- Retinoid dan retinol merupakan kandungan skincare yang populer untuk membantu mengatasi tanda-tanda penuaan, jerawat, dan warna kulit tidak merata.
- Meski terdengar mirip, retinoid dan retinol memiliki perbedaan yang perlu dipahami sebelum digunakan.
- Pemula perlu mengetahui perbedaan keduanya agar dapat memilih produk skincare yang sesuai dan menghindari risiko iritasi atau kerusakan kulit.
Suara.com - Retinoid dan retinol menjadi dua kandungan skincare yang semakin populer karena dikenal memiliki manfaat untuk merawat kulit.
Keduanya sering ditemukan dalam produk perawatan wajah yang ditujukan untuk mengatasi tanda-tanda penuaan, jerawat, hingga warna kulit tidak merata.
Meski terdengar mirip, retinoid dan retinol sebenarnya memiliki perbedaan yang perlu diketahui sebelum digunakan.
Bagi pemula, memahami perbedaan keduanya menjadi penting agar tidak sembarangan memilih produk skincare yang justru bisa merusak kulit.
Berikut akan dibahas soal perbedaan retinoid dan retinol serta bagaimana cara memilih produk yang tepat untuk pemula.
Retinoid dan Retinol Bedanya Apa?

Melansir Healthline, retinoid merupakan istilah umum untuk berbagai turunan vitamin A yang digunakan dalam perawatan kulit maupun pengobatan.
Sementara itu, retinol adalah salah satu jenis retinoid yang umumnya ditemukan dalam produk skincare tanpa resep dokter (over the counter).
Dengan kata lain, retinol sebenarnya termasuk keluarga retinoid, sehingga keduanya bukan dua kandungan yang sepenuhnya berbeda.
Perbedaan utamanya terletak pada jenis senyawa, kekuatan, serta proses yang dibutuhkan agar kandungan tersebut dapat bekerja pada kulit.
Berikut beberapa perbedaan retinoid dan retinol yang perlu diketahui.
1. Perbedaan Jenis Kandungan
Retinoid merupakan kelompok besar turunan vitamin A yang memiliki beberapa jenis kandungan.
Beberapa di antaranya adalah retinol, retinaldehyde atau retinal, retinyl palmitate, adapalene, dan tretinoin.
Sementara itu, retinol merupakan salah satu jenis retinoid yang banyak digunakan dalam serum, krim wajah, maupun pelembap.
Kandungan ini membutuhkan proses konversi di dalam kulit sebelum berubah menjadi retinoic acid, yaitu bentuk aktif yang dapat berinteraksi dengan reseptor retinoid.