- Penelitian Persona Jurnal Psikologi Indonesia mengungkapkan stereotip negatif dan tekanan sosial dapat menurunkan kesejahteraan psikologis perempuan lajang.
- Serial Tante Sonya di WeTV menceritakan kisah cinta perempuan usia 42 tahun dengan pria yang lebih muda.
- Karakter Sonya menghadapi konflik batin terkait trauma masa lalu serta perbedaan usia dalam menjalin hubungan baru.
Suara.com - Ketika perempuan memasuki usia 35 tahun dan masih lajang, pertanyaan tentang pernikahan sering kali belum berhenti. Belum lagi ketika ia kemudian menjalin hubungan dengan laki-laki yang lebih muda, pilihan tersebut kembali menjadi bahan penilaian.
Seolah-olah kehidupan romantis perempuan memiliki batas waktu tertentu. Ada tahapan yang dianggap harus dicapai pada usia tertentu, mulai dari menemukan pasangan hingga menikah dan membangun keluarga. Ketika seseorang menjalani hidup di luar urutan itu, ia kerap dianggap tertinggal.
Tekanan tersebut ternyata bukan sekadar komentar yang mengganggu. Penelitian terhadap 196 perempuan lajang berusia 25–55 tahun yang dipublikasikan dalam Persona: Jurnal Psikologi Indonesia menemukan bahwa stereotip negatif dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis perempuan. Ketakutan menjadi lajang juga dapat memperkuat dampak tersebut.
Artinya, pertanyaan seperti “kapan menikah?” atau anggapan terlalu pemilih dapat berkembang menjadi tekanan emosional, terutama ketika perempuan memasuki usia yang dianggap melewati “batas ideal”.
Padahal, perjalanan setiap orang dalam menemukan pasangan tidak selalu sama.
Jatuh Cinta di Usia Matang Punya Cerita Berbeda
Jatuh cinta memang tidak mengenal jadwal. Namun, membangun hubungan di usia matang sering kali datang dengan pengalaman dan pertimbangan yang berbeda.
Seseorang mungkin sudah pernah mengalami kegagalan, pengkhianatan, perceraian, atau sekadar belajar memahami kebutuhan dirinya sendiri. Karena itu, kehati-hatian dalam memilih pasangan tidak selalu berarti terlalu pemilih.
Hal tersebut tergambar dalam karakter Sonya yang diperankan Raihaanun dalam WeTV Original Tante Sonya.
Di usia 42 tahun, Sonya telah membangun kehidupan dan kariernya sendiri setelah mengalami pengkhianatan menjelang pernikahan. Pengalaman tersebut membuatnya memilih menjaga jarak dari hubungan romantis.
Situasi berubah ketika ia kembali bertemu Ben, diperankan Maxime Bouttier, laki-laki yang 14 tahun lebih muda darinya. Delapan tahun sebelumnya, Sonya pernah membantu Ben melewati masa sulit. Namun ketika mereka kembali bertemu, Ben sudah tumbuh menjadi laki-laki dewasa.
“Sonya tahu dirinya punya perasaan kepada Ben, tetapi menerima perasaan itu tidak mudah. Ia pernah dikhianati dan kini berhadapan dengan laki-laki yang usianya 14 tahun lebih muda. Jadi, konflik Sonya bukan soal cinta saja. Ia juga mempertanyakan apakah hubungan ini aman untuk dijalani dan apakah dirinya siap mengambil risiko sekali lagi,” ujar Surya Ardy Octaviand, Sutradara WeTV Original Tante Sonya.
Ketika Perempuan Lebih Tua dari Pasangan
Perbedaan usia dalam hubungan sebenarnya bukan hal baru. Namun, ketika perempuan menjadi pihak yang lebih tua, pilihan tersebut masih kerap mendapat sorotan.
Usia perempuan bahkan sering dikaitkan dengan penampilan, usia reproduksi, hingga anggapan tentang kemampuannya mendapatkan pasangan sebaya. Sementara itu, laki-laki yang berhubungan dengan perempuan lebih muda cenderung dianggap lebih lumrah.
Padahal, kesiapan dalam hubungan tidak hanya ditentukan angka usia. Kemampuan berkomunikasi, menghargai batasan, menghadapi konflik, serta memberikan rasa aman juga menjadi bagian penting dari hubungan.
Hal tersebut pula yang harus dihadapi Sonya dan Ben. Ben perlu menunjukkan bahwa perasaannya bukan sekadar kekaguman sesaat, sementara Sonya harus menghadapi ketakutan setelah pengalaman buruk di masa lalu.
Cinta Perempuan Dewasa Tak Harus Soal Menikah
Kisah romansa perempuan usia 40-an masih relatif jarang mendapat ruang dalam tayangan populer. Ketika muncul, ceritanya sering berputar pada pencarian pasangan, kecemasan soal usia, atau keinginan mengejar pernikahan.
Padahal, kehidupan perempuan dewasa jauh lebih luas daripada status hubungannya.
“Cerita cinta perempuan usia 40-an masih jarang diceritakan dari sudut pandang perempuannya sendiri. Pembahasannya sering langsung tertuju pada status pernikahan atau usia pasangan. Melalui Tante Sonya, kami ingin melihat apa yang sebenarnya dialami perempuan ketika mencoba membuka hati kembali, mulai dari luka yang masih dibawa hingga keberanian untuk mempercayai orang lain,” kata Febriamy Hutapea, Country Head WeTV Indonesia.
Perjalanan Sonya menunjukkan bahwa membuka hati di usia matang bukan berarti mengejar sesuatu yang tertinggal. Setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk mencintai, memulai kembali, atau memilih tetap sendiri.
Pada akhirnya, pertanyaannya bukan mengapa seorang perempuan baru jatuh cinta setelah usia 35 tahun. Yang lebih penting adalah apakah hubungan tersebut membuatnya merasa aman, dihargai, dan memiliki ruang untuk bertumbuh.
WeTV Original Tante Sonya, yang dibintangi Raihaanun, Maxime Bouttier, Dinda Kirana, Hamish Daud, dan Kresna Julio, dapat disaksikan secara eksklusif di WeTV.