- Penggunaan sunscreen di usia 50 tahun efektif melindungi kulit dari paparan sinar UV untuk mencegah flek hitam bertambah gelap.
- American Academy of Dermatology menyarankan penggunaan sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30 secara rutin setiap hari untuk mencegah penuaan dini.
- Masyarakat usia 50 tahun perlu mewaspadai perubahan bentuk noda kulit karena tidak semua flek hitam merupakan masalah kosmetik biasa.
Suara.com - Apakah usia 50 tahun masih efektif pakai sunscreen untuk mengurangi flek hitam? Jawabannya, ya. Memakai sunscreen di usia 50 tahun tetap memberikan manfaat untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) yang dapat memperparah flek hitam, penuaan kulit, hingga meningkatkan risiko kanker kulit.
Bahkan, penggunaan sunscreen tidak hanya penting dilakukan sejak usia muda. Di usia 50 tahun, perlindungan terhadap sinar matahari tetap dibutuhkan karena paparan UV yang terjadi selama bertahun-tahun dapat menumpuk dan memunculkan tanda-tanda photoaging, termasuk bintik hitam atau age spots.
American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa penggunaan sunscreen dapat membantu mencegah tanda penuaan dini seperti age spots, kerutan, dan kulit yang tampak kasar akibat paparan UV berlebihan.
Apakah sunscreen di usia 50 tahun masih bisa mengurangi flek hitam?

Masih efektif, tetapi perlu dipahami bahwa sunscreen bukan obat penghilang flek.
Pada usia 50 tahun, flek hitam yang sudah terbentuk kemungkinan merupakan hasil akumulasi paparan sinar matahari selama bertahun-tahun. Sunscreen terutama berfungsi mengurangi paparan UV sehingga membantu mencegah flek semakin gelap dan mencegah munculnya flek baru.
AAD bahkan menyebut perlindungan dari sinar matahari sebagai bagian penting dalam penanganan age spots. Setelah flek mendapatkan perawatan, perlindungan terhadap matahari tetap diperlukan karena flek dapat muncul kembali.
Jadi, jangan menganggap penggunaan sunscreen selama beberapa hari akan langsung membuat flek lama hilang. Manfaatnya lebih terlihat sebagai bagian dari rutinitas jangka panjang.
Mengapa sunscreen tetap penting setelah usia 50 tahun?
Salah satu alasannya adalah paparan sinar UVA dan UVB tetap dapat memengaruhi kulit meski seseorang sudah memasuki usia lanjut.
Menurut World Health Organization (WHO), UVA dapat menembus lebih dalam ke kulit dan berkontribusi terhadap penuaan kulit, sementara UVB dapat merangsang pembentukan melanin. Paparan UV dalam jangka panjang juga berkaitan dengan penuaan dini dan kanker kulit.
Dengan kata lain, usia 50 tahun bukan alasan untuk berhenti menggunakan sunscreen. Justru perlindungan matahari tetap menjadi bagian penting dari perawatan kulit.
Sunscreen seperti apa yang cocok untuk usia 50 tahun?
Untuk membantu melindungi kulit dari flek hitam, AAD merekomendasikan sunscreen dengan tiga karakteristik utama, yaitu:
1. Broad-spectrum, sehingga memberikan perlindungan terhadap UVA dan UVB.
2. SPF 30 atau lebih tinggi.
3. Water-resistant, terutama jika akan berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, orang yang memiliki masalah flek atau hiperpigmentasi dapat mempertimbangkan sunscreen tinted yang mengandung iron oxide.
AAD menjelaskan bahwa cahaya tampak dari matahari juga dapat memperparah hiperpigmentasi, terutama pada kulit dengan warna lebih gelap. Sunscreen tinted yang mengandung iron oxide dapat membantu memberikan perlindungan terhadap cahaya tampak tersebut.
Cara memakai sunscreen agar lebih efektif mengatasi flek
Sunscreen tidak cukup hanya dipakai sesekali ketika pergi ke pantai atau berada di bawah terik matahari.
Untuk mendapatkan perlindungan optimal, sunscreen sebaiknya digunakan sebagai bagian dari rutinitas harian. AAD merekomendasikan mengaplikasikan sunscreen sebelum keluar rumah dan mengoleskannya pada kulit yang tidak tertutup pakaian.
Ketika berada di luar ruangan, sunscreen perlu diaplikasikan kembali sekitar setiap dua jam, atau setelah berenang maupun berkeringat.
Perlindungan juga sebaiknya tidak hanya mengandalkan sunscreen. Topi bertepi lebar, pakaian yang menutupi kulit dan berteduh dapat membantu mengurangi paparan sinar matahari.
WHO juga merekomendasikan perlindungan terhadap UV ketika indeks UV mencapai 3 atau lebih.
Apakah sunscreen bisa menghilangkan flek hitam yang sudah ada?
Sunscreen saja biasanya tidak cukup untuk menghilangkan flek hitam yang sudah terbentuk.
Namun, penggunaannya tetap penting karena dapat membantu mengurangi paparan yang membuat pigmentasi semakin gelap. Setelah sumber pemicu dikendalikan, produk atau prosedur untuk menangani hiperpigmentasi dapat bekerja lebih optimal.
AAD mencatat bahwa perawatan age spots dapat melibatkan retinoid resep maupun prosedur seperti laser, intense pulsed light (IPL), chemical peel, mikrodermabrasi, dan krioterapi, tergantung kondisi kulit dan diagnosisnya.
Karena penyebab flek tidak selalu sama, sebaiknya jangan langsung menganggap semua bintik cokelat sebagai flek akibat usia.
Waspadai flek yang bentuknya tidak biasa
Memasuki usia 50 tahun, pemeriksaan terhadap perubahan kulit juga menjadi semakin penting.
AAD mengingatkan bahwa seseorang dapat salah mengira kanker kulit sebagai age spot. Karena itu, bintik yang berubah bentuk, warna, ukuran, berdarah, terasa nyeri, gatal terus-menerus, atau tampak berbeda dari bintik lainnya sebaiknya diperiksa oleh dokter kulit.
Hal ini penting karena tidak semua noda hitam di wajah merupakan masalah kosmetik biasa.
Untuk usia 50 tahun, pilih sunscreen broad-spectrum SPF 30 atau lebih, gunakan secara rutin, dan pertimbangkan sunscreen tinted dengan iron oxide jika masalah utama adalah hiperpigmentasi.
Jika flek sudah cukup banyak atau tidak kunjung membaik, sunscreen sebaiknya dipadukan dengan perawatan flek yang sesuai setelah berkonsultasi dengan dokter kulit. Dengan begitu, perlindungan dari matahari dan penanganan pigmentasi dapat berjalan bersamaan.