Riset Terbaru Ungkap Dampak Teknologi AI Terhadap Pilihan Pekerjaan Gen Z

Agung Pratnyawan

Senin, 27 Juli 2026 | 13:55 WIB
Riset Terbaru Ungkap Dampak Teknologi AI Terhadap Pilihan Pekerjaan Gen Z
Ilustrasi gen z (Pexels/George Pak)
baca 10 detik
  • Generasi Z kini mengadopsi karier portofolio untuk meraih pendapatan ganda.
  • Otomasi teknologi AI mengubah arah pekerjaan profesional muda di masa depan.
  • Sistem kerja hybrid berhasil meminimalkan waktu perjalanan harian bagi pekerja.

Suara.com - Generasi Z atau Gen Z kini mulai mendefinisikan ulang standar perjalanan karier mereka melalui adopsi kecerdasan buatan atau teknologi AI dan sistem kerja hybrid.

Hal ini terungkap dari riset terbaru International Workplace Group (IWG) mengenai tren karier portofolio bagi profesional muda di dunia kerja.

Model jenjang karier linier tradisional perlahan mulai ditinggalkan oleh pekerja muda yang lebih memilih mencari beragam peluang baru.

Mereka kini proaktif menggabungkan pekerjaan utama dengan berbagai peran tambahan hingga wirausaha untuk menjaga stabilitas dan ketahanan finansial.

Berdasarkan studi IWG terhadap pekerja di Inggris, sebanyak 33 persen responden dari Generasi Z telah memiliki atau mempertimbangkan pekerjaan sampingan.

Faktor pendorong utama bagi 48 persen responden adalah tingginya kebutuhan biaya hidup, tekanan inflasi, dan utang pendidikan.

Kehadiran inovasi teknologi kecerdasan buatan turut menjadi katalis utama dalam pergeseran gaya dan sistem bekerja generasi masa kini.

Sekitar 55 persen responden bahkan meyakini bahwa teknologi otomasi tersebut akan mengubah arah peta karier mereka secara signifikan.

Meski AI makin mengambil alih tugas teknis, keterampilan esensial manusia dinilai justru semakin berharga dan dicari oleh perusahaan.

baca juga

Sebanyak 90 persen pemimpin sumber daya manusia menyatakan bahwa kegagalan memprioritaskan kemampuan manusia dapat menghambat laju inovasi bisnis.

Teknologi AI dinilai masih memiliki keterbatasan fundamental dalam interaksi emosional di ruang lingkup kerja profesional yang kompleks.

Sekitar 65 persen pemimpin sepakat AI tidak mampu meniru empati, sementara 53 persen menganggap kepemimpinan tetap menjadi ranah eksklusif manusia.

Selain adaptasi teknologi, potensi pendapatan finansial tetap menjadi motivasi utama bagi Gen Z dalam mengambil keputusan terkait pekerjaan.

Alih-alih bertahan lama di satu tempat, mereka kini menerapkan strategi berpindah antarperan atau industri demi meningkatkan kompensasi.

Data lapangan menunjukkan bahwa 43 persen profesional muda telah berpindah pekerjaan sebanyak dua hingga tiga kali dalam tiga tahun terakhir.

Tiga puluh persen di antaranya mengakui secara terbuka bahwa motivasi utama kepindahan tersebut adalah untuk mendapatkan penawaran gaji yang lebih tinggi.

Selain urusan finansial, jarak tempuh harian menuju area kantor kini menjadi pertimbangan amat kritis bagi ketersediaan waktu tenaga kerja muda.

Sebanyak 65 persen Gen Z mengaku enggan merintis usaha sampingan jika mereka diwajibkan menghabiskan banyak waktu di perjalanan.

Penerapan model kerja hybrid dianggap sukses memberikan kendali waktu yang lebih baik bagi mobilitas para profesional muda.

Riset mencatat 24 persen pekerja merasa sistem ini mengurangi durasi perjalanan sehingga mereka bisa fokus pada proyek pribadi di rumah.

Lebih lanjut, 20 persen pekerja merasa sistem fleksibel memungkinkan penjajakan karier baru tanpa meninggalkan posisi utama mereka di perusahaan.

Sementara itu, 21 persen lainnya menyatakan kemudahan ini membuka peluang kolaborasi dengan tenaga profesional dari luar industri inti mereka.

Tren keengganan menempuh perjalanan jauh ini diprediksi akan terus berlanjut hingga generasi Alpha mulai masuk ke panggung industri.

Merespons permintaan ruang kerja pinggiran kota, IWG selaku penyedia ruang kerja fleksibel telah menambah 1.100 lokasi baru sepanjang tahun 2025.

Melihat fenomena dinamika karier ini, Yoga Priyautama, Country Manager IWG Indonesia memberikan penjelasannya mengenai adaptasi generasi muda. Ia menilai pekerja saat ini merespons kemajuan teknologi dengan membentuk ketahanan finansial berbasis keterampilan.

Generasi Z memasuki dunia kerja di tengah periode transformasi yang signifikan. Dengan AI yang semakin cepat mengubah berbagai industri dan peran pekerjaan, mereka beradaptasi dengan mengembangkan keterampilan baru, membangun beragam sumber penghasilan, serta menciptakan karier portofolio untuk memperkuat nilai tambah mereka," ungkap Yoga.

Yoga juga menambahkan bahwa fleksibilitas ekosistem kerja memegang peran esensial dalam membantu generasi muda memaksimalkan waktu mereka.

Terpangkasnya durasi perjalanan membuat pekerja bisa menyalurkan energi untuk peningkatan kualitas sumber daya individu.

"Generasi ini merupakan generasi yang ambisius dan memiliki etos kerja yang tinggi. Model kerja yang lebih fleksibel membantu mereka mengembangkan potensi diri yang lebih besar," jelasnya.

"Dengan mengurangi waktu perjalanan harian yang panjang dan memungkinkan orang bekerja lebih dekat dengan rumah, hal ini memberikan para profesional muda kemampuan untuk meningkatkan keterampilan, berkolaborasi, dan membuka peluang baru,” pungkas Yoga mengakhiri keterangannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset Terbaru: Kecerdasan Buatan Jadi Inovasi Perkantoran Terpenting di Dunia

Riset Terbaru: Kecerdasan Buatan Jadi Inovasi Perkantoran Terpenting di Dunia

Tekno | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:27 WIB

Dinilai Lebih Cepat dan Presisi, Bagaimana Teknologi AI BRIN Bantu Petakan Pesisir Pantura?

Dinilai Lebih Cepat dan Presisi, Bagaimana Teknologi AI BRIN Bantu Petakan Pesisir Pantura?

News | Senin, 13 April 2026 | 11:55 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×