-
Restoran Antarasa tawarkan kuliner Nusantara dengan konsep kontemporer.
-
Ada menu kepiting soka saus Padang hingga rahang tuna bakar.
-
Berbagai olahan masakan Indonesia terinspirasi dari berbagai daerah.
Suara.com - Mencari sajian Indonesia dengan pengalaman bersantap yang lebih modern di tengah hiruk-pikuk Jakarta Selatan, Antarasa di One Satrio, Kuningan, bisa menjadi salah satu pilihan.
Restoran Modern Nusantara ini membawa cita rasa kampung halaman ke dalam konsep bersantap kontemporer yang menyasar gaya hidup urban.
Salah satu menu yang menarik perhatian adalah Piting Soka Saus Padang, olahan kepiting soka yang memadukan inspirasi masakan seafood bergaya Singapura dengan karakter rasa Padang.
Dari konsep rasanya, menu ini mengandalkan karakter saus yang kuat. Cita rasa Padang membuat sajian kepiting terasa lebih berani, dengan sensasi gurih dan pedas yang menjadi penanda utama.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip chef sekaligus Owner Antarasa, Arcad Fadillah, yang memang menyukai rasa yang tegas dalam masakannya.
![Menu di Restoran Modern Nusantara. [Suara.com/Dini Afrianti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/07/45096-menu-di-restoran-modern-nusantara.jpg)
"Piting Soka, terinspirasi dari Singaporean style tapi rasanya lebih ke Padang, makanya saya bilangnya Piting Soka Saos Padang," ujar Chef Arcad dalam acara Antarasa, Reimagined di One Satrio, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Ia bahkan punya standar tersendiri dalam menentukan karakter rasa masakan. Menurutnya, rasa dalam sebuah hidangan harus terasa jelas dan tidak tanggung-tanggung.
"Berani, bold. Asam harus asam, gurih harus gurih, pedas harus pedas," katanya.
Karakter tersebut membuat sajian Nusantara di Antarasa tidak diarahkan menjadi makanan yang sekadar tampil modern. Identitas rasa justru tetap dipertahankan melalui kombinasi bumbu yang kuat.
![Menu di Restoran Modern Nusantara. [Suara.com/Dini Afrianti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/07/44932-menu-di-restoran-modern-nusantara.jpg)
Selain Kepiting Soka, ada pula Mi Aceh dengan Kepiting Papua yang menarik untuk dicoba. Tekstur mie terasa kenyal dengan tingkat kematangan yang pas, sementara bumbu kepiting Papua dapat menyerap hingga ke dalam mie.
Perpaduan tersebut membuat karakter rempah Mi Aceh dan cita rasa seafood hadir dalam satu sajian.
Salah satu yang tidak boleh dilewatkan yaitu sajian rawon. Kuahnya menghadirkan aroma rempah kluwek yang khas. Kuah yang kuat dan gurih ini sangat cocok disantap bersama nasi panas.
Hidangan ini kemudian mendapat tambahan telur asin dengan bagian kuning telur yang masir.
![Menu di Restoran Modern Nusantara. [Suara.com/Dini Afrianti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/07/73023-menu-di-restoran-modern-nusantara.jpg)
Saat perasan jeruk limo ditambahkan sebagai kondimen, rasa gurih telur asin berpadu dengan sensasi segar dari jeruk, membuat satu suapan terasa lebih kompleks tanpa menghilangkan karakter rawon.
Tidak lupa juga ada sajian Rahang Tuna Bakar dengan bumbu Manado. Daging ikan terasa lembut, sementara bumbu Manado memberikan rasa yang kuat sehingga karakter ikan tetap terasa, namun tidak ada aroma amis.
Namun, pengunjung juga tidak perlu takut kesulitan saat menyantap rahang tuna karena pihak restoran bisa membantu melepaskan daging ikan dari rahangnya.
"Apalagi kalau di sini ya, paling banyak karena teman-teman ada kerja di sini sambil makan. Mereka pengen makan tuna juga, tapi nggak mau berantakan kan? Biasanya nanti tim kita akan tanyain, 'Ini mau kita bantu lepasin nggak?'," ungkap Chef Arcad.
"Nanti tim kita datang pakai hand glove, bawa pisau, mereka rapihin. Tinggal makan saja," lanjutnya.
Berbagai olahan masakan Indonesia oleh Antarasa ini mengambil inspirasi dari berbagai daerah, kemudian menyusunnya dalam pengalaman bersantap yang lebih kontemporer.
Konsep ini menjadi bagian dari identitas Antarasa sebagai restoran Modern Nusantara. Selain di One Satrio, Antarasa juga telah hadir di Kota Bintang dengan konsep yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat urban.
"Sebagai restoran yang dikenal dengan kuliner Nusantara, kami menyadari satu hal penting: industri F&B terus bergerak dinamis, sehingga ekspektasi tamu pun ikut berkembang," ujar Direktur Utama PT Karya Lintas Rasa, Ratna Dewi Purnamasari, yang menaungi Antarasa.