panjang, khususnya selama periode liburan. Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi serta mengurangi kelelahan, tetapi juga memberikan peningkatan produktivitas yang signifikan." lanjutnya.