- Pelari memerlukan sepatu recovery run untuk mendukung masa pemulihan setelah latihan berat.
- Perhatikan bantalan, dukungan lengkung kaki, ruang depan sepatu, dan jenis pemulihan.
- Cocokkan sepatu dengan bentuk kaki, aktivitas recovery, dan tingkat kenyamanan pribadi.
Recovery aktif dan pasif membutuhkan karakter sepatu yang berbeda. Jika sepatu akan digunakan untuk berjalan santai atau aktivitas ringan, pilih model yang tetap memberikan stabilitas dan respons yang memadai.
Sementara itu, bila diperlukan untuk lebih banyak beristirahat, kenyamanan dan bantalan sepatu menjadi prioritas utama.
5. Utamakan Fit dan Kenyamanan
Sepatu recovery seharusnya terasa nyaman sejak pertama dicoba. Pastikan tidak ada bagian yang menekan jari, tumit, atau sisi kaki.
Jangan hanya terpaku pada ukuran angka karena bentuk kaki dan konstruksi setiap merek dapat berbeda. Jika memungkinkan, coba sepatu sambil menggunakan kaus kaki yang biasa dipakai.
6. Pilih Sesuai Kondisi Kaki
Sepatu recovery bukan pengganti rehabilitasi medis. Pelari dengan plantar fasciitis, tendinopati Achilles, cedera stres, keidakstabilan pergelangan kaki, atau kondisi pascaoperasi mungkin membutuhkan alas kaki tertentu.
Kenali kondisi kaki dan bila perlu konsultasikan pilihan sepatu dengan dokter atau fisioterapis jika sedang menjalani pemulihan cedera.
Rekomendasi Sepatu Recovery Run
Beberapa model yang dapat masuk daftar pertimbangan antara lain Hoka Bondi 9, Nike Vomero Plus, Brooks Glycerin Max, Ortuseight Hyperblast 2.0, 910 Kenzo Run, dan Ardiles Drive 2.0.
Karakter setiap sepatu berbeda, sehingga tetap penting mencocokkannya dengan bentuk kaki, aktivitas recovery, dan tingkat kenyamanan pribadi.