- Pelari harus memilih sepatu lari dengan bantalan responsif yang memberikan energi balik, bukan sekadar empuk.
- Pemilihan sepatu lari perlu mempertimbangkan jenis foam midsole, bobot, stabilitas, serta disesuaikan dengan jenis latihan.
- Ketebalan sol sepatu lari tidak menjamin tingkat responsivitas karena dipengaruhi material dan geometri midsole.
Suara.com - Memilih alas kaki lari dengan bantalan responsif tidak cukup hanya dengan mencari sepatu yang terasa empuk ketika dicoba.
Pelari juga perlu memperhatikan kemampuan midsole memberikan sensasi pantulan, membantu transisi langkah, serta tetap stabil ketika digunakan berlari.
Istilah bantalan responsif atau responsive cushioning semakin banyak digunakan oleh produsen sepatu lari. Karakter ini berbeda dengan bantalan yang hanya mengutamakan kelembutan. Sepatu yang responsif biasanya terasa lebih hidup ketika kaki menapak dan melakukan tolakan.
Lantas, bagaimana cara memilih model alas kaki lari dengan bantalan responsif?

1. Kenali karakter bantalan yang dicari
Langkah pertama adalah membedakan antara empuk dan responsif.
Sepatu yang empuk lebih menonjolkan kemampuan meredam tekanan saat kaki mendarat. Sementara itu, bantalan responsif memberikan sensasi bounce atau energi balik sehingga langkah terasa lebih bertenaga.
Dokter sekaligus influencer lari dr. Tirta Mandira Hudhi juga pernah membahas pentingnya karakter pantulan pada sepatu lari. Dalam rekomendasinya, ia menilai sepatu yang baik bukan hanya terasa empuk, tetapi juga mempunyai efek pantulan yang membantu saat berlari.
Artinya, jangan langsung memilih sepatu hanya karena midsole terasa sangat lembut ketika ditekan dengan tangan.
2. Perhatikan jenis foam pada midsole
Midsole merupakan bagian terpenting ketika membicarakan karakter bantalan. Setiap produsen menggunakan formulasi foam berbeda sehingga sensasi yang dihasilkan juga tidak sama.
Sebagai contoh, Nike menggunakan ZoomX pada sejumlah sepatu larinya. Dalam lini seperti Vomero Plus, foam tersebut ditujukan untuk memberikan kombinasi bantalan dan pengembalian energi.
Sementara itu, New Balance menggunakan FuelCell pada sejumlah model performanya. Dalam review dr. Tirta terhadap New Balance Rebel 5, FuelCell disebut sebagai foam yang ringan dan responsif dengan energy return tinggi untuk membantu memberikan dorongan ketika berlari.
Karena itu, saat mencari sepatu responsif, periksa informasi midsole yang diberikan produsen. Jangan hanya terpaku pada ketebalan sol.
3. Sesuaikan dengan jenis latihan
Sepatu dengan bantalan responsif paling menarik untuk pelari yang membutuhkan sensasi dorongan saat bergerak.
Untuk daily run, pilih sepatu yang tetap responsif tetapi tidak terlalu agresif. Karakter seperti ini biasanya lebih fleksibel digunakan untuk jogging, latihan rutin, hingga lari jarak menengah.
Untuk tempo run atau interval, pelari dapat mempertimbangkan sepatu yang lebih ringan dengan foam yang terasa lebih cepat ketika melakukan tolakan.