Memahami Model Komunikasi Lasswell untuk Analisis Media Massa

Agung Pratnyawan

Kamis, 10 September 2026 | 17:25 WIB
Memahami Model Komunikasi Lasswell untuk Analisis Media Massa
Ilustrasi komunikasi. (pexels/mentatdgt)
baca 10 detik
  • Harold Lasswell merumuskan teori dasar 5 Unsur Komunikasi Lasswell.
  • Media dan khalayak menjadi bagian penting 5 Unsur Komunikasi Lasswell.
  • Perubahan perilaku merupakan dampak akhir dari 5 Unsur Komunikasi Lasswell.

Suara.com - Dalam studi ilmu komunikasi, terdapat satu gagasan yang hingga kini masih menjadi salah satu fondasi teoritis paling populer, yakni Model Komunikasi Lasswell.

Dikenalkan oleh pakar ilmu politik sekaligus akademisi komunikasi asal Amerika Serikat, Harold Dwight Lasswell, pada tahun 1948 melalui tulisannya yang berjudul "The Structure and Function of Communication in Society".

Lasswell menyederhanakan definisi yang sebelumnya lebih sistematis ke dalam bentuk yang lebih praktis.

Ia merumuskan proses komunikasi melalui pertanyaan yang sangat ikonik: "Who says what, in which channel, to whom, with what effect?"

Melalui ungkapan tersebut, Lasswell mengidentifikasi lima unsur mendasar dalam komunikasi. Mari kita bedah kelima unsur tersebut secara rinci.

Ilustrasi komunikasi. (Pexels.com/Christina Morillo)
Ilustrasi komunikasi. (Pexels.com/Christina Morillo)

1. Who? (Komunikator/Pengirim Pesan)

Unsur pertama adalah Who, yang merujuk pada aktor atau sumber yang menginisiasi pengiriman pesan.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari maupun media, komunikator dapat berupa individu (seperti dosen yang menyampaikan materi perkuliahan, atau teman yang memulai percakapan), kelompok, organisasi, hingga lembaga media massa.

Kajian terhadap unsur Who dikenal sebagai “Analisis Kontrol”. Studi ini pada dasarnya memeriksa latar belakang, motif, dan tingkat kendali komunikator dalam menyebarkan informasinya. 

2. Says What? (Pesan/Isi Komunikasi)

Says What adalah isi dari pesan itu sendiri, baik berupa informasi, gagasan, maupun perasaan. Pesan ini dapat disampaikan melalui tulisan, ucapan, hingga gestur tubuh. 

Dalam dunia akademis, meneliti isi pesan ini dinamakan “Analisis Isi”, yaitu cara kita membedah maksud, gaya bahasa, dan makna tersirat di balik suatu pesan yang disampaikan. 

3. In Which Channel? (Saluran/Media)

Unsur ketiga dalam model Lasswell adalah In Which Channel, yaitu perantara atau media yang dipakai oleh pengirim untuk menyampaikan pesannya kepada penerima.

Bentuk salurannya sangat beragam, mulai dari obrolan tatap muka secara langsung (media antarpribadi), media cetak seperti buku dan surat kabar, hingga platform digital modern yang sering kita pakai sehari-hari seperti media sosial, aplikasi chatting, dan layanan streaming.

Studi yang secara khusus membedah aspek saluran ini dinamakan “Analisis Media” (Media Analysis).

Dalam analisis ini, fokus utamanya adalah melihat karakteristik unik dari masing-masing media, menguji seberapa efektif media tersebut dipakai, serta mengamati bagaimana pemilihan media bisa mempengaruhi cara audiens memahami isi pesannya.

4. To Whom? (Komunikan/Penerima Pesan)

Unsur keempat adalah To Whom, yaitu siapa saja yang menjadi target atau penerima pesan tersebut. Penerima pesan atau yang sering kita sebut sebagai komunikan bentuknya bisa sangat fleksibel.

Bisa teman ngobrol, kelompok tertentu seperti mahasiswa di dalam ruang kelas, sampai masyarakat luas (mass audience) yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan orang.

Studi yang berfokus membedah si penerima pesan ini dikenal dengan sebutan “Analisis Khalayak” (Audience Analysis).

Analisis ini sangat penting dilakukan supaya kita dapat mengetahui latar belakang audiens, mulai dari usia, jenis kelamin, kondisi psikologis, hingga budaya mereka.

Dengan begitu, pesan yang mau disampaikan bisa disesuaikan agar mudah diterima.

5. With What Effect? (Dampak/Efek Komunikasi)

Unsur terakhir sekaligus yang paling krusial dalam model Lasswell adalah With What Effect, yaitu dampak atau perubahan yang dirasakan penerima setelah membaca, mendengar, atau merespons pesan tersebut. Dampak atau efek komunikasi ini biasanya dibagi ke dalam tiga tahapan utama:

  • Efek Kognitif: Berhubungan dengan pikiran, yaitu saat penerima dapat informasi baru, sehingga pengetahuan dan pemahamannya bertambah.
  • Efek Afektif: Berhubungan dengan emosi, yaitu saat perasaan, persepsi, atau sikap penerima mulai berubah atau tersentuh.
  • Efek Konatif/Perilaku: Berhubungan dengan tindakan, yaitu saat pesan tersebut akhirnya mendorong penerima untuk melakukan suatu aksi nyata.

