- Health menyatakan bahwa metode penyeduhan cold brew selama dua belas hingga dua puluh empat jam dapat menghasilkan kadar kafein lebih tinggi daripada kopi panas.
- Kadar kafein dalam kopi juga dipengaruhi oleh jenis biji kopi robusta atau arabika serta tingkat sangrai light hingga medium roast.
- Kopi panas mengekstraksi antioksidan sedikit lebih banyak, sementara iced coffee dapat mengalami pengenceran es sehingga kadar kafeinnya menjadi lebih rendah.
Suara.com - Kopi menjadi salah satu minuman yang sering dipilih untuk membantu tubuh terasa lebih segar dan tetap terjaga saat beraktivitas.
Tidak sedikit orang yang kemudian membandingkan kopi panas dan kopi dingin untuk mengetahui mana yang lebih efektif mengusir rasa kantuk.
Lantas, apakah kopi dingin atau panas yang lebih cocok untuk membuat mata tetap melek? Simak perbedaannya berikut ini agar kamu bisa memilih kopi sesuai kebutuhan dan selera.
Kopi Dingin vs Panas, Mana yang Lebih Bikin Melek?

Kopi panas, kopi dingin (iced coffee), dan cold brew dapat memiliki kadar kafein yang berbeda sehingga efeknya tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan suhu minumannya.
Menurut Health, metode penyeduhan dan cara kopi disajikan justru lebih berpengaruh terhadap kadar kafein dibandingkan sekadar apakah kopi tersebut panas atau dingin.
1. Cold brew bisa memiliki kafein lebih tinggi
Jika yang dibandingkan adalah cold brew dengan kopi panas, cold brew terkadang dapat mengandung kafein lebih tinggi.
Hal ini berkaitan dengan proses pembuatan cold brew yang menggunakan air dingin selama sekitar 12–24 jam sehingga proses ekstraksinya berlangsung lebih lama.
Namun, kadar kafein tetap bergantung pada resep dan metode yang digunakan. Jadi, tidak semua cold brew otomatis memiliki kafein lebih tinggi daripada kopi panas.
2. Iced coffee bisa lebih rendah karena pengenceran
Iced coffee berbeda dengan cold brew karena umumnya dibuat dari kopi yang diseduh menggunakan air panas kemudian didinginkan dan disajikan dengan es.
Penambahan es yang mencair dapat membuat kopi menjadi lebih encer sehingga kadar kafeinnya per sajian bisa sedikit lebih rendah.
Dengan kata lain, kopi dingin yang menggunakan es belum tentu sama dengan cold brew. Cara pembuatannya perlu diperhatikan jika ingin membandingkan kadar kafein keduanya.
3. Jenis biji kopi juga berpengaruh
Selain metode seduh, jenis biji kopi ikut menentukan kadar kafein. Health menyebutkan bahwa biji robusta dapat mengandung hampir dua kali lebih banyak kafein dibandingkan arabika.