- Kandungan alkohol air mawar berisiko memicu efek samping kulit kering.
- Efek samping air mawar antara lain alergi hingga fotosensitivitas kulit.
- Atasi efek samping air mawar dengan kompres dingin dan pelembap.
Suara.com - Produk perawatan kulit legendaris, Viva air mawar sangat populer di Indonesia.
Selain harganya yang super ramah di kantong, Viva air mawar juga multifungsi banget.
Sebab, produk ini bisa digunakan sebagai toner, face mist, hingga campuran masker dan lulur.
Berdasarkan hasil uji lab yang sempat dibahas oleh seorang dokter kecantikan terkenal, dr. Richard Lee, produk legendaris ini terbukti tidak mengandung bahan berbahaya seperti merkuri ataupun hidrokinon, sehingga sah dan aman untuk digunakan.
Kendati demikian, di balik harganya yang ekonomis dan legalitasnya yang sudah terdaftar di BPOM, bukan berarti produk ini bebas dari risiko efek samping, terutama bagi pemilik tipe kulit tertentu.
Lantas, apa saja efek samping air mawar bagi kulit dan bagaimana cara mengatasinya jika kadung mengalami iritasi? Simak ulasannya berikut ini!

Sederet Efek Samping Air Mawar yang Perlu Diwaspadai
Walaupun tergolong aman untuk kulit normal, air mawar bisa memicu reaksi negatif jika tidak cocok dengan kondisi kulitmu. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin muncul:
1. Kandungan Alkohol atau Etanol Bikin Kulit Kering & Iritasi
Dalam review kanal YouTube miliknya, dr. Richard Lee sempat menyoroti adanya kandungan etanol atau sejenis alkohol di dalam komposisi air mawar.
Meskipun kadarnya sudah dibatasi dan diatur oleh BPOM, pemilik kulit sensitif harus ekstra berhati-hati.
"Untuk kalian ini harus hati-hati ya karena ada etanol, apalagi buat kondisi kulit sensitif sama alkohol. Kalau sensitif bisa kering bahkan sampai iritasi," ujar dr. Richard Lee memperingatkan.
2. Reaksi Alergi
Bagi sebagian orang, tambahan bahan pengawet atau komponen tertentu dalam air mawar dapat memicu reaksi alergi. Gejalanya meliputi kulit kemerahan, gatal-gatal, muncul ruam, hingga pembengkakan ringan.
3. Fotosensitivitas
Meski kasusnya terbilang jarang, air mawar dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap paparan sinar matahari (fotosensitivitas).
Akibatnya, kulit jadi lebih mudah terasa terbakar saat beraktivitas di luar ruangan.
4. Bentrok dengan Produk Skincare Lain
Jika Anda sedang menggunakan produk perawatan wajah berbahan aktif kuat seperti retinoid atau alpha-hydroxy acid (AHA).
Air mawar yang berinteraksi dengan bahan-bahan aktif ini berisiko memicu iritasi, pengelupasan berlebihan, kemerahan, hingga sensasi panas yang membakar pada wajah.
Langkah-Langkah Mengatasi Iritasi Akibat Air Mawar
Jika Anda telanjur mengalami gejala seperti rasa panas, kemerahan, atau iritasi setelah memakai air mawar.
Anda bisa melakukan beberapa Langkah pertolongan pertama berikut ini di rumah:
1. Kompres Dingin
Ambil kain bersih yang dibasahi dengan air dingin atau gunakan kompres es. Tempelkan secara perlahan pada area kulit yang mengalami iritasi selama kurang lebih 5 sampai 10 menit sampai kemerahan dan rasa panasnya mereda.
2. Oleskan Bahan yang Menenangkan
Untuk meredakan sensasi tidak nyaman, Anda bisa mengaplikasikan produk atau bahan alami yang memberikan efek cooling (dingin) dan menenangkan pada kulit, seperti kandungan mentol atau losion kalamin.
3. Gunakan Pelembap Bebas Pewangi
Setelah iritasi mulai mereda, pulaskan pelembap untuk mengembalikan kelembapan alami kulit yang hilang.
Pastikan Anda memilih pelembap yang hypoallergenic, bebas zat aditif, dan tidak mengandung wewangian agar tidak memperparah kondisi kulit.
Sebelum mengaplikasikan produk apa pun ke seluruh wajah, terutama produk baru sangat disarankan untuk melakukan uji tempel (patch test) terlebih dahulu di bagian kulit lain, seperti di pergelangan tangan atau belakang telinga guna memastikan tidak ada reaksi alergi.