Enzim Bakteri Bisa Urai Plastik, Ilmuwan Kembangkan Material Biodegradable

Bimo Aria Fundrika

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:26 WIB
Enzim Bakteri Bisa Urai Plastik, Ilmuwan Kembangkan Material Biodegradable
Tepi sungai yang dipenuhi sampah, menyoroti polusi lingkungan. (dok.Pexels/ Lisa Potios)

Suara.com - Pencemaran plastik masih menjadi persoalan lingkungan karena sebagian besar plastik konvensional sulit terurai secara alami. Namun, penelitian terbaru dari University of Konstanz, Jerman, menemukan enzim bakteri yang mampu membantu menguraikan jenis plastik tertentu.

Temuan ini membuka peluang pengembangan material yang lebih mudah terurai oleh mikroorganisme. Meski demikian, kemampuan bakteri menguraikan plastik bergantung pada struktur kimia material tersebut.

Mengutip ScienceDaily, Rabu (21/10), peneliti menemukan enzim yang diberi nama Pac-Man. Nama ini merujuk pada bagian aktif enzim yang memiliki bukaan lebar sehingga memungkinkan pemecahan ikatan kimia tertentu pada plastik biodegradable.

Penelitian yang dilakukan Harry Lerner, David Schleheck, dan timnya tersebut diterbitkan dalam jurnal The ISME Journal. Studi ini menganalisis kemampuan komunitas mikroorganisme di tanah dalam menguraikan berbagai material plastik serta mekanisme biologis yang terlibat.

Plastik biodegradable terurai dalam 250 hingga 330 hari

Untuk mengamati proses penguraian, peneliti mengubur lembaran plastik biodegradable di lapisan humus tanah hutan pada kedalaman sekitar 10 sentimeter. Mereka juga melakukan eksperimen laboratorium menggunakan sampel tanah dari kawasan yang sama.

Eksperimen berlangsung selama satu tahun untuk membandingkan kemampuan mikroorganisme menguraikan sejumlah material. Aktivitas mikroba diamati melalui pengukuran karbon dioksida yang dilepaskan selama proses penguraian.

Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa jenis poliester biodegradable, yakni LCAP, PHBV, dan PCL, dapat terurai sepenuhnya dalam waktu sekitar 250 hingga 330 hari. Sementara itu, selulosa sebagai material pembanding terurai dalam sekitar 80 hari.

Sebaliknya, plastik konvensional berbahan high-density polyethylene (HDPE) hampir tidak mengalami penguraian selama eksperimen.

baca juga

“Kami menemukan bahwa semua bahan bioplastik terdegradasi sepenuhnya dalam waktu sekitar 250 hingga 330 hari. Selulosa terurai setelah sekitar 80 hari, sedangkan hampir tidak terjadi degradasi pada HDPE,” jelas Lerner.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kemampuan mikroorganisme menguraikan plastik tidak berlaku sama untuk semua material. Struktur kimia polimer menentukan apakah enzim mikroba dapat memutus ikatan penyusunnya.

Enzim bakteri membuka peluang pengembangan material

Peneliti juga menemukan pola lubang mikroskopis pada permukaan plastik yang dikubur dalam tanah. Bentuk dan ukurannya menyerupai sel bakteri, mengindikasikan kemungkinan adanya aktivitas mikroorganisme yang menyerang material tersebut.

Melalui analisis materi genetik komunitas mikroba, peneliti mengidentifikasi gen penghasil enzim esterase. Enzim ini dapat memecah ikatan kimia tertentu pada poliester biodegradable.

Temuan tersebut membantu menjelaskan mekanisme biologis yang memungkinkan bakteri menguraikan jenis plastik tertentu. Pengetahuan ini berpotensi dimanfaatkan untuk merancang material dengan struktur kimia yang lebih mudah diputus melalui proses biologis.

Namun, pengembangan material tersebut tetap perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan agar proses penguraian berlangsung efektif.

Tidak semua plastik bisa diuraikan bakteri

Meski menawarkan peluang baru, penelitian ini tidak membuktikan bahwa bakteri mampu mengatasi pencemaran plastik konvensional di daratan maupun laut. HDPE justru hampir tidak terurai dalam eksperimen tersebut.

Peneliti juga menemukan bahwa enzim Pac-Man mampu memecah penisilin, antibiotik dari kelompok beta-laktam. Temuan ini memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan hubungan antara penguraian plastik dan mekanisme resistansi antibiotik. Namun, kemampuan enzim memecah penisilin tidak otomatis membuktikan bahwa enzim tersebut menyebabkan bakteri kebal terhadap antibiotik.

Karena itu, temuan ini lebih tepat dipandang sebagai dasar bagi penelitian lanjutan, bukan solusi instan untuk pencemaran plastik. Upaya mengurangi dampak sampah tetap membutuhkan pengurangan penggunaan plastik, pemilahan dari sumber, serta pengelolaan sampah yang memadai.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sampah Plastik Bali Tak Cukup Diatasi dengan Memilah, Ini Masalah di Balik Daur Ulang

Sampah Plastik Bali Tak Cukup Diatasi dengan Memilah, Ini Masalah di Balik Daur Ulang

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Olivia Padang dan Perjalanan Mengubah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

Olivia Padang dan Perjalanan Mengubah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:19 WIB

Air Dispenser Bau Plastik? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Air Dispenser Bau Plastik? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Terkini

Gercep! Singapura Temukan Energi Panas Bumi Melimpah untuk Listrik Selama 60 Tahun

Gercep! Singapura Temukan Energi Panas Bumi Melimpah untuk Listrik Selama 60 Tahun

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:23 WIB

Pemerintah China Siapkan Aturan Ketat untuk Layar Besar dan Fitur Mobil Modern

Pemerintah China Siapkan Aturan Ketat untuk Layar Besar dan Fitur Mobil Modern

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:22 WIB

CCTV Hotel Madiun Ungkap Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak, Ini Sosoknya

CCTV Hotel Madiun Ungkap Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak, Ini Sosoknya

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:22 WIB

Kabut Asap Karhutla Ancam Asia Tenggara, WMO Dorong ASEAN Berbagi Sumber Daya

Kabut Asap Karhutla Ancam Asia Tenggara, WMO Dorong ASEAN Berbagi Sumber Daya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Tampil Gemilang, Skateboard Kota Solo Raih Juara Umum di Porprov Jateng 2026

Tampil Gemilang, Skateboard Kota Solo Raih Juara Umum di Porprov Jateng 2026

Surakarta | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Cuan Tanpa Drama: Mudahnya Investasi Bersama New BIONS by BNI Sekuritas

Cuan Tanpa Drama: Mudahnya Investasi Bersama New BIONS by BNI Sekuritas

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Kenapa Harga Emas Turun Terus? Jangan Panik, Ini Langkah yang Bisa Dilakukan

Kenapa Harga Emas Turun Terus? Jangan Panik, Ini Langkah yang Bisa Dilakukan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Beda Moisturizer Wardah Renew You dan Crystal Secret, Ini Fokus Perawatannya

Beda Moisturizer Wardah Renew You dan Crystal Secret, Ini Fokus Perawatannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Hingga Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Hingga Menetas Tuntas

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:11 WIB

Jadwal SIM Keliling Medan 26 Oktober-1 November 2026, Ini 5 Lokasi dan Syarat Perpanjangan

Jadwal SIM Keliling Medan 26 Oktober-1 November 2026, Ini 5 Lokasi dan Syarat Perpanjangan

Sumut | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:08 WIB

×