- Bebek dan Ayam Kampung Mas Budi memberikan 100 helm eksklusif kepada mitra Grab di Semarang pada 27 Agustus 2026.
- CEO Setyo Budi menyatakan pembagian helm tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi penting mitra pengemudi dalam bisnis kulinernya.
- Usaha kuliner lokal Semarang itu sebelumnya juga telah menerima penghargaan Partner Setia GrabFood dan Grab Trailblazer Award 2025.
Suara.com - Bagi pencinta kuliner khas Semarang, sajian bebek goreng selalu punya tempat tersendiri. Tekstur daging yang empuk, aroma rempah yang kuat, serta cita rasa gurih membuat menu ini bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari pengalaman kuliner yang lekat dengan selera lokal.
Salah satu kuliner yang menarik perhatian datang dari Bebek & Ayam Kampung Mas Budi. Berawal dari dapur sederhana, usaha kuliner asli Semarang ini perlahan berkembang dengan mempertahankan cita rasa autentik sebagai salah satu kekuatannya.
Perjalanan tersebut tidak hanya dibangun dari makanan yang disajikan, tetapi juga dari hubungan dengan pelanggan dan orang-orang yang membantu mengantarkan sajian hingga ke meja makan.
Di era ketika pemesanan makanan semakin mudah dilakukan secara digital, mitra pengemudi menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.
Hal itu pula yang membuat Bebek & Ayam Kampung Mas Budi memilih memberikan apresiasi khusus kepada para mitra pengemudi Grab di Kota Semarang. Sebanyak 100 mitra terpilih mendapatkan helm eksklusif hasil kolaborasi kedua pihak.

CEO sekaligus pemilik Bebek & Ayam Kampung Mas Budi, Setyo Budi, mengatakan keberadaan mitra pengemudi memiliki peran penting dalam perkembangan bisnis kulinernya.
“Kami melihat mitra driver Grab merupakan bagian dari keluarga besar Mas Budi. Mereka bukan cuma mengantar makanan, tapi juga mengantar kepercayaan pelanggan ke rumah masing-masing pelanggan,” ujar Setyo.
Pembagian helm tersebut berlangsung pada 27 Agustus 2026 di cabang utama Bebek & Ayam Kampung Mas Budi di Jalan Gatot Subroto, Semarang.
Setelah pembagian, para mitra pengemudi kemudian melakukan konvoi bersama melewati sejumlah jalan protokol Kota Semarang.
Bagi Mas Budi, kolaborasi tersebut bukan hanya soal identitas bersama. Helm co-branding diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para mitra ketika menjalankan aktivitas di jalan, sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi mereka.
“Helm co-branding ini adalah bentuk apresiasi kecil kami kepada mitra driver yang jadi tulang punggung layanan pesan antar pelanggan,” kata Setyo.
Kolaborasi ini sebenarnya bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, Bebek & Ayam Kampung Mas Budi dan Grab telah menjalankan program jaket co-branding pada Juli 2025.
Menariknya, perjalanan Mas Budi sendiri juga menjadi gambaran bagaimana usaha kuliner lokal dapat berkembang secara bertahap.
Konsistensi tersebut turut mengantarkan mereka meraih penghargaan Partner Setia GrabFood 2025 dan Grab Trailblazer Award 2025 kategori “Small But Mighty”.
Penghargaan tersebut kemudian menjadi inspirasi di balik kolaborasi terbaru. Menurut Setyo, sesuatu yang tampak sederhana tetap bisa memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.