- Physical sunscreen umumnya menggunakan Zinc Oxide dan Titanium Dioxide.
- Chemical sunscreen menggunakan filter UV organik seperti Avobenzone dan Octocrylene.
- Sunscreen yang menggabungkan filter mineral dan kimia disebut hybrid sunscreen.
3. Perhatikan Tekstur dan Hasil Akhirnya
Karakteristik fisik produk juga bisa menjadi petunjuk awal untuk membedakan kedua jenis sunscreen.
Physical sunscreen cenderung memiliki tekstur lebih kental dan berpotensi meninggalkan whitecast, yaitu lapisan putih setelah produk diratakan pada kulit.
Sebaliknya, chemical sunscreen sering diformulasikan dengan tekstur lebih ringan dan transparan sehingga tidak banyak meninggalkan whitecast.
Namun, karakteristik tersebut tidak berlaku untuk semua produk. Inovasi formula membuat physical sunscreen bisa terasa ringan, sedangkan chemical sunscreen juga dapat memiliki tekstur yang lebih kental.
4. Perhatikan Waktu Pengaplikasian
Physical sunscreen sering disebut dapat langsung memberikan perlindungan setelah diaplikasikan secara merata.
Sementara itu, chemical sunscreen umumnya disarankan untuk digunakan sekitar 15 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan, mengikuti petunjuk pada kemasan produk.
Meski demikian, waktu pengaplikasian bukan cara paling akurat untuk mengidentifikasi jenis sunscreen.
Mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan tetap penting, apa pun jenis filter UV yang digunakan.
5. Jangan Menentukan Jenis Sunscreen dari SPF dan PA
Angka SPF dan label PA menunjukkan tingkat perlindungan terhadap sinar UV, bukan jenis filter yang digunakan dalam produk.
SPF terutama berkaitan dengan perlindungan terhadap sinar UVB, sedangkan PA menunjukkan tingkat perlindungan terhadap UVA.
Artinya, physical sunscreen maupun chemical sunscreen dapat memiliki SPF 30, SPF 50, atau nilai PA yang tinggi.
Untuk penggunaan sehari-hari, sunscreen dengan SPF minimal 30 dan perlindungan spektrum luas (broad spectrum) terhadap UVA dan UVB dapat menjadi acuan.