- Penderita melasma wajib mengaplikasikan ulang tabir surya setiap dua jam sekali untuk mencegah pigmentasi wajah semakin parah.
- Artikel membahas penggunaan berbagai jenis tabir surya seperti semprot, bubuk, dan stok agar riasan wajah tidak rusak.
- Teknik aplikasi seperti menekan alih-alih menggosok membantu menjaga riasan tetap utuh sekaligus melindungi kulit dari sinar UV.
Suara.com - Melasma merupakan kondisi hiperpigmentasi yang membuat wajah muncul bercak-bercak gelap, terutama di area pipi, dahi, dan bibir atas. Kondisi ini sangat sensitif terhadap paparan sinar ultraviolet, sehingga penggunaan sunscreen bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan sehari-hari.
Bagi penderita melasma, reapply sunscreen setiap dua jam menjadi langkah penting agar pigmentasi tidak semakin parah. Sayangnya, banyak penderita melasma yang juga aktif menggunakan makeup untuk menutupi bercak tersebut.
Ketika tiba waktunya mengaplikasikan ulang sunscreen, kekhawatiran terbesar muncul: makeup yang sudah rapih bisa rusak, luntur, atau terlihat patchy. Akibatnya, sebagian orang memilih menunda atau bahkan melewatkan reapply, yang justru berisiko memperburuk kondisi kulit.
Kabar baiknya, ada beberapa teknik dan jenis produk yang memungkinkan Anda tetap melindungi kulit dari sinar matahari tanpa harus merusak lapisan makeup.
Dengan pendekatan yang tepat, perlindungan UV dan penampilan yang flawless bisa berjalan beriringan. Artikel ini akan membahas cara-cara praktis yang bisa langsung Anda coba.
Memahami kebutuhan kulit melasma dan karakteristik makeup yang dipakai menjadi kunci sukses. Mulai dari pemilihan formula sunscreen hingga teknik aplikasi yang minimal sentuhan, semuanya bisa disesuaikan agar hasilnya maksimal. Berikut panduan lengkapnya.

1. Pilih Sunscreen Spray atau Mist untuk Aplikasi Ringan
Sunscreen berbentuk spray atau mist adalah pilihan paling praktis bagi pengguna makeup. Formula ini tidak perlu digosok secara intens, sehingga lapisan foundation, concealer, dan bedak tetap utuh. Cukup semprotkan dari jarak 15–20 cm ke wajah, lalu biarkan mengering secara alami.
Pastikan produk yang dipilih mengandung broad spectrum SPF 30 atau lebih tinggi dan idealnya berbahan mineral (zinc oxide atau titanium dioxide) karena cenderung lebih stabil dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit sensitif melasma.
Hindari spray yang mengandung alkohol berlebih agar tidak membuat kulit kering atau makeup pecah-pecah. Lakukan aplikasi di area terbuka seperti pipi, dahi, dan hidung, lalu tekan-tekan ringan dengan tisu bersih jika terasa terlalu basah.
2. Gunakan Powder Sunscreen atau Setting Powder dengan SPF
Powder sunscreen atau setting powder yang dilengkapi SPF sangat ideal untuk touch-up di siang hari. Produk ini bisa diaplikasikan di atas makeup dengan kuas atau puff tanpa menggeser foundation. Cukup tekan-tekan (patting motion) ke area yang sering terpapar sinar matahari.
Keunggulan powder sunscreen terletak pada kemampuannya menyerap minyak berlebih sekaligus memberikan lapisan perlindungan tambahan. Bagi penderita melasma yang cenderung memiliki kulit kombinasi atau berminyak di zona T, produk ini membantu menjaga makeup tetap matte.
Pilih formula yang translucent agar tidak mengubah warna makeup atau membuat wajah terlihat abu-abu.
3. Manfaatkan Sunscreen Stick untuk Area Tertentu
Sunscreen stick atau balm sangat berguna untuk area yang mudah terlewat, seperti tulang hidung, tulang pipi, dan sekitar mulut. Karena bentuknya padat, stick bisa digesekkan langsung tanpa merusak makeup di sekitarnya. Setelah diaplikasikan, tekan pelan dengan jari bersih agar merata.
Produk stick biasanya mengandung SPF tinggi dan tekstur creamy yang mudah meleleh di kulit. Pilih yang non-comedogenic dan bebas fragrance agar aman untuk kulit melasma.
Cara ini sangat praktis saat Anda berada di luar ruangan dan tidak sempat membawa banyak produk.
4. Teknik “Patting” atau Menekan, Bukan Menggosok
Apapun jenis sunscreen yang digunakan, teknik aplikasi menjadi penentu utama. Hindari gerakan menggosok atau menyapu yang bisa menggeser foundation. Gunakan gerakan menekan (patting) dengan jari, sponge, atau tisu.
Jika menggunakan sunscreen cair biasa, tuangkan sedikit di punggung tangan, lalu ambil dengan sponge damp (sedikit basah) dan tekan-tekan ke wajah.
Metode ini menjaga makeup tetap di tempatnya sambil memastikan sunscreen tersebar merata. Untuk hasil lebih baik, lakukan reapply di tempat yang teduh agar produk tidak langsung mengering terlalu cepat.
5. Kombinasikan dengan Setting Spray yang Mengandung SPF
Beberapa setting spray kini dilengkapi SPF. Setelah mengaplikasikan sunscreen utama, semprotkan setting spray untuk “mengunci” makeup sekaligus menambah perlindungan. Teknik ini sangat membantu menjaga daya tahan makeup sepanjang hari.
Pastikan setting spray yang dipilih tidak mengandung bahan yang membuat kulit putih atau ashy. Semprotkan dalam gerakan memutar dari jarak yang cukup agar kabutnya merata tanpa membuat makeup basah berlebih.
6. Siapkan Toolkit Mini untuk Reapply di Mana Saja
Persiapkan pouch kecil berisi sunscreen spray, powder SPF, stick, dan tisu minyak. Dengan persiapan ini, Anda bisa melakukan reapply kapan saja tanpa kesulitan.
Biasakan juga mencuci tangan sebelum menyentuh wajah agar bakteri dan kotoran tidak menempel di makeup.
Bagi penderita melasma, konsistensi reapply jauh lebih penting daripada sekadar memakai sunscreen sekali di pagi hari. Dengan teknik di atas, Anda tetap bisa melindungi kulit dari sinar UV yang memicu pigmentasi tanpa harus mengorbankan penampilan.