- Investor kini mencari kawasan industri yang siap infrastruktur AI.
- BeFa kembangkan Digital Town untuk AI, data center dan manufaktur digital.
- Xenith IG siapkan akses dark fiber 650 km di koridor Jakarta-Cikampek.
Suara.com - Perang memperebutkan investor di kawasan industri memasuki babak baru. Jika sebelumnya ketersediaan lahan, listrik, air, dan akses logistik menjadi modal utama, kini kawasan industri mulai berlomba menyiapkan infrastruktur digital untuk menangkap investasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Perubahan tersebut terjadi seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap pusat data, komputasi awan, otomasi hingga manufaktur cerdas. Investor membutuhkan konektivitas digital yang bukan hanya cepat, tetapi juga andal, aman, memiliki latensi rendah dan mampu ditingkatkan mengikuti pertumbuhan bisnis.
Kondisi ini mendorong PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BeFa) memperkuat ekosistem infrastruktur digital di kawasan industrinya.
Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama SolidBlue lewat PT Kawasan Lintas Biru Digital (KLBD) dengan PT XenithIG Indonesia Network (Xenith IG). Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan kapabilitas jaringan digital di kawasan industri BeFa sekaligus memperluas akses terhadap infrastruktur digital di koridor Jakarta-Cikampek.
Direktur Utama BeFa Leo Yulianto Sutedja mengatakan kepastian infrastruktur menjadi salah satu pertimbangan penting investor ketika menentukan lokasi investasi.
"Bagi investor, yang utama adalah kepastian bahwa kebutuhan infrastruktur dapat terpenuhi sesuai kualitas dan jadwal yang diminta," ujar Leo kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).
Menurut dia, BeFa berupaya memastikan kebutuhan listrik, konektivitas, air, dan infrastruktur pendukung lainnya tersedia secara terintegrasi.
"Bagi kami, AI-ready itu memberikan kepastian kepada tenant sejak hari pertama berinvestasi," katanya.
Perubahan kebutuhan investor tersebut turut mendorong BeFa mengembangkan BeFa Digital Town, kawasan yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan AI, pusat data, komputasi awan, manufaktur digital, serta berbagai teknologi masa depan.
Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan antar-kawasan industri tidak lagi hanya ditentukan oleh harga dan luas lahan. Infrastruktur digital mulai menjadi bagian dari daya saing kawasan untuk menarik perusahaan teknologi maupun industri yang membutuhkan kapasitas komputasi besar.
Dalam kerja sama tersebut, SolidBlue akan membangun fondasi konektivitas digital di kawasan industri BeFa. Sementara Xenith IG memperluas akses kawasan terhadap ekosistem infrastruktur digital di sepanjang koridor Jakarta-Cikampek.
CEO Xenith IG Noah Drake mengatakan pembangunan jaringan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan perusahaan yang menjalankan beban kerja AI maupun hyperscaler.
“Xenith IG sangat antusias berkolaborasi dengan SolidBlue dalam merancang dan membangun jaringan serat optik di kawasan industri BeFa, guna mendukung kebutuhan ketahanan dan skalabilitas beban kerja AI serta hyperscaler," ujar Noah.
Para tenant nantinya akan memperoleh akses on-net ke jaringan dark fiber metro Xenith IG yang membentang lebih dari 650 kilometer.
Jaringan tersebut memiliki rute yang beragam dan konektivitas latensi rendah menuju sejumlah simpul infrastruktur digital utama di sepanjang koridor Jakarta-Cikampek.