Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Vania Rossa

Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:42 WIB
Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein
Ilustrasi Tempe.(Freepik/tyasindayanti)
baca 10 detik
  • Tempe kini dikembangkan menjadi beragam produk pangan praktis, termasuk camilan berbasis protein nabati.
  • Inovasi ini menjawab kebutuhan konsumen akan pilihan makanan yang praktis dengan kandungan gizi yang diperhatikan.
  • Pengembangan produk berbahan lokal juga membuka peluang bagi pangan Indonesia untuk menjangkau pasar internasional.

Suara.com - Tempe selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati yang akrab dalam menu sehari-hari masyarakat Indonesia. Selain diolah menjadi lauk, bahan pangan hasil fermentasi kedelai ini juga berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk praktis yang mengikuti kebutuhan konsumsi modern.

Salah satu inovasinya adalah mengolah tempe menjadi protein bar, camilan berbentuk batangan yang praktis dibawa dan dikonsumsi saat beraktivitas. Format ini menawarkan alternatif bagi konsumen yang membutuhkan camilan dengan kandungan protein tanpa harus selalu mengandalkan sumber protein hewani.

Tren tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian konsumen terhadap kandungan gizi makanan. Survei Consumer Insights Tracker yang dilakukan Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) pada 2025 menunjukkan, 74 persen konsumen Australia dan Selandia Baru berupaya menjaga pola makan sehat.

Sebanyak 75 persen responden juga menempatkan nutrisi sebagai salah satu nilai penting dalam memilih pangan, setelah rasa dan harga.

Mengolah Tempe Menjadi Camilan Praktis

Pengembangan tempe menjadi protein bar memperlihatkan bagaimana bahan pangan tradisional dapat diadaptasi ke dalam format yang lebih praktis. Tempe yang umumnya dikonsumsi sebagai lauk dapat diolah menjadi camilan yang mudah dibawa untuk menemani aktivitas sehari-hari.

Dalam pengembangan produk semacam ini, kandungan gizi menjadi salah satu aspek yang diperhatikan. Protein berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, sedangkan serat membantu mendukung fungsi pencernaan.

Namun, kandungan protein bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan ketika memilih camilan. Jumlah gula, serat, total energi, serta komposisi bahan juga penting untuk dipertimbangkan agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing konsumen.

Tempe dan Potensi Protein Nabati

baca juga

Tempe memiliki keunggulan sebagai bahan pangan yang mengandung protein nabati dan dihasilkan melalui proses fermentasi kedelai. Proses ini turut mengubah karakteristik bahan pangan, sehingga tempe memiliki cita rasa dan tekstur yang khas.

Ketika dikembangkan menjadi produk camilan, tempe dapat dikombinasikan dengan bahan lain untuk menghasilkan tekstur, rasa, dan kandungan gizi yang sesuai dengan tujuan produk.

Salah satu contohnya adalah protein bar berbahan tempe yang dikombinasikan dengan protein kedelai isolat atau soy protein isolate dan oat. Formulasi tersebut memungkinkan produk memiliki kandungan protein yang lebih tinggi sekaligus menawarkan format konsumsi yang praktis.

Meski demikian, nilai gizi setiap produk tetap bergantung pada komposisi dan takaran bahan yang digunakan. Karena itu, konsumen sebaiknya memeriksa informasi nilai gizi pada kemasan sebelum menjadikannya bagian dari pola makan sehari-hari.

Inovasi Pangan Lokal Berpeluang Menjangkau Pasar Global

Pengembangan bahan pangan lokal menjadi produk modern juga membuka peluang bagi industri makanan Indonesia untuk menjangkau pasar internasional. Tempe, yang telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner Indonesia, memiliki potensi untuk diperkenalkan dalam bentuk yang lebih beragam.

Camilan berbahan tempe. (Dok. Ist)
Camilan berbahan tempe. (Dok. Ist)

Peluang tersebut terlihat dari kesepakatan antara perusahaan pangan Indonesia, PT Inti Food Sejahtera, dan sebuah perusahaan berbasis di Australia. Dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), yang disaksikan Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney.

Dalam kesepakatan tersebut, mitra distribusi Australia menyatakan komitmen pembelian produk protein bar senilai US$1 juta untuk periode 2026–2027.

Kesepakatan ini menunjukkan adanya peluang bagi produk pangan berbasis bahan lokal untuk memasuki pasar yang lebih luas. Meski begitu, pengembangan pasar internasional tetap membutuhkan konsistensi kualitas, pemenuhan standar keamanan pangan, serta penyesuaian terhadap selera dan kebutuhan konsumen di negara tujuan.

Produk protein bar berbahan tempe yang dikembangkan perusahaan tersebut diberi nama TEMPBAR. Setiap batang dengan berat 50 gram mengandung 15 gram protein, 2 gram gula, dan 4 gram serat, serta tersedia dalam tiga varian rasa, yakni Chocolate, Matcha, dan Salted Caramel.

Inovasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana tempe dapat dikembangkan melampaui bentuk olahan tradisional, sekaligus membuka ruang baru bagi bahan pangan Indonesia dalam industri camilan bernutrisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eksistensi Sambel Pecel Sebagai Lauk Ekonomis yang Cocok Buat Anak Kosan!

Eksistensi Sambel Pecel Sebagai Lauk Ekonomis yang Cocok Buat Anak Kosan!

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Ketika Protein Jadi Barang Mewah, Edukasi Gizi Tak Cukup dengan Penyuluhan

Ketika Protein Jadi Barang Mewah, Edukasi Gizi Tak Cukup dengan Penyuluhan

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Ramai Fenomena Downgrade Lifestyle, Pakar Khawatir Jatah Asupan Protein Menurun

Ramai Fenomena Downgrade Lifestyle, Pakar Khawatir Jatah Asupan Protein Menurun

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:38 WIB

BNCT Siapkan SMP Baru untuk Anak-anak Belawan, Target Beroperasi 2028

BNCT Siapkan SMP Baru untuk Anak-anak Belawan, Target Beroperasi 2028

Sumut | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Sukses di Bioskop, Alas Roban The Series Siap Teror Penonton ANTV dan Netflix

Sukses di Bioskop, Alas Roban The Series Siap Teror Penonton ANTV dan Netflix

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Kuliner Unik Makin Dilirik, Tampilan hingga Harga Jadi Daya Tarik

Kuliner Unik Makin Dilirik, Tampilan hingga Harga Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:26 WIB

Rute Baru Vietjet Hubungkan 3 Kawasan, Pariwisata dan Pertukaran Budaya Makin Terbuka

Rute Baru Vietjet Hubungkan 3 Kawasan, Pariwisata dan Pertukaran Budaya Makin Terbuka

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Dua Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo Karhutla, Koalisi Pers Sumsel Beri Kapolda Tenggat 2x24 Jam

Dua Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo Karhutla, Koalisi Pers Sumsel Beri Kapolda Tenggat 2x24 Jam

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Survei: Skor Kepemimpinan Gibran Cuma 4,4, Kompetensi Terendah Kedua

Survei: Skor Kepemimpinan Gibran Cuma 4,4, Kompetensi Terendah Kedua

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:11 WIB

×