- Penelitian 2024 menunjukkan penggunaan azelaic acid 15 persen selama 12 minggu terbukti efektif memudarkan bekas kemerahan atau PIE jerawat.
- Studi yang sama menyatakan azelaic acid membantu menurunkan kadar melanin untuk mengatasi noda hitam atau PIH pada kulit.
- Uji klinis tahun 2023 membuktikan azelaic acid mampu meredakan peradangan, lesi, serta kemerahan pada kondisi papulopustular rosacea.
Dalam penelitian klinis lain terhadap azelaic acid 15 persen, penggunaan gel tersebut juga menghasilkan penurunan lesi inflamasi dan perbaikan erythema dibandingkan gel pembawa tanpa azelaic acid.
American Academy of Dermatology atau AAD juga menyebut azelaic acid dalam bentuk foam atau gel sebagai salah satu obat topikal yang dapat digunakan untuk mengatasi acne-like breakouts pada rosacea dan dapat membantu mengurangi perubahan warna yang menetap.
4. Bukan berarti semua kemerahan rosacea akan hilang
Meski memiliki bukti untuk rosacea, azelaic acid tidak berarti dapat menghilangkan seluruh jenis kemerahan pada wajah.
Salah satu systematic review mengenai azelaic acid pada papulopustular rosacea menemukan bahwa bahan ini efektif terutama dalam mengurangi lesi inflamasi dan tingkat erythema. Namun, penelitian yang dianalisis tidak menunjukkan penurunan signifikan pada telangiektasia atau pembuluh darah kecil yang tampak di permukaan kulit.
Karena itu, penting membedakan kemerahan akibat peradangan dengan pembuluh darah yang sudah terlihat jelas.
5. Cocokkah azelaic acid untuk kulit usia 30+?
Azelaic acid cukup menarik untuk usia 30+ karena satu bahan dapat menyasar beberapa persoalan kulit sekaligus, terutama jerawat, peradangan, PIE, PIH dan gejala tertentu pada rosacea.
Namun, bukan berarti azelaic acid merupakan bahan anti-aging utama.
Systematic review yang diterbitkan pada 2023 menemukan bukti kuat untuk penggunaan azelaic acid pada rosacea, jerawat dan melasma, tetapi belum menemukan uji klinis acak yang secara khusus mengevaluasi efektivitasnya terhadap skin aging.
Jadi, untuk kulit usia 30+, azelaic acid lebih tepat diposisikan sebagai bahan aktif untuk peradangan dan pigmentasi, sementara kebutuhan anti-aging dapat ditangani dengan rutinitas lain sesuai kondisi kulit.
6. Bagaimana cara menggunakan azelaic acid?
Untuk produk skincare yang dijual bebas, konsentrasi azelaic acid dapat berbeda-beda. Sementara itu, penelitian klinis untuk PIE, PIH dan rosacea banyak menggunakan konsentrasi 15 persen hingga 20 persen.
Kulit yang sensitif atau memiliki kecenderungan rosacea sebaiknya tidak langsung menggunakan bahan aktif terlalu sering. Azelaic acid dapat menimbulkan rasa perih, terbakar, gatal atau kering pada sebagian pengguna.
Pendekatan yang lebih aman adalah memperkenalkannya secara bertahap dan menghentikan pemakaian apabila terjadi iritasi berat.
Penggunaan sunscreen setiap pagi juga penting, terutama ketika tujuan utama penggunaan azelaic acid adalah membantu mengatasi PIH. Paparan sinar ultraviolet dapat memperburuk hiperpigmentasi.
Jadi, bagi perempuan usia 30+ yang menghadapi bekas jerawat merah, noda hitam dan kulit yang mudah meradang, azelaic acid bisa menjadi salah satu bahan aktif yang layak dipertimbangkan. Namun, bila kemerahan menetap, terasa terbakar, sering kambuh atau dicurigai sebagai rosacea, diagnosis dari dokter kulit tetap penting agar perawatannya sesuai penyebab.