- Perawatan anti-aging kini bergeser dari permukaan kulit menuju struktur bawah kulit termasuk otot wajah.
- PT Regenesis Indonesia mencatat puluhan juta perempuan paruh baya di Indonesia menciptakan kebutuhan besar terhadap perawatan estetika.
- WonderFace menghadirkan teknologi Neuromuscular Stimulation dan Radiofrequency untuk merawat otot serta jaringan kulit wajah secara menyeluruh.
Suara.com - Seiring bertambahnya usia, perubahan pada wajah menjadi salah satu hal yang mulai mendapat perhatian. Kerutan, kulit yang kehilangan elastisitas, hingga wajah yang tampak kurang kencang sering kali menjadi alasan perempuan melakukan berbagai perawatan untuk mempertahankan tampilan wajah.
Namun, proses penuaan wajah ternyata tidak hanya berkaitan dengan kondisi kulit. Struktur di bawah kulit, seperti otot, lemak, jaringan ikat, dan jaringan penunjang lainnya, juga ikut mengalami perubahan seiring bertambahnya usia.
Untuk itu, pendekatan terhadap perawatan anti-aging kini mulai berkembang dari sekadar merawat permukaan kulit menjadi memperhatikan struktur wajah secara lebih menyeluruh.
Fenomena ini juga sejalan dengan besarnya potensi perempuan usia paruh baya di Indonesia. Berdasarkan data BPS yang dicantumkan dalam materi Regenesis Indonesia, pada 2025 terdapat sekitar 20,7 juta perempuan berusia 40–44 tahun, 19,7 juta perempuan berusia 45–49 tahun, 17,7 juta perempuan berusia 50–54 tahun, dan 15,2 juta perempuan berusia 55–59 tahun.
Besarnya kelompok usia tersebut menunjukkan adanya kebutuhan terhadap perawatan yang berkaitan dengan skin rejuvenation dan anti-aging.
Bagi perempuan di usia paruh baya, perawatan wajah tidak lagi semata-mata bertujuan mengurangi tampilan kerutan, tetapi juga menjaga kekencangan dan bentuk wajah.
President Director PT Regenesis Indonesia, Ir Emmy Noviawati, mengatakan perkembangan tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi di bidang estetika.
"Kami melihat adanya perubahan cara pandang dalam facial aesthetics. Wajah tidak hanya terdiri dari kulit yang terlihat, tetapi juga struktur di bawahnya yang ikut membentuk, menopang, dan menggerakkan wajah. Karena itu, perhatian terhadap otot wajah menjadi bagian menarik dari perkembangan treatment estetika modern," ujar Emmy.
Ketika Perawatan Wajah Mulai Bergeser dari Skin Care ke Muscle Care
Selama ini, ketika membicarakan tanda-tanda penuaan, perhatian biasanya tertuju pada kulit. Mulai dari berkurangnya kolagen, munculnya kerutan, menurunnya elastisitas hingga kulit yang terlihat kendur.
Padahal, wajah merupakan struktur yang kompleks. Otot, lemak, jaringan ikat, dan berbagai jaringan penunjang di bawah kulit turut berperan dalam membentuk kontur serta pergerakan wajah.
Penelitian mengenai facial aging juga menunjukkan bahwa proses penuaan wajah melibatkan perubahan pada berbagai lapisan tersebut.
Hal inilah yang kemudian melahirkan pendekatan baru dalam dunia estetika, yaitu memberikan perhatian lebih terhadap otot wajah. Pendekatan tersebut bukan berarti meninggalkan perawatan kulit, melainkan melihat wajah dari perspektif yang lebih menyeluruh.
Konsep tersebut diusung melalui WonderFace yang hadir dengan pendekatan muscle care sebagai bagian dari perkembangan perawatan wajah modern.
Salah satu hal yang ditawarkan adalah pendekatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien. WonderFace menyediakan 10 pilihan program yang dapat dipilih berdasarkan kondisi serta tujuan perawatan, mulai dari lifting dan tonifikasi hingga facial contouring, bruxism, dan lymphatic drainage.
Pendekatan yang lebih personal menjadi salah satu hal yang semakin diperhatikan dalam perawatan estetika. Pasalnya, kebutuhan setiap orang tidak selalu sama. Area wajah yang mengalami perubahan, kondisi otot, hingga tujuan perawatan dapat berbeda antara satu pasien dan lainnya.
WonderFace memiliki dua platform teknologi yang independen dan dapat digunakan secara terpisah, yakni Neuromuscular Stimulation (NMS) untuk memberikan stimulasi pada otot wajah serta Radiofrequency (RF) untuk perawatan jaringan kulit.
Dokter kemudian dapat menentukan modalitas yang digunakan berdasarkan kondisi, kebutuhan, serta tujuan perawatan masing-masing pasien. Dengan demikian, perawatan dapat diarahkan sesuai kebutuhan, baik ketika fokusnya berada pada otot maupun kulit.
Dari sisi penelitian, perhatian terhadap stimulasi otot wajah juga terus berkembang. Salah satu studi terkontrol terhadap 108 perempuan melaporkan bahwa stimulasi otot wajah selama 12 minggu dikaitkan dengan peningkatan ketebalan otot zygomaticus major sebesar 18,6%, serta laporan mengenai perbaikan firmness, tone, dan lift wajah.
Penelitian lain terhadap perempuan Asia juga melaporkan adanya perbaikan pada elastisitas kulit, kerutan, sagging, garis senyum, dan kontur rahang setelah delapan minggu stimulasi otot wajah.
Meski demikian, penelitian tersebut menggunakan protokol dan perangkat stimulasi neuromuskular tertentu dan bukan merupakan penelitian klinis terhadap WonderFace. Karena itu, hasil penelitian tersebut tidak dapat dianggap sebagai klaim langsung mengenai efektivitas WonderFace.
Bagi perempuan paruh baya yang mulai melihat perubahan bentuk maupun kekencangan wajah, pendekatan ini dapat menjadi salah satu pilihan yang diperbincangkan bersama dokter.
Terlebih, kebutuhan perawatan wajah pada usia tersebut bisa berbeda dengan kebutuhan kulit di usia yang lebih muda. Pada akhirnya, konsep anti-aging tidak hanya berbicara mengenai kulit yang terlihat lebih halus.
Struktur wajah secara keseluruhan juga menjadi bagian yang mulai diperhatikan dalam perkembangan estetika modern.
"Beauty banyak dilihat dari apa yang tampak di permukaan. WonderFace mengajak kita melihat lebih dalam, karena wajah yang terlihat youthful bukan hanya tentang kulit yang tampak bagus, tetapi juga tentang struktur yang bekerja di bawahnya," tutup Emmy.