Saat Dunia Fashion Bertemu Keahlian Medis, The Solitaire Bicara soal Kecantikan Tanpa Batas

Dinda Rachmawati

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:55 WIB
Saat Dunia Fashion Bertemu Keahlian Medis, The Solitaire Bicara soal Kecantikan Tanpa Batas
Saat Dunia Fashion Bertemu Keahlian Medis, The Solitaire Bicara soal Kecantikan Tanpa Batas (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • The Solitaire di KEK Sanur, Bali, merayakan ulang tahun desainer Erika Peña dengan tema perpaduan fashion dan bedah estetika.
  • Para ahli medis menegaskan bahwa bedah estetika memerlukan pendekatan personal dan presisi tinggi, bukan sekadar mengikuti tren populer.
  • The Solitaire menghadirkan lima klinik mitra internasional untuk menjadikan Bali sebagai destinasi global utama dalam bidang *medical tourism*.

Suara.com - Dunia fashion dan kedokteran estetika sekilas terlihat berada di dua jalur yang berbeda. Fashion identik dengan panggung, desain, kreativitas, dan ekspresi diri, sementara kedokteran estetika berkaitan dengan anatomi, presisi, pertimbangan klinis, hingga keselamatan pasien.

Namun, keduanya ternyata memiliki satu titik temu yang cukup kuat, yakni bagaimana melihat setiap individu sebagai pribadi yang memiliki karakter dan kebutuhan berbeda.

Persinggungan tersebut terlihat dalam perayaan ulang tahun ke-20 desainer internasional Erika Peña di Bali. Mengusung tema From Runway to Transformation, acara ini mempertemukan dunia fashion dengan keahlian medis melalui gagasan tentang craftsmanship, presisi, dan identitas personal.

Bagi The Solitaire, World-Class Aesthetic Surgery & Longevity Centre yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus Sanur, Bali, tema tersebut sejalan dengan filosofi The House of Expertise yang mereka usung.

Fashion dapat menjadi medium untuk mengekspresikan identitas seseorang melalui desain dan detail. Sementara dalam bedah estetika, pendekatan terhadap seseorang juga tidak bisa dibuat seragam. Bentuk wajah, proporsi tubuh, kondisi medis, hingga ekspektasi personal perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan tindakan.

Dengan kata lain, sesuatu yang terlihat menarik pada seseorang belum tentu menjadi pilihan yang tepat bagi orang lain.

Ketika Tren Bukan Lagi Satu-satunya Acuan

Perkembangan media sosial membuat berbagai referensi kecantikan semakin mudah ditemukan. Tren bentuk wajah, kontur tubuh, hingga prosedur estetika tertentu dapat dengan cepat menjadi perhatian banyak orang.

Namun, popularitas sebuah tren tidak serta-merta membuatnya cocok untuk semua individu.

baca juga

Dr. Eduardo, Dokter Bedah dari World Class Plastic Surgeons (WCPS), menilai bahwa bedah estetika seharusnya tidak berangkat dari keinginan untuk sekadar mengikuti tampilan yang sedang populer.

“Bedah estetika bukan tentang mengikuti tren, melainkan memahami anatomi, proporsi, dan kebutuhan setiap individu. Presisi, pengalaman, dan keahlian medis sangat penting untuk mencapai hasil yang harmonis dan seimbang, dengan tetap menghormati karakteristik tubuh setiap pasien,” kata Dr. Eduardo.

Menurutnya, pengalaman profesional memiliki peran penting dalam menentukan pendekatan yang sesuai. Dokter tidak hanya dituntut mampu melakukan prosedur, tetapi juga memahami anatomi, mempertimbangkan keterbatasan, serta membantu pasien memiliki ekspektasi yang realistis terhadap hasil perawatan.

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa transformasi dalam kedokteran estetika bukan sekadar tentang perubahan penampilan. Ada proses untuk memahami apa yang dibutuhkan seseorang sebelum menentukan tindakan.

Hal serupa disampaikan Hwang Yujin, Pendiri Banobagi Plastic Surgery dan Woori Plastic Surgery. Ia menilai kecantikan tidak bisa didefinisikan dengan satu standar yang berlaku bagi semua orang.

“Kami percaya bahwa kecantikan tidak dapat distandarisasi atau didefinisikan hanya berdasarkan tren. Setiap individu memiliki karakteristik, struktur wajah, dan kebutuhan yang unik. Pendekatan estetika yang tepat harus dimulai dengan pemahaman terhadap proporsi, presisi medis, dan hasil yang tetap harmonis dengan identitas setiap individu,” ujar Hwang Yujin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Perawatan Kulit hingga Wellness, Korea Selatan Perkenalkan Wisata Kesehatan di Jakarta

Dari Perawatan Kulit hingga Wellness, Korea Selatan Perkenalkan Wisata Kesehatan di Jakarta

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Rahasia Kulit Kencang Tanpa Mengubah Karakter Wajah, Collagen Stimulator Kini Makin Dilirik

Rahasia Kulit Kencang Tanpa Mengubah Karakter Wajah, Collagen Stimulator Kini Makin Dilirik

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

Terkini

Saat Dunia Fashion Bertemu Keahlian Medis, The Solitaire Bicara soal Kecantikan Tanpa Batas

Saat Dunia Fashion Bertemu Keahlian Medis, The Solitaire Bicara soal Kecantikan Tanpa Batas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Prabowo ke Siswa Taruna Nusantara: Jangan Hanya Pintar, Harus Jujur dan Cinta Tanah Air!

Prabowo ke Siswa Taruna Nusantara: Jangan Hanya Pintar, Harus Jujur dan Cinta Tanah Air!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:54 WIB

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian

Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita

Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:50 WIB

4 Rekomendasi HP 4 Jutaan Berlayar AMOLED, Urut dari Chipset Terpelan hingga Terkencang

4 Rekomendasi HP 4 Jutaan Berlayar AMOLED, Urut dari Chipset Terpelan hingga Terkencang

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:39 WIB

×