Pembahasan mendalam mengenai dampak pesan ini dinamakan “Analisis Efek” (Effect Analysis).

Melalui analisis ini, kita bisa mengukur seberapa sukses atau efektif komunikasi yang sudah dilakukan, apakah sesuai tujuan awal atau justru meleset.

Secara keseluruhan, Lasswell merumuskan lima unsur tersebut membuat proses komunikasi yang rumit jadi jauh lebih mudah dipahami.

Meski kini media berkembang pesat dan interaksi berjalan dua arah, kelima unsur Lasswell tetap relevan sebagai analisis dasar.

Dengan menguasai konsep ini, kamu bisa lebih peka menganalisis siapa penyampai pesannya, lewat media apa disebarkannya, dan apa dampak sebenarnya bagi masyarakat. 

Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidak Membuka Medsos Sejenak, Apakah Kita Benar-benar Akan Ketinggalan?

Tidak Membuka Medsos Sejenak, Apakah Kita Benar-benar Akan Ketinggalan?

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Hidup Bukan Konten: Stop Jadikan Media Sosial Penentu Standar Kebahagiaan!

Hidup Bukan Konten: Stop Jadikan Media Sosial Penentu Standar Kebahagiaan!

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Heboh Wajah Anak Artis Bocor di Medsos: Salah Netizen atau Orang Tua yang Over-Sharenting?

Heboh Wajah Anak Artis Bocor di Medsos: Salah Netizen atau Orang Tua yang Over-Sharenting?

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:35 WIB

Viral Artis Dirujak Tanpa Ampun, Cancel Culture Itu Keadilan atau Main Hakim Sendiri?

Viral Artis Dirujak Tanpa Ampun, Cancel Culture Itu Keadilan atau Main Hakim Sendiri?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:37 WIB

Kunjungi Suara.com, Mahasiswa UAJY Pelajari Strategi Media dari Disrupsi AI

Kunjungi Suara.com, Mahasiswa UAJY Pelajari Strategi Media dari Disrupsi AI

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:15 WIB

210 Manuskrip Kuno Keraton Solo Mulai Didigitalisasi

210 Manuskrip Kuno Keraton Solo Mulai Didigitalisasi

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Media Vietnam Tak Ragu Timnas Indonesia Bisa Bantai Bangladesh 3-0

Media Vietnam Tak Ragu Timnas Indonesia Bisa Bantai Bangladesh 3-0

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Saatnya Algoritma Media Sosial Turut Bertanggung Jawab Mitigasi Bencana

Saatnya Algoritma Media Sosial Turut Bertanggung Jawab Mitigasi Bencana

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Review Dark Matter Season 2: Perjalanan Takdir Melintasi Dimensi Lain!

Review Dark Matter Season 2: Perjalanan Takdir Melintasi Dimensi Lain!

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Kapasitas Keramik RI Tembus 672 Juta m, Industri Bidik 4 Besar Dunia

Kapasitas Keramik RI Tembus 672 Juta m, Industri Bidik 4 Besar Dunia

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:58 WIB

5 Sabun Mandi Oatmeal untuk Kulit Kering Sensitif Mudah Gatal

5 Sabun Mandi Oatmeal untuk Kulit Kering Sensitif Mudah Gatal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:58 WIB

Akademisi Gontor soal RUU Perampasan Aset: Berpotensi Langgar Pancasila

Akademisi Gontor soal RUU Perampasan Aset: Berpotensi Langgar Pancasila

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:52 WIB

Putusan MK Buka Jalan Pemakzulan Gibran, tapi Berpotensi Jadi Sandera Politik

Putusan MK Buka Jalan Pemakzulan Gibran, tapi Berpotensi Jadi Sandera Politik

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:52 WIB

Dari Buleleng hingga Meratus, GEF SGP Perkuat Aksi Komunitas untuk Lingkungan

Dari Buleleng hingga Meratus, GEF SGP Perkuat Aksi Komunitas untuk Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:50 WIB

V BTS Jadi Wajah Nothing, Headphone (1) Pro Andalkan Triple-Driver dan ANC

V BTS Jadi Wajah Nothing, Headphone (1) Pro Andalkan Triple-Driver dan ANC

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Pakar UGM: Putusan MK soal Tak Punya Ijazah SMA Mematikan Gibran di Pemilu 2029

Pakar UGM: Putusan MK soal Tak Punya Ijazah SMA Mematikan Gibran di Pemilu 2029

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Productivity Guilt: Rasa Bersalah Memilih Jeda saat Semua Orang Produktif

Productivity Guilt: Rasa Bersalah Memilih Jeda saat Semua Orang Produktif

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Umumkan Pangkostrad Baru, KSAD Maruli Tanggapi Peluang Dirinya Jadi Panglima TNI

Umumkan Pangkostrad Baru, KSAD Maruli Tanggapi Peluang Dirinya Jadi Panglima TNI

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:42 WIB

×