- BAZNAS BAZIS DKI Jakarta berkomitmen menyalurkan bantuan secara tepat sasaran kepada masyarakat korban bencana.
- J99 Corp menyerahkan bantuan senilai Rp2 miliar di Jakarta pada Rabu, 26 Agustus 2026.
- Bantuan tersebut ditujukan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur serta kebakaran hutan di Kalimantan.
Suara.com - Bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Indonesia terus berdatangan. Di tengah kebutuhan yang beragam, penyaluran bantuan tidak hanya membutuhkan dukungan dalam jumlah besar, tetapi juga memastikan setiap bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Hal tersebut menjadi perhatian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) (BAZIS) DKI Jakarta yang berkomitmen memastikan bantuan dari para donatur dapat disalurkan secara tepat sasaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi penyaluran bantuan untuk masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Pimpinan Bidang Administrasi SDM dan Umum BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta, Prof. Dr. H. Bunyamin, M.Pd.I, mengatakan bantuan yang diterima pihaknya merupakan amanah yang harus disampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Bagi kami, apa yang diterima hari ini oleh BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta bukan sekadar bantuan, tetapi juga sebuah amanah yang harus kami sampaikan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Bunyamin dalam penyerahan bantuan di J99 Corp Tower, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Menurut Bunyamin, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta memiliki peran sebagai perantara antara para donatur atau muzaki dengan masyarakat penerima manfaat. Karena itu, penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
“BAZNAS (BAZIS) hadir sebagai perantara antara para muzaki dan penyumbang dengan para penerima manfaat, sehingga setiap bantuan dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan dasar, mulai dari air minum bersih dan layak, obat-obatan, pakaian, selimut, hingga perlengkapan kebersihan untuk masyarakat terdampak bencana.
Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu masyarakat yang terdampak kebakaran hutan di Kalimantan. Salah satunya berupa masker yang dibutuhkan untuk mengurangi paparan kabut asap.
Salah satu bantuan tersebut berasal dari J99 Corp melalui gerakan #GlowtongRoyongMSGLOW dan #JiwaTERGERAK. Total bantuan yang dihimpun dan disalurkan perusahaan tersebut mencapai Rp2 miliar.
Bantuan itu terdiri dari donasi senilai Rp1 miliar untuk masyarakat terdampak gempa di NTT beserta berbagai kebutuhan dasar. Sementara untuk masyarakat terdampak kebakaran hutan di Kalimantan, disalurkan 1 juta masker senilai Rp1 miliar.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di J99 Corp Tower, Jakarta, dan turut dihadiri Founder J99 Corp Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari serta perwakilan BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta.
Founder J99 Corp Gilang Widya Pramana mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana.
“Ketika saudara-saudara kita di NTT dan Kalimantan sedang menghadapi situasi yang tidak mudah, kami percaya bahwa kepedulian harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Melalui gerakan ini, kami ingin mengajak semakin banyak orang untuk memiliki jiwa yang tergerak, karena sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, ketika dilakukan bersama-sama, dapat memberikan arti dan manfaat yang besar bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Gilang.
Sementara itu, Shandy Purnamasari menilai semangat gotong royong diperlukan untuk membantu masyarakat melewati masa sulit setelah bencana.
“#GlowtongRoyongMSGLOW bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi tentang bagaimana kita bisa saling menguatkan dan bergerak bersama ketika saudara-saudara kita membutuhkan,” kata Shandy.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat sekaligus membantu masyarakat terdampak di NTT dan Kalimantan untuk bangkit kembali.
Penyaluran bantuan melalui kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat terus dilakukan untuk merespons kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Dengan dukungan lembaga penyalur dan para donatur, bantuan diharapkan tidak hanya terkumpul dalam jumlah besar, tetapi juga dapat diterima oleh masyarakat sesuai kebutuhan mereka di lapangan.