- Partikel Teflon yang terkelupas pada rice cooker tidak beracun karena tidak diserap oleh tubuh manusia.
- Kerusakan lapisan anti lengket mengekspos logam aluminium yang dapat larut dan membahayakan kesehatan dalam jangka panjang.
- Masyarakat harus segera mengganti panci rice cooker yang terkelupas untuk menghindari risiko paparan zat berbahaya tersebut.
Suara.com - Rice cooker sudah lama menjadi andalan di dapur rumah tangga Indonesia. Alat ini praktis, hemat waktu, dan hampir selalu dilengkapi lapisan anti lengket yang disebut Teflon atau PTFE.
Banyak orang merasa tenang karena nasi tidak mudah lengket dan mudah dibersihkan. Namun, seiring waktu dan penggunaan yang intensif, lapisan tersebut sering mulai tergores, mengelupas, atau bahkan mengelupas cukup parah.
Ketika melihat serpihan hitam atau bagian logam di dasar panci, pertanyaan yang langsung muncul adalah: apakah rice cooker masih aman digunakan?
Kekhawatiran ini wajar karena nasi adalah makanan pokok yang dikonsumsi hampir setiap hari. Partikel yang terkelupas bisa ikut tercampur ke dalam nasi, dan banyak orang takut dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan.
Di media sosial dan artikel kesehatan, sering muncul peringatan keras tentang bahaya kanker, gangguan organ, atau “forever chemicals”.
Di sisi lain, beberapa produsen dan lembaga keamanan pangan menyatakan bahwa partikel PTFE relatif inert. Informasi yang saling bertentangan ini membuat banyak orang bingung.
Artikel listikel ini akan membahas secara lengkap apakah lapisan Teflon rice cooker yang terkelupas benar-benar berbahaya, apa risikonya, kapan harus diganti, dan bagaimana cara merawatnya agar lebih awet. Berikut penjelasannya.
Apa Sebenarnya Lapisan Teflon pada Rice Cooker?
Lapisan anti lengket pada kebanyakan rice cooker terbuat dari polytetrafluoroethylene (PTFE), yang lebih dikenal sebagai Teflon. Bahan ini sangat stabil, tahan panas hingga suhu tertentu, dan membuat permukaan licin sehingga nasi tidak menempel.
Di masa lalu, proses produksi PTFE sering menggunakan PFOA (perfluorooctanoic acid), senyawa yang kini dilarang di banyak negara karena dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan.
Sejak sekitar 2013–2015, produsen besar sudah beralih ke PTFE bebas PFOA. Namun, tidak semua produk di pasaran, terutama yang murah, menjamin standar yang sama.
Ketika lapisan masih utuh dan digunakan pada suhu normal (rice cooker biasanya hanya mencapai sekitar 100°C), risiko pelepasan zat berbahaya sangat rendah. Masalah muncul ketika lapisan mulai rusak.
Apakah Partikel Teflon yang Terkelupas Berbahaya jika Tertelan?
Menurut beberapa lembaga seperti FDA Amerika Serikat dan BfR Jerman, partikel PTFE yang terkelupas dan tertelan secara tidak sengaja umumnya tidak diserap tubuh.
PTFE bersifat inert (tidak bereaksi) dan biasanya dikeluarkan melalui sistem pencernaan tanpa diserap.
Suhu memasak di rice cooker jauh di bawah titik dekomposisi PTFE (sekitar 300–360°C), sehingga hampir tidak menghasilkan gas beracun seperti yang terjadi pada wajan yang dipanaskan kering hingga sangat tinggi.
Meski demikian, menelan partikel asing secara rutin tetap tidak ideal. Partikel tersebut bisa menjadi iritan ringan di saluran pencernaan bagi sebagian orang, dan secara psikologis membuat orang khawatir.