Suara.com - Berwisata ke sebuah kota kini tak lagi sekadar soal mendatangi tempat terkenal, mengambil foto, lalu berpindah ke destinasi berikutnya. Ada pengalaman lain yang justru semakin dicari, yakni merasakan bagaimana kehidupan berjalan dari sudut pandang masyarakat setempat.
Bodrum, kota pesisir di Mula, Turkiye, menjadi salah satu tempat yang menarik untuk merasakan pengalaman tersebut. Berada di pertemuan Laut Aegea dan Laut Mediterania, Bodrum memang dikenal sebagai destinasi resor dengan hotel mewah, klub pantai, marina kapal pesiar, hingga restoran berbintang MICHELIN.
Namun, di balik kemewahan itu, tersimpan sisi Bodrum yang jauh lebih sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat lokal. Menjelajahi Bodrum layaknya warga lokal berarti memperlambat langkah, meninggalkan sejenak kawasan yang ramai, kemudian menemukan sudut-sudut kota yang menyimpan cerita.
1. Menyapa Bodrum dari Laut

Laut menjadi bagian penting dari kehidupan Bodrum. Kota yang dahulu dikenal sebagai desa nelayan ini merupakan tempat lahirnya tradisi Blue Voyage atau Pelayaran Biru.
Pengalaman tersebut dapat dilakukan menggunakan gulet, kapal kayu tradisional yang pertama kali dibuat di Bodrum. Bentuknya yang khas, ruang yang lapang, serta suasana santai di atas kapal membuat perjalanan terasa berbeda dari sekadar berwisata di tepi pantai.
Gulet membawa wisatawan menuju perairan yang lebih tenang dan teluk-teluk tersembunyi. Aspat, Kissebükü, hingga Karaada Poyraz menawarkan pemandangan laut yang jernih dengan lanskap alam yang masih asri.
Menjauh dari keramaian Gümbet, Bitez, dan Türkbükü, perjalanan ini memberi kesempatan untuk menikmati Bodrum dalam suasana yang lebih perlahan.
Seharian berada di atas laut, sesekali berenang di perairan yang bening, lalu menikmati pemandangan dari atas kapal menjadi cara sederhana untuk merasakan kehidupan pesisir Aegea.
2. Berjalan Pelan Menyusuri Kota

Pesona Bodrum juga terasa ketika perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Jalanan sempit dengan rumah-rumah bercat putih dan bunga bugenvil yang bermekaran menghadirkan suasana khas kota pesisir Mediterania.
Di sepanjang jalan, wisatawan dapat menemukan kafe-kafe kecil, toko kue tradisional, butik unik, hingga pasar lokal. Tidak perlu terburu-buru. Justru dengan berjalan santai, berbagai detail kecil yang menjadi bagian dari keseharian Bodrum akan lebih mudah ditemukan.
Perjalanan kemudian dapat mengarah ke Kastil Bodrum yang berdiri sejak abad ke-15. Bangunan bersejarah tersebut kini menjadi rumah bagi Museum Arkeologi Bawah Air Bodrum. Saat musim panas, museum ini juga menjadi bagian dari program Night Museums Türkiye dan buka hingga pukul 22.00.
Sejarah Bodrum pun semakin terasa ketika mengunjungi Teater Kuno dan reruntuhan Mausoleum Halikarnassos. Dari Teater Kuno, hamparan kota hingga garis pantai dapat terlihat dari ketinggian. Sementara reruntuhan Mausoleum mengingatkan pengunjung pada kejayaan Halikarnassos sebagai salah satu kota penting pada masa lampau.
3. Menikmati Kuliner yang Dekat dengan Warga Lokal

Perjalanan di Bodrum belum lengkap tanpa mencicipi hidangan khas Aegea. Selain restoran mewah, rumah makan lokal dan meyhane di sekitar Kastil Bodrum menawarkan pengalaman kuliner yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat.
Hidangan laut segar, meze Turki, serta anggur lokal menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Salah satu sajian yang menarik untuk dicoba adalah çökertme kebab, yang memadukan kentang renyah, daging lembut, dan yoghurt dalam satu hidangan.
4. Membawa Pulang Cerita dari Pengrajin Lokal

Bodrum juga dapat dikenang melalui karya tangan para pengrajinnya. Di bengkel-bengkel kecil, sandal kulit dibuat dengan jahitan tangan, sementara tekstil, perhiasan, dan benda dekoratif dirancang dengan sentuhan motif khas Aegea.
Membeli kerajinan tersebut bukan sekadar membawa pulang oleh-oleh. Ada keterampilan, tradisi, dan cerita masyarakat lokal yang ikut terbawa.
Pada akhirnya, menikmati Bodrum layaknya warga lokal bukan tentang seberapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi. Justru, pengalaman terasa lebih berarti ketika wisatawan memberi waktu untuk menikmati laut dengan tenang, berjalan tanpa terburu-buru, mencicipi makanan setempat, dan menyapa sisi kota yang mungkin terlewat dari rute wisata biasa.
Di sanalah Bodrum memperlihatkan pesonanya yang sesungguhnya: bukan hanya tentang birunya laut dan kemewahan resor, tetapi juga tentang kehidupan Aegea yang hangat, sederhana, dan penuh cerita.