- Penumpukan sisa makanan, minyak, serta debu di lubang burner menyebabkan pembakaran gas menjadi tidak sempurna.
- Kotoran tersebut mengakibatkan nyala api kompor gas berubah warna menjadi merah atau kuning, bukan biru normal.
- Komponen kompor perlu dimatikan, dibersihkan menggunakan air sabun hangat, dikeringkan, lalu dipasang kembali secara benar.
3. Periksa dan Bersihkan Lubang Burner
Perhatikan lubang-lubang kecil pada kepala burner karena bagian ini berperan dalam mengatur keluarnya gas menuju area pembakaran. Gunakan sikat halus atau kuas kering untuk mengangkat debu dan kotoran yang terlihat.
Jangan memperbesar lubang dengan jarum atau benda tajam karena perubahan ukuran dapat mengganggu distribusi gas. Jika sumbatan tidak dapat dibersihkan dengan cara sederhana, ikuti petunjuk produsen atau minta bantuan teknisi.
4. Lap Permukaan Bodi Kompor
Gunakan kain lembut yang sedikit dibasahi air sabun untuk membersihkan minyak dan sisa makanan pada bodi kompor. Untuk noda membandel, bersihkan secara bertahap tanpa menggosok terlalu keras agar lapisan permukaan tidak tergores.
Setelah itu, lap kembali menggunakan kain bersih dan kering. Pastikan air tidak masuk ke lubang burner, pemantik, maupun bagian sambungan gas.
5. Keringkan dan Pasang Kembali Komponen
Sebelum dirakit kembali, pastikan seluruh komponen yang dibersihkan benar-benar kering. Pasang kepala burner dan tatakan sesuai posisi semula agar tidak miring atau longgar.
Setelah semuanya terpasang dengan benar, buka suplai gas dan nyalakan kompor sesuai petunjuk penggunaan. Amati apakah nyala api stabil dan merata pada setiap tungku.
Jika api tetap merah atau kuning, tercium bau gas, atau terdengar suara desis yang tidak biasa, matikan kompor dan hentikan penggunaannya sampai penyebabnya diperiksa. Jangan mencoba memperbaiki kebocoran sendiri.