- Masyarakat yang menghadapi bencana gunung meletus harus mengutamakan keselamatan dengan mengikuti evakuasi dan arahan petugas.
- Umat Islam dapat mengamalkan doa perlindungan dari hadis riwayat Abu Dawud saat menghadapi bencana.
- Imam Nawawi menjelaskan anjuran membaca doa ketika tertimpa musibah untuk memohon ganti yang lebih baik.
Suara.com - Gunung meletus merupakan salah satu bencana alam yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan berbagai bahaya bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung.
Ketika menghadapi situasi tersebut, masyarakat perlu mengutamakan keselamatan dengan mengikuti arahan dari petugas dan melakukan evakuasi apabila diperlukan.
Selain melakukan ikhtiar untuk menyelamatkan diri, umat Islam juga dapat memanjatkan doa kepada Allah SWT ketika menghadapi bencana.
Doa menjadi salah satu bentuk permohonan perlindungan sekaligus kepasrahan kepada Allah di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian.
NU Online menjelaskan bahwa ketika menghadapi bencana letusan gunung, seseorang dapat membaca doa untuk memohon perlindungan dari berbagai bahaya.
Berikut beberapa bacaan doa lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya yang dapat diamalkan saat menghadapi bencana, melansir dari NU Online dan akun Instagram Bimas Islam Kemenag RI.
1. Doa Memohon Perlindungan dari Bahaya
Salah satu doa yang dapat dibaca ketika menghadapi bencana adalah doa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai bahaya.
NU Online menyebut doa ini bersumber dari hadis riwayat Abu Dawud dan termasuk doa yang dianjurkan untuk dibaca kapan saja.
Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْمِ وأعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وأعُوذُ بِكَ مِنَ الغَرَقِ وَالحَرَقِ وَالهَرَمِ وَأعُوذُ بِكَ أن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطانُ عِنْدَ المَوْتِ وأعُوذُ بِكَ أنْ أمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وأعُوذُ بِكَ أن أمُوتَ لَديغاً
Latin:
Allâhumma innî a‘ûdzubika minal hadmi wa a‘ûdzubika minat taraddî wa a‘ûdzubika minal gharaqi wal haraqi wal harami wa a‘ûdzubika an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal maut wa a‘ûdzubika an amûta fî sabîlika mudbiran wa a‘ûdzubika an amûta ladîghan.
Artinya:
"Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan (longsor), dan aku berlindung pada-Mu dari tergelincir, dan aku berlindung pada-Mu dari tenggelam (banjir), terbakar, dan tak berdaya. Dan aku berlindung kepada-Mu apabila syetan menjerumuskan padaku ketika akan mati, dan aku berlindung kepada-Mu apabila mati dalam keadaan berbalik arah dari jalan-Mu (murtad), dan aku berlindung kepada-Mu apabila mati karena disengat."