- Inayah Wahid menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Greenpeace Indonesia pada peristiwa aksi 20 Oktober 2026.
- Inayah membantu proses lobi dari jarak jauh untuk membebaskan aktivis yang ditahan di Bundaran HI Jakarta.
- Aksi pembentangan spanduk kritik pemerintah tersebut dilakukan murni oleh para aktivis di lapangan.
Suara.com - Nama putri bungsu Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Inayah Wahid, menjadi sorotan setelah mengungkapkan keterlibatannya dalam aksi pembentangan spanduk di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 20 Oktober 2026.
Inayah Wahid tercatat sebagai anggota Dewan Pengawas Greenpeace Indonesia. Ia bukan bagian dari kelompok aktivis yang bertugas memasang spanduk di atas patung dalam aksi tersebut.
Melalui akun X, Inayah menjelaskan bahwa perannya dalam peristiwa itu sebatas membantu melobi agar para aktivis yang ditahan dapat dibebaskan. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat langsung dalam pemasangan spanduk.
“Perlu dijelaskan bhw saya bkn orang yg berperan dlm pemasangan spanduk, itu murni kerja keras teman2 @GreenpeaceID itu bkn credit saya. Sbg anggota dewan GPI saya cm membantu melobby agar2 teman2 dibebaskan pd saat ditahan, itupun dr jauh krn saya sdg diluar kota,” tulis Inayah.
Pernyataan tersebut memperjelas perbedaan peran Inayah dengan para aktivis yang melakukan aksi langsung di Bundaran HI.
![Sejumlah ktivis Greenpeace Indonesia membentangkan dua spanduk raksasa dari puncak Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Spanduk itu berisi tulisan protes terhadap pemerintahan Prabowo-Subianto yang membiarkan krisis ekologi serta krisis ekonomi. [Odi Putera/Greenpeace]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/21/99948-protes-greenpeace-indonesia.jpg)
Lantas, apa jabatan Inayah Wahid di Greenpeace Indonesia dan apa tugas Dewan Pengawas dalam organisasi tersebut?
Jabatan Inayah Wahid di Greenpeace Indonesia
Berdasarkan laman resmi Greenpeace Indonesia, Inaya Wulandari Wahid tercantum sebagai anggota Dewan Pengawas. Dewan tersebut dipimpin oleh Arimbi Heroepoetri yang menjabat sebagai ketua.
Sementara itu, Badan Pengurus Greenpeace Indonesia dipimpin oleh Wahyu Dhyatmika sebagai ketua.
Susunan organisasi ini menunjukkan bahwa Dewan Pengawas dan Badan Pengurus merupakan dua unsur yang berbeda dalam struktur Greenpeace Indonesia.
Dengan demikian, jabatan resmi Inayah adalah anggota Dewan Pengawas Greenpeace Indonesia, bukan ketua organisasi maupun koordinator aksi pembentangan spanduk di Bundaran HI.
Apa Tugas Dewan Pengawas Greenpeace Indonesia?
Dewan Pengawas merupakan bagian dari struktur organisasi Greenpeace Indonesia yang menjalankan fungsi pengawasan. Dalam susunan kepengurusan resminya, Greenpeace Indonesia juga mencantumkan Rapat Anggota sebagai otoritas tertinggi organisasi serta Badan Pengurus sebagai unsur tersendiri.
Secara umum, fungsi pengawasan organisasi berkaitan dengan pemantauan tata kelola dan pelaksanaan tanggung jawab organisasi sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, rincian tugas setiap anggota Dewan Pengawas perlu merujuk pada aturan internal Greenpeace Indonesia.
Jabatan tersebut juga perlu dibedakan dari peran pelaksana kampanye di lapangan.
Tidak semua orang yang menjadi bagian dari organisasi lingkungan harus terlibat langsung dalam demonstrasi atau aksi publik.
Dalam kasus aksi di Bundaran HI, Inayah secara terbuka menyebut dirinya hanya membantu melakukan lobi untuk mendukung pembebasan rekan-rekannya yang ditahan.
Kronologi Aksi Greenpeace di Bundaran HI
Aksi Greenpeace Indonesia berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026, ketika sejumlah aktivis memanjat Patung Selamat Datang di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, untuk membentangkan spanduk berisi kritik dan tuntutan kepada pemerintah.
Pesan yang disampaikan antara lain menyerukan penanganan krisis iklim dan penurunan biaya hidup. Aksi tersebut juga menyoroti persoalan bencana ekologis yang berdampak terhadap masyarakat.
Peristiwa itu menarik perhatian publik karena para aktivis menyampaikan tuntutan dari atas monumen ikonik di Jakarta. Setelah aksi berlangsung, para aktivis menjalani penanganan oleh aparat kepolisian sebelum akhirnya kembali ke rumah masing-masing.
Di tengah perhatian publik terhadap aksi tersebut, keterlibatan Inayah ikut menjadi perbincangan. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa pemasangan spanduk merupakan hasil kerja keras para aktivis yang terjun langsung, bukan kontribusi pribadinya.
Ia juga menjelaskan bahwa upaya lobi untuk membantu pembebasan rekan-rekannya dilakukan dari jauh karena sedang berada di luar kota.
Mengapa Inayah Wahid Bergabung dengan Greenpeace?
Inayah merupakan putri bungsu Gus Dur, yang dikenal pernah terlibat dalam berbagai persoalan sosial dan lingkungan. Dalam sebuah dialog kebangsaan di Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa, Sumenep, pada 22 Oktober 2026, Inayah mengungkapkan bahwa keterlibatannya dengan Greenpeace antara lain berkaitan dengan pengalaman sang ayah bekerja bersama organisasi tersebut.
Pengalaman itu menjadi salah satu latar belakang kedekatan Inayah dengan Greenpeace. Meski demikian, peran seseorang di dalam organisasi lingkungan dapat beragam, mulai dari pengawasan organisasi hingga dukungan terhadap advokasi dan kampanye.
Pengakuan Inayah mengenai aksi di Bundaran HI sekaligus menegaskan bahwa keterlibatannya tidak berarti ia ikut memanjat Patung Selamat Datang atau memasang spanduk.