-
Kelas modeling melatih kepercayaan diri anak pascapandemi.
-
Belajar modeling mengasah public speaking dan atasi rasa canggung.
-
Kelas modeling membangun mental positif anak di depan umum.
Suara.com - Mengasah kepercayaan diri anak sejak dini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, terlebih bagi anak-anak yang tumbuh di era pascapandemi Covid-19.
Untuk mengatasinya, para orang tua disarankan memfasilitasi minat anak lewat lembaga pendidikan modeling yang terstruktur. Ini karena bidang peragaan busana bisa melatih mental, kemampuan komunikasi, serta rasa percaya diri anak di hadapan umum.
Hal tersebut terlihat dalam ajang Fashion Nation 2026 yang berlangsung di Senayan City, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Dalam ajang ini, sebanyak 64 model best student dari 32 cabang KelasModelling.id—mulai dari usia anak-anak 5 tahun hingga dewasa—sukses berkolaborasi memperagakan busana dari berbagai brand lokal di panggung megah.
Owner KelasModelling.id, Fattah Riphat, bersama aktris Poppy Bunga menegaskan, fokus utama pembelajaran modeling bukanlah sekadar penampilan fisik atau cara berjalan di panggung, melainkan pembentukan karakter internal.
![Anak tampil di ajang Fashion Nation 2026 yang berlangsung di Senayan City, Jakarta, Sabtu (19/9/2026). [Suara.com/Dini Afrianti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/22/82283-anak-tampil-di-ajang-fashion-nation-2026.jpg)
Berikut adalah 4 manfaat utama belajar modeling bagi tumbuh kembang dan kepercayaan diri anak:
1. Bangun rasa percaya diri sejak dini
Bagi anak-anak yang sempat melewati masa pertumbuhan di rumah akibat pandemi, interaksi sosial sering kali menjadi hal yang menakutkan. Melalui modeling, anak-anak dilatih untuk menyadari bahwa tampil di depan orang banyak adalah hal yang positif.
"Kriteria utama bukan fisik, tapi saat anak sangat percaya diri tanpa overconfidence. Anak-anak yang lahir di zaman Covid-19 banyak di rumah dan kurang ketemu orang, jadi kepercayaan dirinya kurang. Dengan ikut kelas modeling, mereka belajar bahwa tampil itu tak salah dan percaya diri itu baik," ujar Fattah.
![Anak tampil di ajang Fashion Nation 2026 yang berlangsung di Senayan City, Jakarta, Sabtu (19/9/2026). [Suara.com/Dini Afrianti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/22/78143-anak-tampil-di-ajang-fashion-nation-2026.jpg)
2. Asah public speaking dan kenali keunikan diri
Kelas modeling tak hanya mengajarkan cara berpose, tetapi juga memfasilitasi pelajaran komunikasi, cara membawa diri, hingga make up. Setiap anak diajarkan untuk menghargai keunikan dirinya tanpa terbatas pada standar fisik tertentu.
"Secara fisik semua anak itu beragam, tidak harus putih atau tinggi. Mereka punya keunikan masing-masing. Di sini kita menggali talenta dan keunikan yang mereka punya, sekaligus mengajarkan komunikasi dan cara menghadapi orang," terang Poppy Bunga.
![Anak tampil di ajang Fashion Nation 2026 yang berlangsung di Senayan City, Jakarta, Sabtu (19/9/2026). [Suara.com/Dini Afrianti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/22/34969-anak-tampil-di-ajang-fashion-nation-2026.jpg)
3. Atasi insecure anak
Banyak orang tua yang mendaftarkan anaknya karena sang buah hati memiliki rasa canggung atau insecure. Poppy mengatakan belajar modeling bisa membangun portofolio, khususnya saat ia perdana tampil di atas runway.
"Banyak orang tua memasukkan anaknya karena punya rasa insecure. Dengan latihan rutin dan tampil di panggung seperti Fashion Nation ini, anak-anak tertantang. Yang tadi malu-malu, semuanya jadi percaya diri dan punya portofolio untuk dilirik brand atau agensi," tambah Poppy.
4. Latih keberanian di depan umum
Tantangan terbesar mengajar anak usia 5 hingga 6 tahun adalah melatih fokus dan mental saat berada di bawah sorotan lampu panggung. Berani berdiri di panggung tanpa menangis adalah langkah awal yang sangat berharga bagi perkembangan emosional anak.
"Untuk anak-anak seumur itu, berani tampil dan tidak menangis saja sudah luar biasa. Itu berpengaruh ke cara belajar mereka di sekolah, karena semuanya dimulai dari rasa percaya diri," pungkas Fattah.