- Skincare kolagen bekerja di permukaan kulit untuk menjaga kelembapan serta meningkatkan hidrasi agar lebih halus.
- Suplemen kolagen dicerna secara sistemik di dalam tubuh untuk mendukung jaringan ikat, kulit, sendi, dan tulang.
- Kedua produk tersebut dapat digunakan secara bersamaan guna memberikan perawatan kulit secara luar maupun dalam.
Suara.com - Mendapatkan kulit yang kencang, kenyal, dan awet muda menjadi impian banyak orang. Untuk mencapainya, kolagen menjadi salah satu bahan yang diunggulkan pada skincare.
Kolagen sendiri merupakan protein yang berperan penting dalam menjaga struktur, elastisitas, dan kekuatan kulit.
Selain pada produk skincare, kolagen juga umum dipasarkan sebagai suplemen yang bisa dikonsumsi. Namun kolagen dalam bentuk skincare dan suplemen bekerja dengan cara yang berbeda.
Lantas apa beda keduanya? Untuk menentukan pilihan yang tepat, penting bagi kita untuk memahami bagaimana cara kerja suplemen vs skincare kolagen ini pada tubuh dan kulit.
Cara Kerja Kolagen dalam Skincare
Kolagen dapat ditemukan dalam berbagai produk perawatan kulit, seperti serum, krim, dan sheet mask. Penggunaannya terutama ditujukan untuk membantu menjaga kelembapan serta membuat kulit terasa lebih halus.
Menurut Best Lab, kolagen dalam kosmetik bekerja terutama di permukaan kulit karena molekulnya tidak dapat menembus lapisan kulit yang lebih dalam.
"Karena molekul kolagen berukuran besar, mereka tidak menembus ke lapisan kulit yang lebih dalam. Sebaliknya, kolagen topikal membentuk lapisan ringan yang membantu mengurangi hilangnya kadar air dan meningkatkan hidrasi kulit," terang laman tersebut.
Dengan membentuk lapisan pada permukaan kulit, kolagen topikal dapat membantu mempertahankan kelembapan. Efeknya dapat membuat kulit terasa lebih lembut, kenyal, dan terhidrasi.
Namun penggunaan skincare kolagen tidak secara langsung merangsang pembentukan kolagen baru di dalam jaringan kulit.
Cara Kerja Suplemen Kolagen
Berbeda dari skincare, suplemen kolagen dikonsumsi sehingga tubuh mencerna kolagen menjadi peptida dan asam amino. Komponen tersebut kemudian dapat digunakan tubuh sebagai bahan pembentuk protein, termasuk kolagen.
Best Lab menjelaskan bahwa kolagen dalam suplemen menyediakan asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk sintesis kolagen. Penggunaannya juga dikaitkan dengan dukungan terhadap jaringan ikat, kulit, sendi, dan tulang.
"Suplementasi bekerja secara sistemik, artinya ia mendukung tubuh dari dalam alih-alih hanya bekerja di permukaan kulit," dikutip dari Best Lab.
Namun, suplemen bukan pengganti pola makan bergizi. Asupan protein yang cukup, vitamin dan mineral, serta pola hidup sehat tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kulit.
Suplemen vs Skincare Kolagen, Apa Bedanya?
Jika dibandingkan, skincare kolagen lebih berfokus pada perawatan dari luar, terutama untuk membantu menjaga kelembapan dan memberikan efek kulit yang lebih halus. Sementara itu, suplemen bekerja melalui asupan dari dalam tubuh.
Karena cara kerjanya berbeda, keduanya sebenarnya tidak harus diposisikan sebagai pilihan yang saling menggantikan. Kebutuhan juga dapat disesuaikan dengan tujuan perawatan.
Misalnya, skincare dapat digunakan untuk menjaga hidrasi kulit sehari-hari, sedangkan suplemen dapat dipertimbangkan sebagai tambahan asupan jika memang dibutuhkan.
Best Lab juga menyebutkan bahwa kedua pendekatan tersebut dapat digunakan secara bersamaan untuk memberikan perawatan dari luar dan dalam.
Bolehkah Menggunakan Keduanya?
Menggunakan skincare dan suplemen kolagen secara bersamaan pada dasarnya dapat dilakukan. Namun, penting untuk tetap memperhatikan kandungan produk, aturan penggunaan, serta kondisi tubuh masing-masing.
Untuk skincare, pilih produk berdasarkan kebutuhan kulit, bukan hanya karena mengandung kolagen. Sementara untuk suplemen, perhatikan komposisi dan dosis yang dianjurkan.
Jadi, dalam topik suplemen vs skincare kolagen, tidak ada satu pilihan yang secara otomatis cocok untuk semua orang. Keduanya memiliki cara kerja dan tujuan yang berbeda. Yang terpenting adalah menyesuaikannya dengan kebutuhan kulit serta tetap menerapkan pola hidup sehat dan perawatan kulit yang konsisten.