- Kerugian saat trading perlu disikapi dengan tenang, mulai dari memeriksa riwayat transaksi hingga memahami penyebab kerugian.
- Jika menemukan transaksi yang janggal, nasabah dapat mengumpulkan bukti, meminta penjelasan tertulis, dan menempuh jalur pengaduan resmi.
- Memahami risiko dan tidak terburu-buru mengejar kerugian menjadi langkah penting untuk mengambil keputusan finansial yang lebih bijak.
Suara.com - Trading di pasar berjangka memiliki risiko kerugian yang perlu dipahami sejak awal. Pergerakan harga yang cepat, perubahan kondisi pasar, hingga perbedaan harga saat order dieksekusi bisa memengaruhi hasil transaksi.
Namun, bagaimana jika kerugian yang dialami terasa tidak wajar atau muncul dugaan adanya masalah pada sistem perdagangan? Dalam situasi seperti ini, investor perlu memeriksa riwayat transaksi dan mengumpulkan bukti sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Kasus dugaan manipulasi sistem perdagangan yang melibatkan PT Didi Max Berjangka atau Didimax menjadi salah satu contoh pentingnya memeriksa data transaksi ketika terjadi perselisihan antara nasabah dan perusahaan pialang.
Dalam klarifikasinya terhadap pemberitaan mengenai klaim kerugian nasabah sebesar Rp23 miliar, Didimax menyatakan bahwa riwayat transaksi akun MetaTrader 5 (MT5) mencatat total deposit sebesar USD230.000 dan penarikan sebesar USD327.800.
Perusahaan juga menyebut terdapat keuntungan trading kumulatif sebesar USD110.507, komisi transaksi USD12.690, serta saldo akhir USD17. Didimax menilai data tersebut perlu dipertimbangkan secara menyeluruh dalam menilai klaim kerugian nasabah.
Meski demikian, angka deposit dan penarikan saja tidak otomatis membuktikan ada atau tidaknya kerugian maupun manipulasi. Penilaiannya perlu memperhitungkan keseluruhan transaksi, biaya, posisi yang masih terbuka, serta dasar perhitungan klaim yang diajukan.
Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan ketika mengalami kerugian trading atau merasa ada transaksi yang tidak sesuai?
1. Periksa kembali riwayat transaksi
Langkah pertama adalah memeriksa riwayat transaksi secara menyeluruh. Jangan hanya melihat saldo akhir atau jumlah kerugian yang muncul di akun.
Catat jumlah dana yang disetorkan, penarikan yang sudah dilakukan, keuntungan dan kerugian dari setiap transaksi, komisi, biaya lainnya, serta posisi yang masih terbuka jika ada.
Simpan laporan transaksi dari platform yang digunakan. Jika memungkinkan, unduh riwayat transaksi dalam format yang dapat diperiksa kembali dan simpan tangkapan layar sebagai dokumentasi tambahan.
Data ini dapat membantu memperjelas kronologi dan menjadi bahan ketika nasabah meminta penjelasan kepada perusahaan pialang.
2. Simpan bukti jika ada transaksi yang dianggap janggal
Apabila terdapat perbedaan harga eksekusi, order yang tidak sesuai, atau transaksi yang tidak dikenali, dokumentasikan setiap kejadian secara terperinci.
Catat waktu transaksi, instrumen yang diperdagangkan, harga ketika order diajukan, harga eksekusi, volume, serta nomor transaksi jika tersedia. Simpan pula percakapan dengan layanan pelanggan, konfirmasi order, dan dokumen terkait.