- AirAsia Move meraih gelar Asia’s Best Travel Booking App dalam World Travel Tech Awards 2026.
- Platform perjalanan kini mengintegrasikan pemesanan tiket, akomodasi, hingga tiket acara hiburan dalam satu aplikasi.
- Jumlah pengguna aktif bulanan AirAsia Move meningkat 22 persen hingga mendekati 17 juta dalam setahun.
Suara.com - Cara wisatawan merencanakan perjalanan kini semakin praktis. Jika dahulu aplikasi perjalanan identik dengan pemesanan tiket pesawat atau hotel, kebutuhan traveler kini semakin beragam.
Mulai dari mencari akomodasi, menemukan atraksi wisata, membeli tiket konser dan pertandingan olahraga, hingga mencari informasi perjalanan, semuanya perlahan terintegrasi dalam satu platform.
Perubahan kebutuhan tersebut turut terlihat dari perkembangan AirAsia Move (Move), yang kembali meraih gelar Asia’s Best Travel Booking App dalam ajang World Travel Tech Awards 2026.
Penghargaan itu menjadi kemenangan keempat secara berturut-turut dalam kategori tersebut. Dalam ajang yang sama, platform ini juga meraih World’s Best Low-Cost Airline App dan World’s Best Low-Cost Airline Website.
Di tengah kebiasaan traveler yang semakin mengandalkan layanan digital, aplikasi perjalanan tak lagi hanya berfungsi sebagai tempat membeli tiket.
Salah satu perkembangannya adalah semakin banyaknya pilihan perjalanan yang bisa dicari dalam satu aplikasi. Pengguna kini dapat membandingkan penerbangan dari lebih dari 700 maskapai, mencari akomodasi dari lebih dari satu juta hotel, hingga memilih paket yang menggabungkan tiket pesawat dan hotel.
Kebutuhan saat berada di destinasi juga mulai masuk dalam layanan serupa. Tiket atraksi, pusat hiburan, konser, pertandingan olahraga, hingga berbagai acara lainnya menjadi bagian dari kebutuhan perjalanan yang dapat dicari secara digital.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga ikut mengubah cara traveler mencari informasi. Fitur chatbot seperti AskBo, misalnya, memungkinkan pengguna mendapatkan bantuan secara langsung ketika membutuhkan informasi terkait perjalanan.
Tren tersebut menunjukkan bahwa perencanaan liburan semakin bergeser dari aktivitas yang dilakukan secara terpisah menjadi pengalaman yang lebih terintegrasi.
Traveler tidak hanya mencari cara untuk sampai ke destinasi, tetapi juga mulai mempersiapkan apa yang akan dilakukan selama berada di sana.
Pertumbuhan penggunaan layanan digital untuk kebutuhan perjalanan pun terlihat dalam data terbaru. Jumlah pengguna aktif bulanan platform tersebut disebut meningkat 22 persen hingga mendekati 17 juta pengguna dalam setahun terakhir.
Sementara itu, jumlah pencarian perjalanan melalui aplikasi meningkat 14 persen menjadi 33 juta.
Head of Commercial AirAsia Move, Chan Kok Ding, mengatakan perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya mengikuti perubahan kebutuhan wisatawan.
“Bagi kami, keberhasilan dapat diukur lebih dari sekadar transaksi pemesanan. Dengan menghubungkan wisatawan, mitra maskapai dan hotel, otoritas pariwisata, serta berbagai destinasi, kami ingin mewujudnyatakan lebih banyak peluang perjalanan,” ujar Chan.
President and Founder World Travel Awards, Graham E. Cooke, juga menilai perkembangan layanan tersebut mencerminkan perubahan cara wisatawan menemukan inspirasi, merencanakan, hingga memesan perjalanan.
Pada akhirnya, perkembangan aplikasi perjalanan memperlihatkan satu hal: merencanakan liburan kini bukan lagi sekadar soal membeli tiket. Teknologi membuat traveler bisa mencari inspirasi, memilih tempat menginap, menentukan aktivitas, hingga mengatur berbagai kebutuhan perjalanan dari perangkat yang sama.