- Syakir Daulay mengenang awal mula karier filmnya di acara Santri Film Festival 2026 berkat pengalaman kreatif di pesantren.
- Syakir berpesan agar para santri menguasai kemampuan teknis dan sinema yang kuat guna menyampaikan nilai-nilai Islam secara mendalam.
- Santri Film Festival 2026 kembali digelar dengan mengusung tema The Verses in Motion serta menyediakan tiga kategori kompetisi.
Ia juga menilai film yang membawa pesan tertentu tetap perlu dikemas dengan pendekatan sinema yang kuat. Syakir mengibaratkannya seperti cara manusia diciptakan dengan sesuatu yang kompleks, tetapi dibungkus dalam bentuk yang indah.
“Semakin kita mau menyampaikan sesuatu yang berat, harus semakin indah,” katanya.
Syakir berharap semakin banyak santri yang mampu menghasilkan film dengan kemampuan teknis yang baik sekaligus memiliki kedalaman cerita.
Menurutnya, perfilman Indonesia saat ini sudah memiliki aktor dan kekuatan visual yang semakin baik. Namun, ia berharap karya-karya baru juga dapat menghadirkan cerita yang lebih dalam.
“Aku berharap semoga telah lahir dari SANFFEST cerita-cerita yang ciamik secara kaidah film, secara pengetahuan, secara teknisnya juga, tapi punya kedalaman story atau kedalaman cerita yang luar biasa juga,” ujarnya.
SANFFEST 2026 Buka Ruang Santri Berkarya
Kisah perjalanan Syakir tersebut sejalan dengan semangat SANFFEST 2026 yang memasuki tahun kedua penyelenggaraannya. Tahun ini, SANFFEST mengusung tema “The Verses in Motion”, yang mengajak santri menerjemahkan nilai-nilai Al-Qur'an ke dalam cerita yang relevan dengan kehidupan masa kini.
SANFFEST 2026 membuka tiga kategori kompetisi, yakni Santri Pelajar, Santri Umum, dan Inklusi. Kompetisi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari skenario, penyutradaraan, sinematografi, penyuntingan gambar, hingga pemeranan dan film cerita.
Selain kompetisi, rangkaian SANFFEST juga menghadirkan berbagai kegiatan, seperti Jaulah bersama sineas internasional, proses kurasi dan penjurian, screening karya, hingga Malam Anugerah SANFFEST 2026.
Sejumlah pelaku industri perfilman Indonesia turut terlibat dalam penyelenggaraan SANFFEST 2026, di antaranya Tyo Pakusadewo, Mario Irwinsyah, Fajar Bustomi, dan Niniek L. Karim.
Dengan total hadiah Rp415 juta, SANFFEST 2026 menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan di bidang perfilman sekaligus membawa nilai-nilai Al-Qur'an ke dalam bahasa sinema yang kreatif dan relevan.