- Lemonilo didirikan pada 1 Oktober 2016 oleh Shinta Nurfauzia guna memperluas akses makanan sehat di Indonesia.
- Perusahaan menyediakan berbagai produk tanpa pengawet, penguat rasa, dan pewarna buatan di 103.000 titik penjualan.
- Lemonilo meraih sertifikasi B Corp pada usia satu dekade untuk menilai dampak perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan.
Perspektif ini menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam sertifikasi B Corp yang diraih perusahaan tersebut saat memasuki usia satu dekade. Dikembangkan oleh B Lab, sertifikasi ini menilai dampak perusahaan terhadap manusia dan lingkungan melalui berbagai aspek bisnis.
Penilaiannya menggunakan B Impact Assessment yang mencakup lima area utama, yakni tata kelola perusahaan (Governance), pekerja (Workers), komunitas (Community), lingkungan (Environment), dan konsumen (Customers).
Aspek yang dinilai meliputi cara perusahaan mengambil keputusan, memperhatikan kesejahteraan pekerja, mengelola dampak lingkungan, membangun hubungan dengan komunitas, serta menjalankan tanggung jawab terhadap konsumen.
Shinta mengatakan, pencapaian tersebut menjadi pengingat bahwa pertumbuhan perusahaan perlu berjalan bersama tanggung jawab sosial dan lingkungan.
“Ini adalah standar yang membantu kami melihat Lemonilo secara lebih menyeluruh dan menjadi pengingat bahwa pertumbuhan bisnis perlu berjalan bersama tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Pada akhirnya, membangun kebiasaan hidup sehat merupakan proses yang berlangsung dalam keseharian. Pilihan makanan yang sesuai kebutuhan, kebiasaan memahami informasi produk, pola makan seimbang, serta lingkungan yang mendukung dapat menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Perubahan tidak harus dilakukan sekaligus. Langkah sederhana yang dijalankan secara konsisten dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan yang lebih baik, sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.