Hidup Makin Digital, Sebenarnya Data Kita Disimpan di Mana?

Vania Rossa

Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:15 WIB
Hidup Makin Digital, Sebenarnya Data Kita Disimpan di Mana?
Ilustrasi pusat data; penyimpanan data. [Unsplash]
baca 10 detik
  • Kementerian Komdigi menyatakan Indonesia berpeluang menjadi pusat data utama berkat keunggulan lahan dan sumber daya.
  • PT Dwimitra Ekatama Mandiri memperluas ekspansi proyek pengelolaan data center ke tingkat regional Asia Pasifik sejak 2024.
  • PT PLN menyediakan daya listrik sebesar 2.000 MVA untuk mendukung pertumbuhan industri data center yang semakin meningkat di Indonesia.

PT Dwimitra Ekatama Mandiri (Dwimitra), misalnya, telah terlibat dalam berbagai pembangunan proyek data center sejak 2007 dengan total kapasitas sekitar 200 MW.

Memasuki usia ke-25 tahun, perusahaan tersebut kini ingin membawa pengalaman yang dibangun di Indonesia ke pasar yang lebih luas di kawasan Asia Pasifik.

Chief Commercial Officer Dwimitra Ekatama Mandiri, Oon Suciagung, mengatakan perusahaan telah mengerjakan sejumlah proyek di luar Indonesia, meski saat ini masih berada dalam lingkup project management seperti konsultasi dan engineering.

“Dwimitra akan menjadi salah satu pemain besar di industri data center, tidak lagi hanya di Indonesia, tetapi di level Asia Pasifik. Kami sudah memiliki beberapa pekerjaan di luar Indonesia, meski saat ini masih pada lingkup project management seperti konsultasi dan engineering,” kata Oon Suciagung.

CEO Dwimitra, Ridwan Eddy, menambahkan bahwa perusahaan juga telah membangun kemitraan dengan perusahaan asal India, Listenlights Pvt. Ltd., melalui joint venture Dwimitra Listenlights Indonesia sejak 2024.

Ke depan, Dwimitra berencana memperluas ekspansi ke sejumlah negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

AI Ikut Membantu Pekerjaan di Lapangan

Seiring proyek data center semakin kompleks, teknologi juga mulai dimanfaatkan untuk membantu proses pengerjaan.

Dwimitra menerapkan AI, otomasi, dan digital project management untuk memantau tenaga kerja, progres pekerjaan, produktivitas, serta berbagai indikator proyek di lapangan.

baca juga

Sistem tersebut dilengkapi dashboard terintegrasi dan pengingat otomatis sehingga potensi kendala dapat diketahui lebih awal. Dengan begitu, proses tindak lanjut dan pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat.

“Dengan jumlah pekerja yang bisa mencapai ribuan orang di lapangan, kita tidak bisa hanya bergantung pada proses manual. Sistem membantu memberikan reminder dan dashboard agar kita memahami apa yang terjadi di lapangan dan dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat,” jelas Ridwan Eddy.

Meski teknologi semakin banyak digunakan, kemampuan manusia tetap menjadi bagian penting. Oon mengatakan kompetensi dan rasa ownership dari setiap individu yang terlibat dalam proyek tetap dibutuhkan untuk menjaga kualitas pekerjaan.

“Tantangannya adalah bagaimana membangun data center sesuai timeline dengan kualitas yang tetap baik. Karena itu, support dari sisi engineering, kalkulasi hingga eksekusi harus semakin kuat agar risiko delay bisa ditekan,” kata Oon Suciagung.

Energi dan SDM Jadi Bagian Penting

Pertumbuhan data center juga tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan energi. Vice President Priority Account Executive Swasta dan Bisnis PT PLN (Persero), Fauzi Arubusman, mengatakan PLN saat ini telah melayani 153 pelanggan data center dengan total daya terpasang sekitar 2.000 MVA. Sebanyak 137 pelanggan berada di wilayah Jawa-Bali.

Data center juga telah masuk dalam 10 besar segmen usaha dengan konsumsi listrik terbesar di Indonesia.

PLN, kata Fauzi, akan terus mendukung pertumbuhan industri melalui penyediaan infrastruktur kelistrikan yang andal sekaligus memenuhi kebutuhan energi hijau yang semakin menjadi perhatian industri data center.

Pada akhirnya, perkembangan data center bukan hanya cerita tentang bangunan, server, atau teknologi yang bekerja di balik layar. Pertumbuhan industri ini juga berkaitan dengan bagaimana kebutuhan digital masyarakat terus berkembang.

Bagi Indonesia, tantangannya adalah memastikan pertumbuhan tersebut diikuti dengan kesiapan energi, konektivitas, teknologi, serta sumber daya manusia. Sementara bagi pelaku industri, perkembangan tersebut menjadi peluang untuk memperkuat kemampuan dan membawa keahlian Indonesia ke pasar regional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital

Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Telin Perluas Jejak Ekosistem Digital Global Melalui Empat Kemitraan Strategis di BATIC 2026

Telin Perluas Jejak Ekosistem Digital Global Melalui Empat Kemitraan Strategis di BATIC 2026

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:46 WIB

Emiten Bekasi Fajar (BEST) Siapkan Kota AI untuk Kejar Investor

Emiten Bekasi Fajar (BEST) Siapkan Kota AI untuk Kejar Investor

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Terkini

Buruan Antre, Harga Emas Antam Masih Dipatok Rp2,67 Juta/Gram

Buruan Antre, Harga Emas Antam Masih Dipatok Rp2,67 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Begini Strategi Rebranding Emiten Bank BCIC

Begini Strategi Rebranding Emiten Bank BCIC

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:24 WIB

3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship

3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship

Tekno | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Bergerak di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau ASGR

IHSG Masih Bergerak di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau ASGR

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:17 WIB

Wajib Punya! 5 Parfum Vanilla-Floral Lokal & Mewah yang Bikin Jatuh Cinta

Wajib Punya! 5 Parfum Vanilla-Floral Lokal & Mewah yang Bikin Jatuh Cinta

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:10 WIB

Sering Tertukar? Ini Cara Mudah Membedakan Soal Cerita KPK dan FPB dalam Matematika

Sering Tertukar? Ini Cara Mudah Membedakan Soal Cerita KPK dan FPB dalam Matematika

Tekno | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:07 WIB

Sejumlah Pejabat Polda Riau Dimutasi, Karo SDM hingga 3 Kapolres

Sejumlah Pejabat Polda Riau Dimutasi, Karo SDM hingga 3 Kapolres

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:07 WIB

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh

Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

×