- Sepatu lari tidak serta merta cocok dipakai untuk semua latihan di gym.
- Karena sol sepatu lari yang tebal dan empuk justru menyebabkan pijakan goyah dan rentan cedera.
- Sepatu training jadi solusi praktis untuk gym karena menawarkan stabilitas sekaligus kenyamanan.
Suara.com - Di tengah tren gaya hidup sehat yang kian digemari, tak sedikit orang mengandalkan sepatu lari atau running shoes untuk berbagai aktivitas.
Selama ini, satu pasang sepatu kerap dianggap universal sehingga dipakai untuk olahraga kari, jalan santai, latihan hingga dipakai gym.
Padahal, menggunakan sepatu lari untuk latihan beban di pusat kebugaran menyimpan risiko tersendiri bagi keselamatan dan performa
Lantas, apakah sepatu lari benar-benar cocok dan aman digunakan untuk ngegym?
Jawabannya relatif, tergantung jenis latihannya. Secara fungsi, sepatu lari tidak sepenuhnya salah dipakai di gym, tetapi juga tidak cocok untuk semua jenis latihan.
Alas kaki ini andal kalau hanya menggunakannya untuk berjalan kaki atau berlari di atas treadmill di tempat gym.

Namun, kondisinya berbalik ketika mulai masuk ke sesi latihan beban atau gerakan yang dinamis dari sisi ke sisi. Running shoes tidak dirancang untuk menopang stabilitas beban berat.
Hal ini juga dipertegas oleh dokter, pelari, sekaligus kreator konten, dr. Jason Christianto Putra, M.B.B.S. Menurutnya, pilihan terbaik untuk beraktivitas di gym adalah training shoes atau sepatu yang dirancang khusus untuk latihan multifungsi.
"Pilih sepatu training, bukan running atau weightlifting (angkat beban) tapi training shoes," ujar dr. Jason dikutip dari video Instagram miliknya.
Alasan Sepatu Lari Berbahaya untuk Angkat Beban
Banyak orang mengira semua sepatu olahraga itu serbaguna. Padahal, sepatu lari dibekali karakteristik sol yang tebal, empuk, serta memiliki bantalan (cushioning) dan efek pantul (bounce) yang tinggi untuk meredam benturan saat berlari.
Justru, keempukan inilah yang menjadi bumerang saat melakukan latihan beban seperti squat atau deadlift.
Sol yang terlalu empuk membuat pijakan kaki menjadi goyah, kehilangan cengkeraman (grip), dan minim anchoring (titik tumpu yang kokoh) di permukaan lantai. Akibatnya, risiko cedera seperti terkilir atau cedera engkel melonjak drastis.
"Kalau berat di kardio bisa terakomodasi pakai sepatu running, tapi kalau ada weightlifting-nya lebih baik pakai flat shoes supaya anchoring di permukaannya lebih stabil," jelas dr. Jason.
Training Shoes Solusi Praktis untuk Gym
Membawa dua pasang sepatu berbeda ke gym, satu untuk lari dan satu lagi untuk angkat beban, tentu terasa merepotkan. Sebagai jalan tengah, training shoes hadir sebagai solusi paling ideal.
Berbeda dari sepatu lari, training shoes dirancang khusus untuk mendukung gerakan multi-arah di dalam ruangan. Sepatu ini biasanya memiliki sol yang lebih datar, lebar, dan kokoh untuk menjaga keseimbangan tubuh.
"Praktisnya pakai training shoes, kalau mau weightlifting, masih dapat grip-nya. Kalau dipakai running dapat sedikit cushioning dan juga bounce," tambahnya.
Pada akhirnya, menyesuaikan jenis alas kaki dengan porsi latihan adalah kunci utama agar tetap nyaman, terhindar dari cedera, dan bisa berolahraga secara optimal tanpa harus repot membawa banyak sepatu.