- Shimano mengurutkan groupset sepeda gunung dari kelas pemula Tourney hingga premium XTR.
- Seri khusus seperti ZEE dan SAINT dirancang secara eksklusif untuk jalur downhill serta freeride.
- Pemilihan komponen harus disesuaikan dengan gaya bersepeda, anggaran, serta tingkat medan ekstrem.
4. Shimano Altus
Naik ke Shimano Altus, pengguna mulai memasuki kelompok groupset MTB yang lebih serius dibandingkan Tourney.
Altus dapat menjadi pilihan bagi pesepeda rekreasional yang mulai lebih sering melewati jalur berbatu, tanjakan, atau rute off-road ringan.
Shimano juga mencantumkan Altus sebagai salah satu lini komponen MTB bersama Acera dan Alivio. (Shimano Bike)
5. Shimano Acera
Shimano Acera berada di atas Altus dalam hierarki umum groupset MTB Shimano.
Acera menawarkan peningkatan dibandingkan kelompok Tourney dan Altus, terutama bagi pengguna yang menginginkan pengalaman shifting dan komponen yang lebih mumpuni untuk aktivitas MTB rekreasional.
Acera juga pernah menggunakan sejumlah teknologi Shimano yang kemudian ditemukan pada kelompok groupset yang lebih tinggi.
6. Shimano Alivio
Berikutnya ada Shimano Alivio. Groupset ini dapat dipandang sebagai salah satu pilihan kelas menengah untuk MTB rekreasional.
Alivio cocok bagi pengguna yang tidak sekadar menggunakan MTB di jalan aspal, tetapi juga mulai menjelajah jalur tanah, tanjakan, dan medan off-road dengan intensitas lebih tinggi.
Dalam katalog Shimano, Alivio, Acera, dan Altus juga dikelompokkan dalam satu keluarga produk MTB. (Shimano Bike)
7. Shimano Deore
Memasuki Shimano Deore, kelas groupset mulai naik cukup signifikan.
Deore menjadi pilihan populer bagi pengguna MTB yang membutuhkan performa lebih serius tanpa langsung masuk ke kelas premium. Shimano bahkan mengategorikan Deore sebagai entry level dalam perbandingan lini Deore, SLX, Deore XT, dan XTR.
Deore tersedia dalam berbagai generasi dan konfigurasi. Karena itu, saat membeli sepeda atau komponen bekas, penting memperhatikan kode seri, jumlah speed, serta kompatibilitas komponennya.
8. Shimano SLX
Di atas Deore terdapat Shimano SLX.
SLX ditujukan untuk pesepeda yang membutuhkan performa MTB lebih tinggi. Shimano mengategorikan SLX sebagai level advanced, sedangkan Deore berada di entry level.
SLX cocok untuk pengguna yang mulai serius dengan trail riding, termasuk mereka yang menginginkan shifting dan daya tahan lebih baik tanpa harus langsung membeli groupset kelas paling mahal.
9. Shimano Deore XT
Selanjutnya ada Shimano Deore XT, salah satu groupset MTB kelas atas yang sangat dikenal di kalangan pesepeda.
Shimano menempatkan Deore XT pada level upper mid-range, di atas SLX dan di bawah XTR dalam perbandingan lini MTB tersebut.
Deore XT menawarkan teknologi dan material yang lebih premium sekaligus bobot yang lebih rendah dibandingkan kelompok di bawahnya.
Untuk pesepeda yang serius melakukan trail riding, marathon MTB, atau membutuhkan komponen dengan performa tinggi, Deore XT merupakan salah satu pilihan yang sangat menarik.
10. Shimano XTR
Di puncak hierarki MTB umum Shimano terdapat Shimano XTR.
XTR merupakan groupset premium yang dirancang untuk kebutuhan performa tinggi dan kompetisi. Shimano menyebut XTR dan Deore XT sebagai dua groupset MTB teratas dalam lini mereka.
XTR menggunakan material dan teknologi yang lebih premium dengan tujuan menghasilkan performa tinggi sekaligus bobot yang rendah.
Dengan demikian, jika disusun berdasarkan kelas groupset MTB umum, XTR berada di posisi tertinggi.
Lalu, Shimano SAINT dan ZEE Masuk Level Mana?
Ini bagian yang sering membuat calon pembeli MTB keliru. Shimano SAINT dan ZEE tidak sebaiknya dimasukkan ke dalam tangga Tourney → Altus → Deore → SLX → XT → XTR.
Pasalnya, keduanya dirancang untuk kebutuhan gravity riding, terutama downhill dan freeride.
Shimano ZEE
Shimano ZEE dirancang untuk pesepeda yang membutuhkan komponen kuat untuk penggunaan gravity.
Jadi, meskipun namanya tidak muncul dalam urutan groupset MTB umum dari Tourney sampai XTR, bukan berarti ZEE otomatis lebih rendah daripada Deore atau SLX.
ZEE lebih tepat disebut sebagai groupset/komponen khusus gravity, bukan jenjang kelas berdasarkan harga atau kasta.
Shimano SAINT
Sementara itu, Shimano SAINT berada pada level khusus untuk kebutuhan downhill dan freeride yang lebih ekstrem.
Shimano secara resmi menyebut SAINT sebagai komponen yang dibuat untuk downhill dan freeride, dengan fokus pada durabilitas serta performa dalam aktivitas gravity racing.
SAINT menggunakan komponen yang dibuat untuk menghadapi medan agresif, termasuk sistem pengereman dengan empat piston pada konfigurasi tertentu dan komponen drivetrain yang dirancang untuk kebutuhan downhill.
Artinya, jangan menganggap SAINT sebagai "versi di atas XTR" hanya karena karakter dan harganya berbeda. Keduanya memiliki fokus penggunaan yang berbeda.
Bagaimana Memilih Groupset Shimano untuk Sepeda Gunung?
Pemilihan groupset sebaiknya tidak hanya berdasarkan nama atau kasta. Pertimbangkan juga jenis medan dan gaya bersepeda.
Untuk pemula dan penggunaan santai, Tourney TZ, Tourney TX, Tourney, atau Altus sudah cukup untuk kebutuhan dasar.
Jika mulai rutin masuk jalur off-road dan trail ringan, Acera, Alivio, atau Deore dapat menjadi pilihan yang lebih menarik.
Untuk pesepeda yang sudah serius dengan trail dan performa MTB, SLX hingga Deore XT menawarkan level performa yang lebih tinggi.
Sementara itu, XTR lebih cocok bagi pengguna yang mengejar performa premium dan kebutuhan kompetisi.
Berbeda lagi jika medan utama adalah downhill atau freeride. Dalam kondisi tersebut, SAINT dan ZEE justru perlu dipertimbangkan karena memang dirancang untuk kebutuhan gravity.