- Mahasiswa perantauan memindahkan barang ke tempat tinggal baru menjelang tahun ajaran baru 2026.
- Layanan pengiriman Lalamove mencatat lonjakan pesanan pindahan di Malang, Yogyakarta, Semarang, dan Bandung.
- Lonjakan pesanan tertinggi di berbagai kota pendidikan tersebut terjadi pada akhir Juli hingga Agustus 2026.
Suara.com - Memasuki tahun ajaran baru, aktivitas pindahan mulai ramai di sejumlah kota pendidikan di Indonesia. Mahasiswa, khususnya mereka yang baru memulai kuliah di kota perantauan, mulai berpindah ke kos, asrama, maupun tempat tinggal sewa untuk menjalani aktivitas perkuliahan.
Mobilitas tersebut ikut meningkatkan kebutuhan pengiriman barang. Berbagai barang personal, mulai dari pakaian hingga perlengkapan untuk kebutuhan sehari-hari dan perkuliahan, perlu dibawa dari tempat tinggal sebelumnya ke hunian baru.
Bagi mahasiswa yang harus melakukan pindahan dalam waktu relatif singkat, proses tersebut bisa menjadi tantangan tersendiri. Agar pindahan lebih praktis, ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan.
1. Pilah Barang Sebelum Pindahan
Sebelum mengangkut seluruh barang, mahasiswa sebaiknya memilah barang yang benar-benar dibutuhkan di tempat tinggal baru.
Barang dapat dikelompokkan berdasarkan kebutuhan, misalnya pakaian, perlengkapan kuliah, barang elektronik, hingga kebutuhan sehari-hari. Cara ini membantu menentukan jumlah barang sekaligus jenis kendaraan yang diperlukan.
2. Sesuaikan Kendaraan dengan Barang
Jumlah dan ukuran barang menjadi pertimbangan penting ketika memilih kendaraan. Untuk barang pindahan dalam jumlah lebih banyak, kendaraan dengan kapasitas angkut yang sesuai dapat membantu mengurangi kebutuhan perjalanan berulang.
Data layanan pengiriman Lalamove menunjukkan pick-up bak dan van menjadi kendaraan yang paling banyak digunakan untuk kebutuhan pindahan mahasiswa di Malang dan Semarang.
3. Pilih Layanan yang Praktis
Pindahan juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan layanan berbasis aplikasi. Dengan begitu, mahasiswa dapat mengatur kebutuhan pengiriman tanpa harus mencari kendaraan secara konvensional.
Salah satu layanan yang melihat peningkatan kebutuhan tersebut adalah Lalamove. Pada periode akhir Juli hingga awal Agustus 2026, platform pengiriman ini mencatat rekor jumlah order di sejumlah kota pendidikan.
Di Malang, rekor order terjadi pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026 dengan pertumbuhan order selesai sebesar 31,9 persen secara bulanan. Merjosari dan Dinoyo menjadi dua lokasi tujuan pengantaran teratas.
Sementara Yogyakarta mencatat rekor order pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2026 dengan pertumbuhan order selesai mencapai 32,8 persen secara bulanan. Kawasan Depok dan Mlati menjadi tujuan pengantaran dengan permintaan tertinggi.
Di Semarang, rekor order juga terjadi pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026, dengan permintaan banyak mengarah ke kawasan Tembalang dan Gunungpati.
Bandung turut menunjukkan tren serupa. Lalamove mencatat rekor jumlah order di kota tersebut pada 3, 5, dan 7 Agustus 2026.
Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso, mengatakan peningkatan tersebut sejalan dengan mobilitas mahasiswa pada awal tahun ajaran.
"Pada awal tahun ajaran, perpindahan mahasiswa ke kota perantauan menjadi salah satu momen ketika kebutuhan pengiriman meningkat. Mahasiswa perlu membawa berbagai barang ke tempat tinggal barunya untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan perkuliahan," ujar Andito.
Menurutnya, layanan berbasis aplikasi dapat membantu mahasiswa mengatur proses pindahan dengan lebih praktis.
"Lalamove memudahkan proses pindahan melalui aplikasi, mulai dari memilih kendaraan, mengetahui harga di awal, hingga memantau perjalanan secara real-time," katanya.
Selain pemesanan melalui aplikasi, tersedia pula fitur extra helper dan door-to-door yang dapat membantu proses pengangkutan barang hingga pengantaran ke lantai atas.
Dengan memanfaatkan layanan tersebut, mahasiswa dapat menyesuaikan kebutuhan pengiriman berdasarkan jumlah barang dan kondisi tempat tinggal baru. Proses pindahan pun dapat dipersiapkan sejak awal agar lebih terorganisir dan tidak mengganggu persiapan memasuki tahun ajaran baru.
Momentum awal perkuliahan akhirnya bukan hanya menjadi waktu untuk mempersiapkan jadwal dan kebutuhan akademik, tetapi juga menjadi periode bagi mahasiswa perantauan untuk menata kehidupan baru di kota pendidikan.