- Rice Cooker Low Carbo membantu menurunkan kadar gula dalam nasi.
- Rice Cooker Low Carbo bekerja dengan memisahkan air tajin kaya pati.
- Rice Cooker Low Carbo tetap memerlukan kontrol porsi makan yang tepat.
Suara.com - Belakangan, tren penggunaan rice cooker low carbo atau penanak nasi rendah karbohidrat mencuat.
Rice cooker low carbo ini diklaim mampu menurunkan kadar gula dalam nasi putih secara signifikan.
Namun, apakah klaim tersebut benar-benar efektif secara medis, atau hanya sekadar strategi pemasaran?
Sebelum membahas alatnya, perlu diketahui Indeks Glikemik adalah indikator seberapa cepat karbohidrat dalam makanan diubah menjadi gula oleh tubuh.
- IG Tinggi (>70): Seperti nasi putih dan roti putih cepat menaikkan gula darah dan berisiko bagi penderita diabetes.
- IG Sedang (56-69): Seperti nasi cokelat atau pasta.
- IG Rendah (0-55): Seperti nasi basmati dan sayuran memberikan energi yang lebih stabil.
Rice cooker low carbo hadir dengan janji menurunkan angka IG tersebut agar nasi putih lebih aman dikonsumsi.

Cara Kerja Rice Cooker Low Carbo
Berbeda dengan penanak nasi biasa, rice cooker low carbo memisahkan air tajin (air rebusan nasi) yang kaya akan pati sederhana dari butiran nasi.
Teknologi ini bertujuan mengubah struktur pati menjadi pati resisten, yakni jenis pati yang sulit dicerna tubuh sehingga tidak langsung berubah menjadi gula darah.
Mitos vs Fakta Rice Cooker Low Carbo
Jangan mudah tergiur, simak dulu poin-poin mitos dan fakta berikut agar tidak salah kaprah:
1. Mitos: Nasi Jadi Bebas Gula dan Bisa Dimakan Sebanyak-banyaknya
Faktanya, alat ini tidak menghilangkan gula 100 persen, melainkan hanya mengurangi sebagian pati.
Anda tetap harus mengontrol porsi makan, terutama bagi penderita diabetes.
2. Mitos: Rasa Nasi Jadi Hambar atau Aneh
Faktanya, banyak pengguna merasa tekstur nasi menjadi lebih pulen dan tidak terlalu lengket karena sebagian pati sudah dipisahkan.