- Karyawan ZTE Indonesia menanam 300 bibit mangrove di Ekowisata Mangrove PIK Jakarta pada 8 Oktober 2026.
- Inisiatif One Tree, One Future seluas 75 meter persegi tersebut berpotensi menyerap sekitar 35,5 kilogram karbon dioksida.
- ZTE Indonesia berkomitmen memantau area penanaman secara berkala untuk memastikan bibit mangrove tumbuh dengan baik dan berkelanjutan.
Dalam keterangan perusahaan, area penanaman melalui inisiatif One Tree, One Future di kawasan tersebut mencakup sekitar 75 meter persegi. Kegiatan itu diperkirakan memiliki potensi penyerapan karbon sekitar 35,5 kilogram COe.
Angka tersebut merupakan estimasi potensi penyerapan karbon, bukan pengukuran langsung atas karbon yang telah diserap.
Besarnya penyerapan karbon aktual akan bergantung pada pertumbuhan mangrove, tingkat kelangsungan hidup tanaman, kondisi tanah, dan jangka waktu pengamatan.
Menjaga Mangrove, Mendukung Manfaat bagi Masyarakat
Selain fungsi ekologis, kawasan mangrove juga berpotensi memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Jika dikelola secara berkelanjutan, ekosistem ini dapat mendukung wisata alam, kegiatan edukasi lingkungan, serta membuka peluang ekonomi yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan pesisir.
Di sisi lain, kerusakan mangrove dapat mengurangi perlindungan alami terhadap pesisir dan mengganggu habitat berbagai biota. Karena itu, menjaga kawasan mangrove tetap sehat menjadi bagian dari upaya mempertahankan manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat.
Bagi kawasan ekowisata seperti Mangrove PIK, keberlanjutan ekosistem juga berkaitan dengan kemampuannya menjalankan fungsi konservasi sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi pengunjung mengenai pentingnya menjaga lingkungan.